<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warisan Kebijakan Lee Kuan Yew untuk Singapura </title><description>Semasa hidup, dia mewariskan sejumlah warisan yang terus digunakan Singapura hingga kini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/23/18/1122731/warisan-kebijakan-lee-kuan-yew-untuk-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/23/18/1122731/warisan-kebijakan-lee-kuan-yew-untuk-singapura"/><item><title>Warisan Kebijakan Lee Kuan Yew untuk Singapura </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/23/18/1122731/warisan-kebijakan-lee-kuan-yew-untuk-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/23/18/1122731/warisan-kebijakan-lee-kuan-yew-untuk-singapura</guid><pubDate>Senin 23 Maret 2015 09:57 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Mujiraharja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/23/18/1122731/warisan-kebijakan-lee-kuan-yew-untuk-singapura-DL8qUOTnZR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/23/18/1122731/warisan-kebijakan-lee-kuan-yew-untuk-singapura-DL8qUOTnZR.jpg</image><title>Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew. (Foto: Reuters)</title></images><description>
SINGAPURA &amp;ndash; Pagi ini, Lee Kuan Yew mengembuskan napas terakhir di usia 91 tahun. Semasa hidup, dia mewariskan sejumlah warisan yang terus digunakan Singapura hingga kini.
Sebagaimana diberitakan Asia One, Senin (23/3/2015), berikut ini beberapa kebijakan yang ditinggalkan Lee Kuan Yew.
1. Membuat Undang-Undang (UU)
Salah satu konsep yang diterapkan Lee Kuan Yew dalam membangun Singapura adalah membuat UU. Dia percaya UU merupakan sebuah kerangka dasar bagi stabilitas sosial dan pembangunan.
2. Membatasi Demokrasi
Kebijakan Lee Kuan Yew dan caranya memimpin mendapat banyak kritik dari negara Barat karena membatasi Demokrasi di Singapura. Namun, dia memiliki pendapat tersendiri mengenai demokrasi.
&quot;Saya tidak pernah khawatir yang berlebihan atau terobsesi dengan jajak pendapat atau jajak pendapat. Antara dicintai dan menjadi takut, saya selalu percaya Machiavel Lee benar. Jika tidak ada yang takut terhadap saya, maka saya tidak berarti,&amp;rdquo; ungkap Lee Kuan Yew, ketika itu.
Dia menyatakan bahwa setelah masyarakat memilih pemimpin maka harus menerima undang-undang yang diberlakukan dan membuat upaya bersama untuk mencapai tujuan pembangunan.
3. Mempromosikan Pembangunan Ekonomi
Lee mendorong inovasi dan membuka pintu untuk dunia luar. Dia mengatakan bahwa kualitas sumber daya bangsa ada di tenaga kerja yang menjadi faktor paling menentukan dalam daya saing nasional.
Di bawah peraturannya, pelaksanaan kebijakan ekonomi internasional telah membuat Singapura menjadi salah satu basis manufaktur yang paling penting dari ekspor dan impor.
4. Peraturan Wajib Militer
Lee diminta untuk membangun Angkatan Bersenjata Singapura (SAF). Dia meminta bantuan dari negara-negara lain, khususnya Israel, seperti nasihat pelatihan dan fasilitas.
Lee memperkenalkan wajib militer. Semua laki-laki usia bertubuh sehat di usia 18 tahun ke atas diperlukan mengikuti Jasa Nasional (NS), baik di Angkatan Bersenjata, Kepolisian, maupun Angkatan Pertahanan Sipil Singapura.
5. Sistem Kesejahteraan yang Unik
Lee menerapkan sistem Central Provident Fund. Ini merupakan sebuah sistem bagi warga Singapura yang sudah bekerja untuk wajib menabung, terutama guna dana pensiun, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga.
6. Menekankan Pentingnya Pengetahuan
Lee menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa induk di Singapura, sedangkan China sebagai bahasa kedua Singapura. Dia ingin membentuk pola pikir Inggris di warga Singapura. Dia menekankan pentingnya pengetahuan dalam transformasi ekonomi tetapi juga menolak pemisahan klasik antara beasiswa dan kewirausahaan.
7. Mendorong Warganya Menerima Imigran
Lee menerima warga imigran dan meminta kepada masyarakat Singapura untuk membantu mereka beradaptasi di lingkungannya.
</description><content:encoded>
SINGAPURA &amp;ndash; Pagi ini, Lee Kuan Yew mengembuskan napas terakhir di usia 91 tahun. Semasa hidup, dia mewariskan sejumlah warisan yang terus digunakan Singapura hingga kini.
Sebagaimana diberitakan Asia One, Senin (23/3/2015), berikut ini beberapa kebijakan yang ditinggalkan Lee Kuan Yew.
1. Membuat Undang-Undang (UU)
Salah satu konsep yang diterapkan Lee Kuan Yew dalam membangun Singapura adalah membuat UU. Dia percaya UU merupakan sebuah kerangka dasar bagi stabilitas sosial dan pembangunan.
2. Membatasi Demokrasi
Kebijakan Lee Kuan Yew dan caranya memimpin mendapat banyak kritik dari negara Barat karena membatasi Demokrasi di Singapura. Namun, dia memiliki pendapat tersendiri mengenai demokrasi.
&quot;Saya tidak pernah khawatir yang berlebihan atau terobsesi dengan jajak pendapat atau jajak pendapat. Antara dicintai dan menjadi takut, saya selalu percaya Machiavel Lee benar. Jika tidak ada yang takut terhadap saya, maka saya tidak berarti,&amp;rdquo; ungkap Lee Kuan Yew, ketika itu.
Dia menyatakan bahwa setelah masyarakat memilih pemimpin maka harus menerima undang-undang yang diberlakukan dan membuat upaya bersama untuk mencapai tujuan pembangunan.
3. Mempromosikan Pembangunan Ekonomi
Lee mendorong inovasi dan membuka pintu untuk dunia luar. Dia mengatakan bahwa kualitas sumber daya bangsa ada di tenaga kerja yang menjadi faktor paling menentukan dalam daya saing nasional.
Di bawah peraturannya, pelaksanaan kebijakan ekonomi internasional telah membuat Singapura menjadi salah satu basis manufaktur yang paling penting dari ekspor dan impor.
4. Peraturan Wajib Militer
Lee diminta untuk membangun Angkatan Bersenjata Singapura (SAF). Dia meminta bantuan dari negara-negara lain, khususnya Israel, seperti nasihat pelatihan dan fasilitas.
Lee memperkenalkan wajib militer. Semua laki-laki usia bertubuh sehat di usia 18 tahun ke atas diperlukan mengikuti Jasa Nasional (NS), baik di Angkatan Bersenjata, Kepolisian, maupun Angkatan Pertahanan Sipil Singapura.
5. Sistem Kesejahteraan yang Unik
Lee menerapkan sistem Central Provident Fund. Ini merupakan sebuah sistem bagi warga Singapura yang sudah bekerja untuk wajib menabung, terutama guna dana pensiun, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga.
6. Menekankan Pentingnya Pengetahuan
Lee menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa induk di Singapura, sedangkan China sebagai bahasa kedua Singapura. Dia ingin membentuk pola pikir Inggris di warga Singapura. Dia menekankan pentingnya pengetahuan dalam transformasi ekonomi tetapi juga menolak pemisahan klasik antara beasiswa dan kewirausahaan.
7. Mendorong Warganya Menerima Imigran
Lee menerima warga imigran dan meminta kepada masyarakat Singapura untuk membantu mereka beradaptasi di lingkungannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
