<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Moeldoko: Percuma Beli Leopard kalau Tak Ada Bahan Bakarnya</title><description>Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, menyebut konsumsi bahan bakar untuk operasional TNI sepanjang 2014 mencapai 1 juta kilo liter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/12/337/1117833/moeldoko-percuma-beli-leopard-kalau-tak-ada-bahan-bakarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/12/337/1117833/moeldoko-percuma-beli-leopard-kalau-tak-ada-bahan-bakarnya"/><item><title>Moeldoko: Percuma Beli Leopard kalau Tak Ada Bahan Bakarnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/12/337/1117833/moeldoko-percuma-beli-leopard-kalau-tak-ada-bahan-bakarnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/12/337/1117833/moeldoko-percuma-beli-leopard-kalau-tak-ada-bahan-bakarnya</guid><pubDate>Kamis 12 Maret 2015 23:16 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/12/337/1117833/moeldoko-percuma-beli-leopard-kalau-tak-ada-bahan-bakarnya-02U6sdbVHW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Moeldoko </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/12/337/1117833/moeldoko-percuma-beli-leopard-kalau-tak-ada-bahan-bakarnya-02U6sdbVHW.jpg</image><title>Jenderal Moeldoko </title></images><description>
JAKARTA - Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, menyebut konsumsi bahan bakar untuk operasional TNI sepanjang 2014 mencapai 1 juta kilo liter. Untuk itu, ia menganggap persoalan energi akan berdampak serius terhadap prajuritnya jika tidak ditangani secara serius.
&quot;Akan percuma kita beli (tank) Leopard, pesawat tempur kalau tidak ada bahan bakarnya, karena hanya bisa dipanasi, itupun memakai matahari,&quot; bebernya usai Talkshow TNI Mendengar di Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (12/3/2015).
Moeldoko menambahkan, ketergantungan TNI terhadap bahan energi sangat besar, terlebih hal tersebut termasuk syarat agar prajuritnya semakin profesional. Caranya dengan menggelar latihan serta patroli rutin.
&quot;Ya kita pakai latihan, operasi juga kita ada tiga, yakni operasi perbatasan, operasi alur laut kepulauan, serta operasi flash poin seperti di Ambalat,&quot; imbuhnya.
Hingga saat ini pun, kata Moeldoko, pihaknya juga tengah menyiapkan pembelian pesawat tempur generasi ke-4, Sukhoi SU-35 dari Rusia. Tentu, hal tersebut menambah kebutuhan bakar dari pemerintah.
&quot;Sedang dipersiapkan, kan prosesnya goverment to goverment (untuk pembelian Sukhoi), jadi itu tanggung jawab pemerintah juga (menyiapkan energi),&quot; jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Moeldoko menyampaikan bahwa ia telah memerintahkan prajuritnya yang bertugas di perbatasan untuk menanam kemiri sunan. Fungsinya, agar mereka bisa mandiri dan dan tidak bergantung sepenuhnya kepada pemerintah.
&quot;Ya minta yang diperbatasan untuk mulai mandiri, tanam kemiri sunan, itukan bisa dibuat bahan bakar,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, menyebut konsumsi bahan bakar untuk operasional TNI sepanjang 2014 mencapai 1 juta kilo liter. Untuk itu, ia menganggap persoalan energi akan berdampak serius terhadap prajuritnya jika tidak ditangani secara serius.
&quot;Akan percuma kita beli (tank) Leopard, pesawat tempur kalau tidak ada bahan bakarnya, karena hanya bisa dipanasi, itupun memakai matahari,&quot; bebernya usai Talkshow TNI Mendengar di Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (12/3/2015).
Moeldoko menambahkan, ketergantungan TNI terhadap bahan energi sangat besar, terlebih hal tersebut termasuk syarat agar prajuritnya semakin profesional. Caranya dengan menggelar latihan serta patroli rutin.
&quot;Ya kita pakai latihan, operasi juga kita ada tiga, yakni operasi perbatasan, operasi alur laut kepulauan, serta operasi flash poin seperti di Ambalat,&quot; imbuhnya.
Hingga saat ini pun, kata Moeldoko, pihaknya juga tengah menyiapkan pembelian pesawat tempur generasi ke-4, Sukhoi SU-35 dari Rusia. Tentu, hal tersebut menambah kebutuhan bakar dari pemerintah.
&quot;Sedang dipersiapkan, kan prosesnya goverment to goverment (untuk pembelian Sukhoi), jadi itu tanggung jawab pemerintah juga (menyiapkan energi),&quot; jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Moeldoko menyampaikan bahwa ia telah memerintahkan prajuritnya yang bertugas di perbatasan untuk menanam kemiri sunan. Fungsinya, agar mereka bisa mandiri dan dan tidak bergantung sepenuhnya kepada pemerintah.
&quot;Ya minta yang diperbatasan untuk mulai mandiri, tanam kemiri sunan, itukan bisa dibuat bahan bakar,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
