<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ICW Akan Laporkan Korupsi Pengadaan Buku DKI ke KPK</title><description>Peneliti ICW Febri Hendri, berencana melaporkan dugaan korupsi pengadaan buku yang melibat anggota DPRD DKI Jakarta, ke KPK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/24/338/1123251/icw-akan-laporkan-korupsi-pengadaan-buku-dki-ke-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/24/338/1123251/icw-akan-laporkan-korupsi-pengadaan-buku-dki-ke-kpk"/><item><title>ICW Akan Laporkan Korupsi Pengadaan Buku DKI ke KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/24/338/1123251/icw-akan-laporkan-korupsi-pengadaan-buku-dki-ke-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/24/338/1123251/icw-akan-laporkan-korupsi-pengadaan-buku-dki-ke-kpk</guid><pubDate>Selasa 24 Maret 2015 04:31 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/24/338/1123251/icw-akan-laporkan-korupsi-pengadaan-buku-dki-ke-kpk-88HAPyvvfs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Febri Hendri (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/24/338/1123251/icw-akan-laporkan-korupsi-pengadaan-buku-dki-ke-kpk-88HAPyvvfs.jpg</image><title>Febri Hendri (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, mengungkapkan pihaknya berencana melaporkan dugaan korupsi pengadaan buku yang melibat anggota DPRD DKI Jakarta, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, terdapat unsur korupsi hasil kerjasama dengan anak Kepala Seksi Bidang Sarana dan Prasana Sudin Pendidikan Jakarta Barat, Alex Usman, yakni Rina Aditya Sartika.

&quot;Dalam waktu dekat akan kami laporkan ke KPK,&quot; kata Febri usai forum diskusi, bertajuk Kupas Tuntas Skandal Korupsi Proyek UPS, di Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015).

Febri menambahkan, kasus dugaan korupsi itu terjadi melalui modus mark up anggaran pengadaan buku. Sekedar informasi, Alex Usman kini sedang menjalani pemeriksaan di Mabes Polri terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Uninterubtable Power Supply (UPS) yang menggunakan dana APBD dibeberapa sekolah di Jakarta Barat pada tahun 2014.

&quot;Total kerugian negara nanti ya pas dilaporkan ke KPK,&quot; imbuhnya.

Seperti diketahui, Rina telah membuat enam buku ketika berkampanye untuk memperebutkan kursi DPRD DKI periode 2014-2019. Anggaran keenam buku tersebut senilai Rp390 Juta dan menggunakan dana APBD Perubahan dan berubah menjadi Rp500 Juta per buku.

Berikut judul buku yang ada di APBD Perubahan 2014:

1. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku Rezim ke Rezim untuk SMA/SMK, Rp 500 juta,

2. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi, Rp 500 juta,

3. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku  Dari Delman Menuju MRT untuk SMA/SMK, Rp 500 juta,

4. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku  Perempuan untuk SMA/SMK, Rp 500 juta,

5. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku  Jakarta Dulu Rawa Kini Menara untuk SMA/SMK, Rp 500 juta,

6. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku  Menapak Kota Harapan untuk SMA/SMK, Rp 500 juta.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, mengungkapkan pihaknya berencana melaporkan dugaan korupsi pengadaan buku yang melibat anggota DPRD DKI Jakarta, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, terdapat unsur korupsi hasil kerjasama dengan anak Kepala Seksi Bidang Sarana dan Prasana Sudin Pendidikan Jakarta Barat, Alex Usman, yakni Rina Aditya Sartika.

&quot;Dalam waktu dekat akan kami laporkan ke KPK,&quot; kata Febri usai forum diskusi, bertajuk Kupas Tuntas Skandal Korupsi Proyek UPS, di Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015).

Febri menambahkan, kasus dugaan korupsi itu terjadi melalui modus mark up anggaran pengadaan buku. Sekedar informasi, Alex Usman kini sedang menjalani pemeriksaan di Mabes Polri terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Uninterubtable Power Supply (UPS) yang menggunakan dana APBD dibeberapa sekolah di Jakarta Barat pada tahun 2014.

&quot;Total kerugian negara nanti ya pas dilaporkan ke KPK,&quot; imbuhnya.

Seperti diketahui, Rina telah membuat enam buku ketika berkampanye untuk memperebutkan kursi DPRD DKI periode 2014-2019. Anggaran keenam buku tersebut senilai Rp390 Juta dan menggunakan dana APBD Perubahan dan berubah menjadi Rp500 Juta per buku.

Berikut judul buku yang ada di APBD Perubahan 2014:

1. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku Rezim ke Rezim untuk SMA/SMK, Rp 500 juta,

2. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi, Rp 500 juta,

3. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku  Dari Delman Menuju MRT untuk SMA/SMK, Rp 500 juta,

4. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku  Perempuan untuk SMA/SMK, Rp 500 juta,

5. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku  Jakarta Dulu Rawa Kini Menara untuk SMA/SMK, Rp 500 juta,

6. 3.08.01.03.0000.000--Pengadaan buku  Menapak Kota Harapan untuk SMA/SMK, Rp 500 juta.
</content:encoded></item></channel></rss>
