<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia-Swiss Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Keamanan </title><description>Pada pertemuan tersebut, keduanya membicarakan beberapa hal, terutama mengenai kerjasama di bidang ekonomi dan keamanan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/16/18/1119287/indonesia-swiss-perkuat-kerjasama-ekonomi-dan-keamanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/16/18/1119287/indonesia-swiss-perkuat-kerjasama-ekonomi-dan-keamanan"/><item><title>Indonesia-Swiss Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Keamanan </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/16/18/1119287/indonesia-swiss-perkuat-kerjasama-ekonomi-dan-keamanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/16/18/1119287/indonesia-swiss-perkuat-kerjasama-ekonomi-dan-keamanan</guid><pubDate>Senin 16 Maret 2015 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/16/18/1119287/indonesia-swiss-perkuat-kerjasama-ekonomi-dan-keamanan-himOQF06xg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Retno dan Menlu Burkhalter. (Foto: Rahman/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/16/18/1119287/indonesia-swiss-perkuat-kerjasama-ekonomi-dan-keamanan-himOQF06xg.jpg</image><title>Menlu Retno dan Menlu Burkhalter. (Foto: Rahman/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi bertemu Menlu Swiss Didier Burkhalter pada hari ini di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Pada pertemuan tersebut, keduanya membicarakan beberapa hal, terutama mengenai kerjasama di bidang ekonomi dan keamanan. Menlu Retno sempat menyatakan keinginan Indonesia menjadi negara eksportir terbesar kakao.
Pembicaraan kedua negara juga membahas promosi pariwisata. Menlu Burkhalter bahkan menyinggung mengenai kemungkinan untuk melanjutkan dan menyelesaikan kerjasama ekonomi Indonesia dan Swiss.
Dalam bidang keamanan, kedua menlu membahas mengenai cara penyelidikan dan penyelesaian kejahatan lintas negara. Kemudian, negosiasi mengenai bantuan hukum antarnegara dan kerjasama mutual legal assistance (MLA) yang diharapkan bisa diselesaikan tahun ini.
&quot;Bagi Indonesia, perjanjian MLA sangat penting. Perjanjian ini akan memberi basis hukum bagi kedua negara untuk membekukan dan mengembalikan aset-aset yang berhbungan dengan penyelidikan kejahatan,&quot; kata Menlu Retno.
Selain permasalahan tersebut, kedua menlu juga membicarakan cara-cara menanggulangi ekstremisme dan terorisme. Pada kesempatan itu, Menlu Retno turut mengundang Swiss untuk hadir sebagai pengamat dalam Konferensi Asia Afrika 2015 di Bandung.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi bertemu Menlu Swiss Didier Burkhalter pada hari ini di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Pada pertemuan tersebut, keduanya membicarakan beberapa hal, terutama mengenai kerjasama di bidang ekonomi dan keamanan. Menlu Retno sempat menyatakan keinginan Indonesia menjadi negara eksportir terbesar kakao.
Pembicaraan kedua negara juga membahas promosi pariwisata. Menlu Burkhalter bahkan menyinggung mengenai kemungkinan untuk melanjutkan dan menyelesaikan kerjasama ekonomi Indonesia dan Swiss.
Dalam bidang keamanan, kedua menlu membahas mengenai cara penyelidikan dan penyelesaian kejahatan lintas negara. Kemudian, negosiasi mengenai bantuan hukum antarnegara dan kerjasama mutual legal assistance (MLA) yang diharapkan bisa diselesaikan tahun ini.
&quot;Bagi Indonesia, perjanjian MLA sangat penting. Perjanjian ini akan memberi basis hukum bagi kedua negara untuk membekukan dan mengembalikan aset-aset yang berhbungan dengan penyelidikan kejahatan,&quot; kata Menlu Retno.
Selain permasalahan tersebut, kedua menlu juga membicarakan cara-cara menanggulangi ekstremisme dan terorisme. Pada kesempatan itu, Menlu Retno turut mengundang Swiss untuk hadir sebagai pengamat dalam Konferensi Asia Afrika 2015 di Bandung.
</content:encoded></item></channel></rss>
