<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Perempuan Pemimpin Aceh Dibuat Komik   </title><description>Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK) meluncurkan komik perempuan pemimpin Aceh yang berjudul Permata dari Negeri Indatu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/10/340/1116212/kisah-perempuan-pemimpin-aceh-dibuat-komik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/10/340/1116212/kisah-perempuan-pemimpin-aceh-dibuat-komik"/><item><title>Kisah Perempuan Pemimpin Aceh Dibuat Komik   </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/10/340/1116212/kisah-perempuan-pemimpin-aceh-dibuat-komik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/10/340/1116212/kisah-perempuan-pemimpin-aceh-dibuat-komik</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2015 08:59 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/10/340/1116212/kisah-perempuan-pemimpin-aceh-dibuat-komik-5TEPtXo1A8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komik yang mengisahkan perempuan pemimpin Aceh (foto: Salman M/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/10/340/1116212/kisah-perempuan-pemimpin-aceh-dibuat-komik-5TEPtXo1A8.jpg</image><title>Komik yang mengisahkan perempuan pemimpin Aceh (foto: Salman M/Okezone)</title></images><description>BANDA ACEH - Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK) meluncurkan komik perempuan pemimpin Aceh yang berjudul Permata dari Negeri Indatu. Kegiatan ini bagian dari momentum Hari Perempuan Internasional.

Komik ini mengangkat kisah nyata kepemimpinan Sulthanah Sri Safiatuddin (abad 17) dan Qurrataini atau yang lebih dikenal dengan Empu Beru (abad 15).

Safiatuddin adalah perempuan pertama yang memimpin Kesultanan Aceh Derussalam. Selepasnya ada tiga lagi perempuan yang naik tahta.

Dia menjadi sultanah bukan karena situasi darurat. &amp;ldquo;Itu pendapat keliru. Bila dilihat dari rekam jejak dan kapasitasnya, Ratu Safiatuddin adalah negarawan dan diplomat ulung,&quot; kata Samsidar, penulis naskah dalam siaran pers diterima Okezone, Selasa (10/3/2015).

Peluncuran komik ini disertai diskusi di 3in1 Cafe, Lampinueng, Banda Aceh, kemarin sore. Samsidar termasuk seorang pembicaranya.

Sebagai sultahan di sebuah istana yang didominasi laki-laki, Safiatuddin memimpin dengan kebijaksanaan seorang perempuan. &amp;ldquo;Dia tidak menyukai perang, lebih mementingkan pendidikan dan penuh pertimbangan dalam mengelola keuangan kerajaan,&amp;rdquo; tambah Samsidar.

Sedangkan Empu Beru adalah satu-satunya perempuan di dalam Dewan Kerajaan yang berasal dari utusan Kerajaan Linge. Empu Beru telah menunjukkan kapasitas dan pemikirannya tentang hukum Islam dan hukum adat dalam memutuskan perkara pelik pembunuhan keluarga kerajaan yang dilakukan oleh Reje Linge XIV.

&amp;ldquo;Empu Beru mampu menjadikan kedua hukum itu sebagai hukum yang lebih adil dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar bagi perkembangan hukum di kemudian hari,&amp;rdquo; ujar Samsidar.

Sekretaris Eksekutif RPuK, Leila Juari mengatakan komik ini diterbitkan untuk mempermudah masyarakat khususnya generasi muda dalam mempelajari sejarah perempuan pemimpin Aceh.

&amp;ldquo;Kami akan terus meneliti dan menggali tentang perempuan pemimpin Aceh lainnya. Karena selama ini keterbatasan naskah dan referensi kepemimpinan perempuan di Aceh sering dimanfaatkan untuk merekayasa kedudukan perempuan di masa lalu,&quot; pungkas Leila.</description><content:encoded>BANDA ACEH - Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK) meluncurkan komik perempuan pemimpin Aceh yang berjudul Permata dari Negeri Indatu. Kegiatan ini bagian dari momentum Hari Perempuan Internasional.

Komik ini mengangkat kisah nyata kepemimpinan Sulthanah Sri Safiatuddin (abad 17) dan Qurrataini atau yang lebih dikenal dengan Empu Beru (abad 15).

Safiatuddin adalah perempuan pertama yang memimpin Kesultanan Aceh Derussalam. Selepasnya ada tiga lagi perempuan yang naik tahta.

Dia menjadi sultanah bukan karena situasi darurat. &amp;ldquo;Itu pendapat keliru. Bila dilihat dari rekam jejak dan kapasitasnya, Ratu Safiatuddin adalah negarawan dan diplomat ulung,&quot; kata Samsidar, penulis naskah dalam siaran pers diterima Okezone, Selasa (10/3/2015).

Peluncuran komik ini disertai diskusi di 3in1 Cafe, Lampinueng, Banda Aceh, kemarin sore. Samsidar termasuk seorang pembicaranya.

Sebagai sultahan di sebuah istana yang didominasi laki-laki, Safiatuddin memimpin dengan kebijaksanaan seorang perempuan. &amp;ldquo;Dia tidak menyukai perang, lebih mementingkan pendidikan dan penuh pertimbangan dalam mengelola keuangan kerajaan,&amp;rdquo; tambah Samsidar.

Sedangkan Empu Beru adalah satu-satunya perempuan di dalam Dewan Kerajaan yang berasal dari utusan Kerajaan Linge. Empu Beru telah menunjukkan kapasitas dan pemikirannya tentang hukum Islam dan hukum adat dalam memutuskan perkara pelik pembunuhan keluarga kerajaan yang dilakukan oleh Reje Linge XIV.

&amp;ldquo;Empu Beru mampu menjadikan kedua hukum itu sebagai hukum yang lebih adil dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar bagi perkembangan hukum di kemudian hari,&amp;rdquo; ujar Samsidar.

Sekretaris Eksekutif RPuK, Leila Juari mengatakan komik ini diterbitkan untuk mempermudah masyarakat khususnya generasi muda dalam mempelajari sejarah perempuan pemimpin Aceh.

&amp;ldquo;Kami akan terus meneliti dan menggali tentang perempuan pemimpin Aceh lainnya. Karena selama ini keterbatasan naskah dan referensi kepemimpinan perempuan di Aceh sering dimanfaatkan untuk merekayasa kedudukan perempuan di masa lalu,&quot; pungkas Leila.</content:encoded></item></channel></rss>
