<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>16 WNI Hilang, DPR Panggil Kemenlu &amp; BIN Pekan Depan</title><description>Komisi I DPR memanggil Kemenlu, BIN, dan BNPT untuk menggali informasi soal hilangnya WNI di perbatasan Turki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/16/337/1119088/16-wni-hilang-dpr-panggil-kemenlu-bin-pekan-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/16/337/1119088/16-wni-hilang-dpr-panggil-kemenlu-bin-pekan-depan"/><item><title>16 WNI Hilang, DPR Panggil Kemenlu &amp; BIN Pekan Depan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/16/337/1119088/16-wni-hilang-dpr-panggil-kemenlu-bin-pekan-depan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/16/337/1119088/16-wni-hilang-dpr-panggil-kemenlu-bin-pekan-depan</guid><pubDate>Senin 16 Maret 2015 08:41 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/16/337/1119088/16-wni-hilang-dpr-panggil-kemenlu-bin-pekan-depan-zOoIDf1o2C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">16 WNI Hilang, DPR Panggil Kemenlu &amp; BIN Pekan Depan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/16/337/1119088/16-wni-hilang-dpr-panggil-kemenlu-bin-pekan-depan-zOoIDf1o2C.jpg</image><title>16 WNI Hilang, DPR Panggil Kemenlu &amp; BIN Pekan Depan (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais mengatakan, akan memanggil Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menggali informasi soal Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang di perbatasan Turki.
&quot;Iya, kami panggil mitra kami, rencananya pekan depan,&quot; kata dia kepada Okezone, Senin (16/3/2015).
Selain itu, lanjut Hanafi, Komisi I juga akan memanggil Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Turki untuk melakukan klarifikasi.
&quot;Secara informal, kita juga perlu penjelasan mereka,&quot; pungkasnya.
Di sisi lain, Hanafi juga meminta pemerintah untuk membuktikan ke-16 WNI itu bagian dari ISIS atau bukan. Pasalnya, ini menyangkut nama baik  WNI tersebut.
&quot;Tentu pemerintah harus buktikan dugaan itu, karena dugaan harus diterjemahkan dengan faktanya seperti apa,&quot; tuturnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8xMy8yMi81OTk1Ny80MTA4NDI5MTM5MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais mengatakan, akan memanggil Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menggali informasi soal Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang di perbatasan Turki.
&quot;Iya, kami panggil mitra kami, rencananya pekan depan,&quot; kata dia kepada Okezone, Senin (16/3/2015).
Selain itu, lanjut Hanafi, Komisi I juga akan memanggil Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Turki untuk melakukan klarifikasi.
&quot;Secara informal, kita juga perlu penjelasan mereka,&quot; pungkasnya.
Di sisi lain, Hanafi juga meminta pemerintah untuk membuktikan ke-16 WNI itu bagian dari ISIS atau bukan. Pasalnya, ini menyangkut nama baik  WNI tersebut.
&quot;Tentu pemerintah harus buktikan dugaan itu, karena dugaan harus diterjemahkan dengan faktanya seperti apa,&quot; tuturnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8xMy8yMi81OTk1Ny80MTA4NDI5MTM5MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
