<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Sulit &quot;Kudeta&quot; Mega di PDIP</title><description>Jokowi sulit kudeta Mega di PDIP, karena mantan Gubernur DKI itu sudah menerapkan larangan merangkap jabatan bagi para menterinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/23/337/1122912/jokowi-sulit-kudeta-mega-di-pdip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/23/337/1122912/jokowi-sulit-kudeta-mega-di-pdip"/><item><title>Jokowi Sulit &quot;Kudeta&quot; Mega di PDIP</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/23/337/1122912/jokowi-sulit-kudeta-mega-di-pdip</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/23/337/1122912/jokowi-sulit-kudeta-mega-di-pdip</guid><pubDate>Senin 23 Maret 2015 15:00 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/23/337/1122912/jokowi-sulit-kudeta-mega-di-pdip-LvhLB2H51F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Sulit &quot;Kudeta&quot; Megawati di PDIP (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/23/337/1122912/jokowi-sulit-kudeta-mega-di-pdip-LvhLB2H51F.jpg</image><title>Jokowi Sulit &quot;Kudeta&quot; Megawati di PDIP (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, sulit bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'mengkudeta' Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari tangan Megawati Soekarnoputri.
Arbi Sanit mengakui, di internal PDIP memang tengah mengalami krisis kepemimpinan. Namun tetap saja mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak mudah mendapatkan kursi PDIP I.
&quot;Dan yang baru seperti Presiden Jokowi sekalipun belum bisa tampil menyaingi Megawati,&amp;rdquo; kata Arbi saat dihubungi, Senin (23/3/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/10/18009/112275_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Meskipun berdasarkan survei Pooltracking Institute, Jokowi paling layak pimpin PDIP, maka akan mendapat banyak penolakan dari internal PDIP. Dia meminta Jokowi supaya tidak perlu mengejar kekuasaan.
Arbi menilai, Jokowi akan mengalami kendala, pasalnya sudah membuat kebijakan bahwa pejabat publik tidak boleh merangkap jabatan.
&quot;Masak ke menterinya dia tegaskan enggak boleh rangkap jabatan, dia sendiri rangkap jabatan?,&amp;rdquo; tegasnya. (Sindonews)

</description><content:encoded>
JAKARTA - Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, sulit bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'mengkudeta' Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari tangan Megawati Soekarnoputri.
Arbi Sanit mengakui, di internal PDIP memang tengah mengalami krisis kepemimpinan. Namun tetap saja mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak mudah mendapatkan kursi PDIP I.
&quot;Dan yang baru seperti Presiden Jokowi sekalipun belum bisa tampil menyaingi Megawati,&amp;rdquo; kata Arbi saat dihubungi, Senin (23/3/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/10/18009/112275_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Meskipun berdasarkan survei Pooltracking Institute, Jokowi paling layak pimpin PDIP, maka akan mendapat banyak penolakan dari internal PDIP. Dia meminta Jokowi supaya tidak perlu mengejar kekuasaan.
Arbi menilai, Jokowi akan mengalami kendala, pasalnya sudah membuat kebijakan bahwa pejabat publik tidak boleh merangkap jabatan.
&quot;Masak ke menterinya dia tegaskan enggak boleh rangkap jabatan, dia sendiri rangkap jabatan?,&amp;rdquo; tegasnya. (Sindonews)

</content:encoded></item></channel></rss>
