<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Plt Kapolri Bantah Somasi Komnas HAM</title><description>
Plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti membantah pihaknya melayangkan somasi terhadap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia&amp;lrm; (Komnas HAM).
&amp;nbsp;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/11/337/1116814/plt-kapolri-bantah-somasi-komnas-ham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/11/337/1116814/plt-kapolri-bantah-somasi-komnas-ham"/><item><title>Plt Kapolri Bantah Somasi Komnas HAM</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/11/337/1116814/plt-kapolri-bantah-somasi-komnas-ham</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/11/337/1116814/plt-kapolri-bantah-somasi-komnas-ham</guid><pubDate>Rabu 11 Maret 2015 09:25 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Zubaidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/11/337/1116814/plt-kapolri-bantah-somasi-komnas-ham-0FJtsWgqFy.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/11/337/1116814/plt-kapolri-bantah-somasi-komnas-ham-0FJtsWgqFy.jpg</image><title></title></images><description>
JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti membantah pihaknya melayangkan somasi terhadap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia&amp;lrm; (Komnas HAM). Menurut dia, somasi tersebut dilakukan kuasa hukum penyidik Bareskrim Mabes Polri yang menangani penyelidikan terhadap Wakil Ketua KPK non-aktif Bambang Widjojanto (BW)

&quot;Somasi kepada Komnas HAM itu bukan dari Polri, tetapi dilakukan oleh penasehat hukum para penyidik yang menangani kasus BW (Bambang Widjajanto)&amp;lrm;,&quot; katanya kepada wartawan Selasa 10 Maret 2015.

Menurut Badrodin, kuasa hukum Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mengirimkan somasi itu karena &amp;lrm;tidak suka atas tindakan Komnas HAM yang mempublikasikan gelar perkara hasil penyelidikan dugaan pelanggaran HAM yang mereka lakukan dalam penanganan kasus BW.

&quot;Gelar perkara itu bersifat rahasia, tidak boleh diumbar ke publik,&quot; terangnya.

Badrodin juga mengingatkan Komnas HAM untuk memperhatikan etika dalam menginformasikan sesuatu, termasuk hasil gelar perkara suatu kasus. &quot;Semuanya itu ada aturannya, tidak boleh sembarangan,&quot; tegasnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/26/18227/113721_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Seperti diberitakan, penasehat hukum Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri mengirimkan somasi terhadap Komnas HAM pada 8 Februari 2015. Somasi tersebut tertuang dalam surat kuasa khusus bernomor 202/YA-FY/PND-HAM/Bareskrim/SK/PID/II/15 tertanggal 5 Februari 2015.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yMC8yMi81OTM0Ny80MDcwNjAyMDQ2MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti membantah pihaknya melayangkan somasi terhadap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia&amp;lrm; (Komnas HAM). Menurut dia, somasi tersebut dilakukan kuasa hukum penyidik Bareskrim Mabes Polri yang menangani penyelidikan terhadap Wakil Ketua KPK non-aktif Bambang Widjojanto (BW)

&quot;Somasi kepada Komnas HAM itu bukan dari Polri, tetapi dilakukan oleh penasehat hukum para penyidik yang menangani kasus BW (Bambang Widjajanto)&amp;lrm;,&quot; katanya kepada wartawan Selasa 10 Maret 2015.

Menurut Badrodin, kuasa hukum Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mengirimkan somasi itu karena &amp;lrm;tidak suka atas tindakan Komnas HAM yang mempublikasikan gelar perkara hasil penyelidikan dugaan pelanggaran HAM yang mereka lakukan dalam penanganan kasus BW.

&quot;Gelar perkara itu bersifat rahasia, tidak boleh diumbar ke publik,&quot; terangnya.

Badrodin juga mengingatkan Komnas HAM untuk memperhatikan etika dalam menginformasikan sesuatu, termasuk hasil gelar perkara suatu kasus. &quot;Semuanya itu ada aturannya, tidak boleh sembarangan,&quot; tegasnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/26/18227/113721_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Seperti diberitakan, penasehat hukum Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri mengirimkan somasi terhadap Komnas HAM pada 8 Februari 2015. Somasi tersebut tertuang dalam surat kuasa khusus bernomor 202/YA-FY/PND-HAM/Bareskrim/SK/PID/II/15 tertanggal 5 Februari 2015.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yMC8yMi81OTM0Ny80MDcwNjAyMDQ2MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
