<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencekalan Nama Muhammad &amp; Ali Sulut Kemarahan Umat Islam</title><description>Aneh, Indonesia negara mayoritas muslim tapi penggunaan nama Muhammad dan Ali justru &quot;di-banned&quot; autogate Bandara Soetta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/20/337/1121497/pencekalan-nama-muhammad-ali-sulut-kemarahan-umat-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/20/337/1121497/pencekalan-nama-muhammad-ali-sulut-kemarahan-umat-islam"/><item><title>Pencekalan Nama Muhammad &amp; Ali Sulut Kemarahan Umat Islam</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/20/337/1121497/pencekalan-nama-muhammad-ali-sulut-kemarahan-umat-islam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/20/337/1121497/pencekalan-nama-muhammad-ali-sulut-kemarahan-umat-islam</guid><pubDate>Jum'at 20 Maret 2015 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/20/337/1121497/pencekalan-nama-muhammad-ali-sulut-kemarahan-umat-islam-WMbQ8Q3Tsz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Autogate Bandara Soetta cekal para penyandang nama Muhammad dan Ali (Foto: Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/20/337/1121497/pencekalan-nama-muhammad-ali-sulut-kemarahan-umat-islam-WMbQ8Q3Tsz.jpg</image><title>Autogate Bandara Soetta cekal para penyandang nama Muhammad dan Ali (Foto: Sindo)</title></images><description>
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menyebutkan bahwa pencekalan bagi penggunaan nama Muhammad dan Ali di autogate Bandara International Soekarno-Hatta (Soetta) merupakan persoalan serius. Selain diskriminatif, larangan itu juga kental berbau SARA.
&quot;Ditjen Imigrasi telah melakukan diskriminasi terhadap WNI (Warga Negara Indonesia) yang hendak bepergian ke luar negeri. Lebih dari itu, kebijakan seperti itu mengandung unsur SARA, karenanya harus dihentikan,&quot; kata Arsul saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (20/3/2015).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku, pihaknya akan mempertanyakan masalah ini ke pihak yang bersangkutan dan meminta untuk segera mencabut larangan.
Terlebih, kata dia, peraturan yang diskriminatif ini bisa menimbulkan kemarahan bagi umat Islam yang banyak menggunakan kedua nama tersebut.
&quot;Itu bisa menyulut kemarahan umat Islam di seluruh Indonesia.&amp;lrm; Di Inggris saja yang umat Islamnya hanya minoritas, tapi tidak menerapkan kebijakan saperti itu terhadap warga negaranya yang muslim,&quot; tegasnya.
Seperti diberitakan, isu diskrimatif muncul di Indonesia, kali ini menyangkut nama Muhammad dan Ali yang identik dengan identitas seorang muslim. Perlakuan itu sendiri terjadi di autogate Bandara Soetta, Cengkareng, beberapa waktu lalu.
Sontak, peraturan ini mengundang reaksi keras dari berbagai pihak, terutama yang menganggap larangan tersebut sudah mendiskreditkan pemeluk agama mayoritas di Indonesia.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menyebutkan bahwa pencekalan bagi penggunaan nama Muhammad dan Ali di autogate Bandara International Soekarno-Hatta (Soetta) merupakan persoalan serius. Selain diskriminatif, larangan itu juga kental berbau SARA.
&quot;Ditjen Imigrasi telah melakukan diskriminasi terhadap WNI (Warga Negara Indonesia) yang hendak bepergian ke luar negeri. Lebih dari itu, kebijakan seperti itu mengandung unsur SARA, karenanya harus dihentikan,&quot; kata Arsul saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (20/3/2015).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku, pihaknya akan mempertanyakan masalah ini ke pihak yang bersangkutan dan meminta untuk segera mencabut larangan.
Terlebih, kata dia, peraturan yang diskriminatif ini bisa menimbulkan kemarahan bagi umat Islam yang banyak menggunakan kedua nama tersebut.
&quot;Itu bisa menyulut kemarahan umat Islam di seluruh Indonesia.&amp;lrm; Di Inggris saja yang umat Islamnya hanya minoritas, tapi tidak menerapkan kebijakan saperti itu terhadap warga negaranya yang muslim,&quot; tegasnya.
Seperti diberitakan, isu diskrimatif muncul di Indonesia, kali ini menyangkut nama Muhammad dan Ali yang identik dengan identitas seorang muslim. Perlakuan itu sendiri terjadi di autogate Bandara Soetta, Cengkareng, beberapa waktu lalu.
Sontak, peraturan ini mengundang reaksi keras dari berbagai pihak, terutama yang menganggap larangan tersebut sudah mendiskreditkan pemeluk agama mayoritas di Indonesia.
</content:encoded></item></channel></rss>
