<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Surat Cinta&quot; untuk Bupati Bangkalan</title><description>Salah seorang warga Bangkalan, Madura, mengirimkan surat &quot;cinta&quot; kepada bupatinya, RK Muh Makmun Ibnu Fuad.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/24/340/1123436/surat-cinta-untuk-bupati-bangkalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/24/340/1123436/surat-cinta-untuk-bupati-bangkalan"/><item><title>&quot;Surat Cinta&quot; untuk Bupati Bangkalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/24/340/1123436/surat-cinta-untuk-bupati-bangkalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/24/340/1123436/surat-cinta-untuk-bupati-bangkalan</guid><pubDate>Selasa 24 Maret 2015 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/24/340/1123436/surat-cinta-untuk-bupati-bangkalan-XY98VwD54P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Bangkalan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/24/340/1123436/surat-cinta-untuk-bupati-bangkalan-XY98VwD54P.jpg</image><title>Bupati Bangkalan</title></images><description>BANGKALAN - Surat cinta tidak hanya dilayangkan untuk sang kekasih demi mengungkapkan perasaan hatinya. Salah seorang warga Bangkalan, Madura, juga mengirimkan surat &quot;cinta&quot; kepada bupatinya, RK Muh Makmun Ibnu Fuad.
Pria ini mengirim surat cintanya melalui media soal. Isi dalam surat cinta tersebut mengkritisi kinerja Bupati termuda se-Indonesia tersebut. Sebab, akhir-akhir ini putra tersangka KPK dalam kasus suap gas, Fuad Ali Imron itu jarang terlihat berada di kantor.
Akibatnya, tugas-tugas yang harus dilaksanakan ada yang terbengkalai. Sehingga distribusi anggaran belum berjalan norml, mulai dari pembayaran honor sampai pelaksanan kegiatan. Karena secara administratif dikabarkan Bupati belum tanda tangan.
Padahal, APBD Kabupaten Bangkalan senilai Rp1,7 triliun sudah disahkan sejak awal tahun. Seharusnya distribusi anggaran berjalan sesuai ploting yang telah ditetapkan sebelumnya. Begitu juga dengan sejumlah kegiatan harus berjalan.
&quot;Saya mengirimkan surat karena ingin pemerintahan ini berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, kabarnya banyak kegiatan yang belum berjalan karena tidak ada tanda tangan bupati,&quot; terang salah seorang warga Bangkalan, Aliman Haris, Selasa (24/3/2015).
Menurut Aliman, pembayaran honor untuk pegawai sukarelawan (sukwan) yang ada di lingkungan Pemkab Bangkalan juga belum normal. Artinya, masih banyak sukwan yang belum menerima honor.
&quot;Pemerintah itu berfungsi untuk melayani masyarakat. Sama halnya dengan ketiga fungsi anggaran. Semuanya bernilai pelayanan. Alokasi anggaran yang sudah direncanakan harus terdistribusikan untuk menciptakan kestabilan,&quot; tukas pembina LSM Leksdam ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, banyak berkas kegiatan belum ditandatangani Bupati Bangkalan, RK Muh Makmun Ibnu Fuad. Akibatnya, sejumlah kegiatan belum bisa digelar karena masih menunggu tanda tangan dari Bupati.
Berikut surat cinta dari Aliman Haris untuk Bupati Bangkalan:
APBD itu mempunyai tiga fungsi, 1. Alokasi, 2. Distribusi 3. Stabilisasi.
Alokasi anggaran yang sudah direncanakan harus terdistribusikan untuk menciptakn kestabilan.
Ada kabar bahwa  distribusi anggaran belum normal berjalan dari pembayaran honor sampai pelaksanan kegiatan. Karena secara administratif Bupati belum tanda tangan.
Pak Bupati......!!!
Jika kabar ini benar, maka segera selesaikan agar cepat kelar.
Jangan sampai mengganggu stabilitas, akibat distribusi anggran tidak tuntas.
Pak Bupati.....!!!
Sibuklah dengan tugas2mu dan repotlah dengan tanggung jawabmu di setiap waktu.</description><content:encoded>BANGKALAN - Surat cinta tidak hanya dilayangkan untuk sang kekasih demi mengungkapkan perasaan hatinya. Salah seorang warga Bangkalan, Madura, juga mengirimkan surat &quot;cinta&quot; kepada bupatinya, RK Muh Makmun Ibnu Fuad.
Pria ini mengirim surat cintanya melalui media soal. Isi dalam surat cinta tersebut mengkritisi kinerja Bupati termuda se-Indonesia tersebut. Sebab, akhir-akhir ini putra tersangka KPK dalam kasus suap gas, Fuad Ali Imron itu jarang terlihat berada di kantor.
Akibatnya, tugas-tugas yang harus dilaksanakan ada yang terbengkalai. Sehingga distribusi anggaran belum berjalan norml, mulai dari pembayaran honor sampai pelaksanan kegiatan. Karena secara administratif dikabarkan Bupati belum tanda tangan.
Padahal, APBD Kabupaten Bangkalan senilai Rp1,7 triliun sudah disahkan sejak awal tahun. Seharusnya distribusi anggaran berjalan sesuai ploting yang telah ditetapkan sebelumnya. Begitu juga dengan sejumlah kegiatan harus berjalan.
&quot;Saya mengirimkan surat karena ingin pemerintahan ini berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, kabarnya banyak kegiatan yang belum berjalan karena tidak ada tanda tangan bupati,&quot; terang salah seorang warga Bangkalan, Aliman Haris, Selasa (24/3/2015).
Menurut Aliman, pembayaran honor untuk pegawai sukarelawan (sukwan) yang ada di lingkungan Pemkab Bangkalan juga belum normal. Artinya, masih banyak sukwan yang belum menerima honor.
&quot;Pemerintah itu berfungsi untuk melayani masyarakat. Sama halnya dengan ketiga fungsi anggaran. Semuanya bernilai pelayanan. Alokasi anggaran yang sudah direncanakan harus terdistribusikan untuk menciptakan kestabilan,&quot; tukas pembina LSM Leksdam ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, banyak berkas kegiatan belum ditandatangani Bupati Bangkalan, RK Muh Makmun Ibnu Fuad. Akibatnya, sejumlah kegiatan belum bisa digelar karena masih menunggu tanda tangan dari Bupati.
Berikut surat cinta dari Aliman Haris untuk Bupati Bangkalan:
APBD itu mempunyai tiga fungsi, 1. Alokasi, 2. Distribusi 3. Stabilisasi.
Alokasi anggaran yang sudah direncanakan harus terdistribusikan untuk menciptakn kestabilan.
Ada kabar bahwa  distribusi anggaran belum normal berjalan dari pembayaran honor sampai pelaksanan kegiatan. Karena secara administratif Bupati belum tanda tangan.
Pak Bupati......!!!
Jika kabar ini benar, maka segera selesaikan agar cepat kelar.
Jangan sampai mengganggu stabilitas, akibat distribusi anggran tidak tuntas.
Pak Bupati.....!!!
Sibuklah dengan tugas2mu dan repotlah dengan tanggung jawabmu di setiap waktu.</content:encoded></item></channel></rss>
