<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Petani &amp; Mahasiswa Geruduk Rektorat UGM</title><description>Ratusan elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Agraris (FKMA) menggelar unjuk rasa di gedung rektorat UGM</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/20/340/1121789/ratusan-petani-mahasiswa-geruduk-rektorat-ugm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/20/340/1121789/ratusan-petani-mahasiswa-geruduk-rektorat-ugm"/><item><title>Ratusan Petani &amp; Mahasiswa Geruduk Rektorat UGM</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/20/340/1121789/ratusan-petani-mahasiswa-geruduk-rektorat-ugm</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/20/340/1121789/ratusan-petani-mahasiswa-geruduk-rektorat-ugm</guid><pubDate>Jum'at 20 Maret 2015 18:09 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/20/340/1121789/ratusan-petani-mahasiswa-geruduk-rektorat-ugm-zTjzhXNPvt.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/20/340/1121789/ratusan-petani-mahasiswa-geruduk-rektorat-ugm-zTjzhXNPvt.jpg</image><title></title></images><description>YOGYAKARTA - Ratusan elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Agraris (FKMA) menggelar unjuk rasa di gedung rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Mereka menuntut dasar salah satu saksi ahli Fakultas Geologi, Heru Indrayana, yang menyatakan bahwa kawasan kars di pegunungan Kendeng utara layak ditambang. Sebagaimana diketahui, dalam sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang beberapa waktu lalu, saksi ahli menyatakan bahwa kandungan kars di pegunungan Kendeng Utara dinyatakan sebagai batuan kars muda, sehingga aman untuk ditambang.
&quot;Dasarnya apa, beliau bilang bahwa di situ aman untuk ditambang, kalau yang muda aman, sementara ada tua itu karena ada muda dulu,&quot; jelas salah satu petani asal Rembang, Wandi yang mengikuti aksi tersebut, Jumat (20/3/2015).
Dalam aksi tersebut, 70 petani Rembang juga meminta pemerintah tidak melanjutkan proyek-proyek yang mengancam hajat hidup pertanian. Selain itu, Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo, yang lahan pertaniannya terancam tambang pabrik besi meminta para cendekia kampus untuk tidak memihak pada kepentingan perampasan lahan.
&quot;Ada 70 ibu-ibu rembang, dengar suara mereka, kampus jangan ikut-ikut merampas hidup petani,&quot; jelas koordinator PPLP, Widodo saat dikonfirmasi.
Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa juga turut serta menuntut agar UGM kembali pada visi kerakyatan. Adapun elemen mahasiswa yang mengikuti unjuk rasa itu terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM serta Komunitas Gusdurian Yogyakarta. &quot;Ada dari kawan-kawan mahasiswa yang meminta kampusnya untuk kembali jadi kerakyatan,&quot; pungkasnya.
Seperti diketahui, saat ini di Pegunungan Kendeng Utara, tengah didirkan Pabrik Semen Indonesia di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Sementara di lokasi tersebut, ribuan petani menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Mereka khawatir, aktifitas pertambangan membuat penurunan kualitas lingkungan mereka.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Ratusan elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Agraris (FKMA) menggelar unjuk rasa di gedung rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Mereka menuntut dasar salah satu saksi ahli Fakultas Geologi, Heru Indrayana, yang menyatakan bahwa kawasan kars di pegunungan Kendeng utara layak ditambang. Sebagaimana diketahui, dalam sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang beberapa waktu lalu, saksi ahli menyatakan bahwa kandungan kars di pegunungan Kendeng Utara dinyatakan sebagai batuan kars muda, sehingga aman untuk ditambang.
&quot;Dasarnya apa, beliau bilang bahwa di situ aman untuk ditambang, kalau yang muda aman, sementara ada tua itu karena ada muda dulu,&quot; jelas salah satu petani asal Rembang, Wandi yang mengikuti aksi tersebut, Jumat (20/3/2015).
Dalam aksi tersebut, 70 petani Rembang juga meminta pemerintah tidak melanjutkan proyek-proyek yang mengancam hajat hidup pertanian. Selain itu, Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo, yang lahan pertaniannya terancam tambang pabrik besi meminta para cendekia kampus untuk tidak memihak pada kepentingan perampasan lahan.
&quot;Ada 70 ibu-ibu rembang, dengar suara mereka, kampus jangan ikut-ikut merampas hidup petani,&quot; jelas koordinator PPLP, Widodo saat dikonfirmasi.
Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa juga turut serta menuntut agar UGM kembali pada visi kerakyatan. Adapun elemen mahasiswa yang mengikuti unjuk rasa itu terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM serta Komunitas Gusdurian Yogyakarta. &quot;Ada dari kawan-kawan mahasiswa yang meminta kampusnya untuk kembali jadi kerakyatan,&quot; pungkasnya.
Seperti diketahui, saat ini di Pegunungan Kendeng Utara, tengah didirkan Pabrik Semen Indonesia di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Sementara di lokasi tersebut, ribuan petani menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Mereka khawatir, aktifitas pertambangan membuat penurunan kualitas lingkungan mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
