<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahok Enggan Pakai Juru Bicara</title><description>Ahok enggan pakai juru bicara, meski seringkali pernyataanya kontroversi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/24/338/1123491/ahok-enggan-pakai-juru-bicara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/24/338/1123491/ahok-enggan-pakai-juru-bicara"/><item><title>Ahok Enggan Pakai Juru Bicara</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/24/338/1123491/ahok-enggan-pakai-juru-bicara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/24/338/1123491/ahok-enggan-pakai-juru-bicara</guid><pubDate>Selasa 24 Maret 2015 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/24/338/1123491/ahok-enggan-pakai-juru-bicara-KLMJgBf81F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/24/338/1123491/ahok-enggan-pakai-juru-bicara-KLMJgBf81F.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menilai pernyataannya menggunakan bahasa toilet saat diwawancarai Kompas TV beberapa hari lalu, wajar.
&quot;Aku kira bahasa toilet itu biasa saja, tapi ternyata kasar,&quot; ungkap Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/3/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu enggan menggunakan jasa juru bicara (jubir) karena akan belajar menggunakan bahasa yang santun sebagai pejabat publik.
&quot;Kalau sekarang saya pakai jubir, kalian tanya ke saya tapi saya bilang biar jubir yang jawab, mau enggak? Gua rasa kalian langsung pulang enggak mau datang lagi,&quot; papar Ahok.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/02/17888/111444_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Suami Veronica Tan itu berjanji akan berkata sopan setelah dinasihati oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. &quot;Ya sudahlah aku perlu belajar lagi. Kata Pak JK saya boleh keras dan tegas tapi jangan kasar. Ini kan jadi persoalannya, makanya saya akan belajar,&quot; tandasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yNi8yMi81OTU2NC80MDgxNTY2Njc4MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</description><content:encoded>
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menilai pernyataannya menggunakan bahasa toilet saat diwawancarai Kompas TV beberapa hari lalu, wajar.
&quot;Aku kira bahasa toilet itu biasa saja, tapi ternyata kasar,&quot; ungkap Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/3/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu enggan menggunakan jasa juru bicara (jubir) karena akan belajar menggunakan bahasa yang santun sebagai pejabat publik.
&quot;Kalau sekarang saya pakai jubir, kalian tanya ke saya tapi saya bilang biar jubir yang jawab, mau enggak? Gua rasa kalian langsung pulang enggak mau datang lagi,&quot; papar Ahok.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/02/17888/111444_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Suami Veronica Tan itu berjanji akan berkata sopan setelah dinasihati oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. &quot;Ya sudahlah aku perlu belajar lagi. Kata Pak JK saya boleh keras dan tegas tapi jangan kasar. Ini kan jadi persoalannya, makanya saya akan belajar,&quot; tandasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yNi8yMi81OTU2NC80MDgxNTY2Njc4MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
