<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batu Akik Teratai Jambi Menjajal Padang </title><description>Demam batu akik masih terjadi bahkan rata-rata penjual batu akik ini meraup keuntungan yang cukup tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/07/340/1114833/batu-akik-teratai-jambi-menjajal-padang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/07/340/1114833/batu-akik-teratai-jambi-menjajal-padang"/><item><title>Batu Akik Teratai Jambi Menjajal Padang </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/07/340/1114833/batu-akik-teratai-jambi-menjajal-padang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/07/340/1114833/batu-akik-teratai-jambi-menjajal-padang</guid><pubDate>Sabtu 07 Maret 2015 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/06/340/1114833/batu-akik-teratai-jambi-menjajal-padang-js1Bv0DMyI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu akik Teratai Jambi menjajal Padang (Foto: Rus Akbar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/06/340/1114833/batu-akik-teratai-jambi-menjajal-padang-js1Bv0DMyI.jpg</image><title>Batu akik Teratai Jambi menjajal Padang (Foto: Rus Akbar/Okezone)</title></images><description>
PADANG - Demam batu akik sudah menjalar hingga daerah-daerah, bahkan penjualnya yang berasal dari berbagai daerah memajangkan batu khas daerahnya.Seperti milik Edi Pranoto (43), warga Sorolangun Simpang Raya, Provinsi Jambi, dia menjual batu akik ini secara mobile.

&amp;ldquo;Saya dari Sorolangun Jambi, rencananya mau ke Dumai, Riau, mengantarkan pesanan, sambil jalan-jalan saya jualan batu akik khusus dari Jambi, seperti batu akik lavender, teratai (hitam, merah, putih, kuning), dan motif sarang tawon,&amp;rdquo; katanya kepada Okezone saat buka lapak di Gor Agus Salim Padang, Jumat (6/3/2015).

Di Jambi, ciri khas batu akik yang terkenal itu adalah batu akik motif teratai. Cirinya, setiap batu itu ada mirip bunga pucuk teratai. Dalam setiap batu tersebut juga berbagai warnanya, ada warna kuning, hitam, merah, dan putih. &amp;ldquo;Tapi, paling laris itu batu teratai warna hitam,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain itu, di Jambi juga ada batu lavender. Batu tersebut warnanya seperti lavender. Kalau di Sumatera Barat kebanyakan batu-batunya ditemukan di aliran sungai. &amp;ldquo;Tapi kalau di Jambi itu batu-batu motif teratai ini ditemukan dikebun-kebun warga termasuk lavendernya,&amp;rdquo; ujar dia.

Sebenarnya yang penjual batu akik adalah istri Edi. Edi sndiri bekerja di sebuah perusahaan eksplorasi eneergi di Jambi, tapi karena mengambil cuti dia dan istrinya menjual batu akik.
&amp;ldquo;Saya hanya membantu istri. Usaha ini kan usaha istri saya, jadi saya temani saja,&amp;rdquo; tuturnya.

Beberapa bongkahan batu akik dipajang di atas plastik warna hitam berbagai jenis batu akik ini. Ada lavender, teratai, raflesia, dan lumut pancawarna.

&amp;ldquo;Kita jual murah saja. Kalau yang besar selebar telapak tangan dewasa harganya Rp50 ribu kalau yang kecil itu harganya Rp30 ribu,&amp;rdquo; ujarnya.

Batu yang dipajang di lapaknya itu ada sebanyak 150 kilogram. Kalau dijual ukuran beratnya untuk teratai hitam dan merah harganya mencapai Rp200 per kilogram, kalau teratai putih dan kuning 1 kilogram harganya Rp150 ribu.

&amp;ldquo;Kita juga melayani pesanan baik dari Pekanbaru, Medan, dan Jakarta, biasanya kita kirim lewat paket,&amp;rdquo; ujarnya.

Edi mengakui menjadi pedagang batu akik saat booming ini ia bisa mendapat keuntungan sebanyak Rp2 juta sampai Rp3 juta setiap hari. Dia juga pernah ikut kontes di tempatnya pada 1 Januari dan dia mendapat juara 1 dengan hadiah Rp10 juta.

&amp;ldquo;Saat itu yang naik adalah batu akik motif teratai hitam,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>
PADANG - Demam batu akik sudah menjalar hingga daerah-daerah, bahkan penjualnya yang berasal dari berbagai daerah memajangkan batu khas daerahnya.Seperti milik Edi Pranoto (43), warga Sorolangun Simpang Raya, Provinsi Jambi, dia menjual batu akik ini secara mobile.

&amp;ldquo;Saya dari Sorolangun Jambi, rencananya mau ke Dumai, Riau, mengantarkan pesanan, sambil jalan-jalan saya jualan batu akik khusus dari Jambi, seperti batu akik lavender, teratai (hitam, merah, putih, kuning), dan motif sarang tawon,&amp;rdquo; katanya kepada Okezone saat buka lapak di Gor Agus Salim Padang, Jumat (6/3/2015).

Di Jambi, ciri khas batu akik yang terkenal itu adalah batu akik motif teratai. Cirinya, setiap batu itu ada mirip bunga pucuk teratai. Dalam setiap batu tersebut juga berbagai warnanya, ada warna kuning, hitam, merah, dan putih. &amp;ldquo;Tapi, paling laris itu batu teratai warna hitam,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain itu, di Jambi juga ada batu lavender. Batu tersebut warnanya seperti lavender. Kalau di Sumatera Barat kebanyakan batu-batunya ditemukan di aliran sungai. &amp;ldquo;Tapi kalau di Jambi itu batu-batu motif teratai ini ditemukan dikebun-kebun warga termasuk lavendernya,&amp;rdquo; ujar dia.

Sebenarnya yang penjual batu akik adalah istri Edi. Edi sndiri bekerja di sebuah perusahaan eksplorasi eneergi di Jambi, tapi karena mengambil cuti dia dan istrinya menjual batu akik.
&amp;ldquo;Saya hanya membantu istri. Usaha ini kan usaha istri saya, jadi saya temani saja,&amp;rdquo; tuturnya.

Beberapa bongkahan batu akik dipajang di atas plastik warna hitam berbagai jenis batu akik ini. Ada lavender, teratai, raflesia, dan lumut pancawarna.

&amp;ldquo;Kita jual murah saja. Kalau yang besar selebar telapak tangan dewasa harganya Rp50 ribu kalau yang kecil itu harganya Rp30 ribu,&amp;rdquo; ujarnya.

Batu yang dipajang di lapaknya itu ada sebanyak 150 kilogram. Kalau dijual ukuran beratnya untuk teratai hitam dan merah harganya mencapai Rp200 per kilogram, kalau teratai putih dan kuning 1 kilogram harganya Rp150 ribu.

&amp;ldquo;Kita juga melayani pesanan baik dari Pekanbaru, Medan, dan Jakarta, biasanya kita kirim lewat paket,&amp;rdquo; ujarnya.

Edi mengakui menjadi pedagang batu akik saat booming ini ia bisa mendapat keuntungan sebanyak Rp2 juta sampai Rp3 juta setiap hari. Dia juga pernah ikut kontes di tempatnya pada 1 Januari dan dia mendapat juara 1 dengan hadiah Rp10 juta.

&amp;ldquo;Saat itu yang naik adalah batu akik motif teratai hitam,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
