<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebelum Hilang, Nadhira Sering Di-Bully</title><description>Nadira Fajriani, siswi SMP yang hilang sejak akhir pekan lalu acap jadi korban bully.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/12/338/1117577/sebelum-hilang-nadhira-sering-di-bully</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/12/338/1117577/sebelum-hilang-nadhira-sering-di-bully"/><item><title>Sebelum Hilang, Nadhira Sering Di-Bully</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/12/338/1117577/sebelum-hilang-nadhira-sering-di-bully</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/12/338/1117577/sebelum-hilang-nadhira-sering-di-bully</guid><pubDate>Kamis 12 Maret 2015 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Raiza Andini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/12/338/1117577/sebelum-hilang-nadhira-sering-di-bully-E8QYZMU66u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nadhira Fajriani Ramadhan (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/12/338/1117577/sebelum-hilang-nadhira-sering-di-bully-E8QYZMU66u.jpg</image><title>Nadhira Fajriani Ramadhan (Foto: Twitter)</title></images><description>
JAKARTA - Nadhira Fajriani Ramadhan (13) siswi kelas VIII Sekolah Menengah Pertama al Jannah, Jakarta Timur, hilang sejak Sabtu, 7 Maret 2015, usai pulang les pendalaman materi Ujian Nasional di sekolahnya, sekira pukul 12.00 WIB.
Jauh sebelum Nadhira hilang, gadis belia tersebut mengaku telah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan oleh teman-teman di sekolahnya dan minta untuk keluar dari sekolah tersebut.
&quot;Ada satu hal, dia minta pindah sekolah. Temannya bilang dia pernah di-bully oleh teman-temannya yang tidak suka dengannya,&quot; ungkap Ibunda dari Nadira, Yenny Mardiani, ketika jumpa media, Fatmawati Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2015).
Yenny memaparkan anak keduanya tersebut sempat diinjak, diludahi dan dijambak oleh teman-temannya. Parahnya, yang melakukan aksi kekerasan tersebut adalah teman perempuannya yang tidak suka dengannya, kemudian merekam video adegan bullying tersebut.
&quot;Saya mendapatkan laporan itu dari temannya Nadira. Itu sebabnya dia mendesak saya untuk keluar dari sekolah tersebut,&quot; tambahnya.
Sayangnya pihak sekolah tidak mengetahui adanya aksi bullying siswa di dalam lingkungan belajar-mengajar. Yenny juga sempat melihat sendiri bahwa anaknya dibentak oleh sang guru di dalam kelas.
&quot;Sekolah saya tanyakan guru-guru semua saya tanyakan tidak ada yang tahu. Teman-temannya yang melakukan bully juga tak berani berkata,&quot; ungkap Yenny.
Mendapat perlakuan sadis, Yenny meminta anaknya untuk berani melawan jika mendapatkan pelakuan kasar dengan temannya. Ketika sudah melawan, teman-temannya malah melakukan kekerasan secara membabi buta.
&quot;Saya bilang lawan, pas melawan mereka, Nadira malah dikeroyok satu banding lima. Saya tanyakan sekolah dan bersangkutan tidak mengaku,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Nadhira Fajriani Ramadhan (13) siswi kelas VIII Sekolah Menengah Pertama al Jannah, Jakarta Timur, hilang sejak Sabtu, 7 Maret 2015, usai pulang les pendalaman materi Ujian Nasional di sekolahnya, sekira pukul 12.00 WIB.
Jauh sebelum Nadhira hilang, gadis belia tersebut mengaku telah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan oleh teman-teman di sekolahnya dan minta untuk keluar dari sekolah tersebut.
&quot;Ada satu hal, dia minta pindah sekolah. Temannya bilang dia pernah di-bully oleh teman-temannya yang tidak suka dengannya,&quot; ungkap Ibunda dari Nadira, Yenny Mardiani, ketika jumpa media, Fatmawati Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2015).
Yenny memaparkan anak keduanya tersebut sempat diinjak, diludahi dan dijambak oleh teman-temannya. Parahnya, yang melakukan aksi kekerasan tersebut adalah teman perempuannya yang tidak suka dengannya, kemudian merekam video adegan bullying tersebut.
&quot;Saya mendapatkan laporan itu dari temannya Nadira. Itu sebabnya dia mendesak saya untuk keluar dari sekolah tersebut,&quot; tambahnya.
Sayangnya pihak sekolah tidak mengetahui adanya aksi bullying siswa di dalam lingkungan belajar-mengajar. Yenny juga sempat melihat sendiri bahwa anaknya dibentak oleh sang guru di dalam kelas.
&quot;Sekolah saya tanyakan guru-guru semua saya tanyakan tidak ada yang tahu. Teman-temannya yang melakukan bully juga tak berani berkata,&quot; ungkap Yenny.
Mendapat perlakuan sadis, Yenny meminta anaknya untuk berani melawan jika mendapatkan pelakuan kasar dengan temannya. Ketika sudah melawan, teman-temannya malah melakukan kekerasan secara membabi buta.
&quot;Saya bilang lawan, pas melawan mereka, Nadira malah dikeroyok satu banding lima. Saya tanyakan sekolah dan bersangkutan tidak mengaku,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
