<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golkar Harus Mawas Diri!</title><description>
Pakar ilmu politik dari LIPI, Siti Zuhro meminta agar kedua kubu Partai Golkar, Agung Laksono dan Aburizal Bakrie mawas diri.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/29/337/1125937/golkar-harus-mawas-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/29/337/1125937/golkar-harus-mawas-diri"/><item><title>Golkar Harus Mawas Diri!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/29/337/1125937/golkar-harus-mawas-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/29/337/1125937/golkar-harus-mawas-diri</guid><pubDate>Minggu 29 Maret 2015 09:01 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/29/337/1125937/golkar-harus-mawas-diri-QmsnBcpTYu.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/29/337/1125937/golkar-harus-mawas-diri-QmsnBcpTYu.jpg</image><title></title></images><description>
JAKARTA - Pakar ilmu politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro meminta agar kedua kubu Partai Golkar, Agung Laksono dan Aburizal Bakrie mawas diri.

&quot;Solusi yang paling tangible (nyata) dan reliable (paling diandalkan) adalah kedua kubu seharusnya introspeksi atau mawas diri memahami penilaian publik bahwa rebutan kekuasaan seperti ini sangat merugikan bagi partai Golkar,&quot; ujar Siti Zuhro saat berbincang dengan Okezone, Minggu (29/3/2015).

Kata dia, Kedua kubu tidak boleh berpikir kepentingan hanya untuk sesaat saja, dam mengabaikan kepentingan jangka panjang institusi sebagai pilar penting demokrasi.

&quot;Makna Partai Golkar sebagai pilar penting demokrasi menjadi tak tampak karena para elitenya lebih menyukai kegaduhan politik, sulit berislah dan enggan melakukan musyawarah,&quot; tuturnya.

Kematangan politik para elite Golkar, sambung dia, saat ini sedang diuji apakah mampu untuk mengakhiri kisruhnya secara damai ataukah makin panas.

&quot;sehingga konflik dengan menggunakan cara-cara kekerasan tak terhindarkan,&quot; sambungnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/03/11/18843/117630_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Kata dia, kekisruhan internal Partai Golkar semakin memanas setelah ditetapkannya kubu Agung Laksono sebagai pengurus Golkar yang sah.

&quot;Lalu Gugatan yang dilayangkan kubu Aburizal Bakrie melalui PTUN Jakarta Utara secara hukum belum selesai. Namun kubu Agung secara politik ingin merombak komposisi pimpinan fraksi di DPR. Tarik-menarik kekuatan itulah yang menyebabkan kondisi politik Golkar makin memanas,&quot; pungkasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8yNC8yMi82MDI5Ny80MTMwNDMxOTE0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pakar ilmu politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro meminta agar kedua kubu Partai Golkar, Agung Laksono dan Aburizal Bakrie mawas diri.

&quot;Solusi yang paling tangible (nyata) dan reliable (paling diandalkan) adalah kedua kubu seharusnya introspeksi atau mawas diri memahami penilaian publik bahwa rebutan kekuasaan seperti ini sangat merugikan bagi partai Golkar,&quot; ujar Siti Zuhro saat berbincang dengan Okezone, Minggu (29/3/2015).

Kata dia, Kedua kubu tidak boleh berpikir kepentingan hanya untuk sesaat saja, dam mengabaikan kepentingan jangka panjang institusi sebagai pilar penting demokrasi.

&quot;Makna Partai Golkar sebagai pilar penting demokrasi menjadi tak tampak karena para elitenya lebih menyukai kegaduhan politik, sulit berislah dan enggan melakukan musyawarah,&quot; tuturnya.

Kematangan politik para elite Golkar, sambung dia, saat ini sedang diuji apakah mampu untuk mengakhiri kisruhnya secara damai ataukah makin panas.

&quot;sehingga konflik dengan menggunakan cara-cara kekerasan tak terhindarkan,&quot; sambungnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/03/11/18843/117630_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Kata dia, kekisruhan internal Partai Golkar semakin memanas setelah ditetapkannya kubu Agung Laksono sebagai pengurus Golkar yang sah.

&quot;Lalu Gugatan yang dilayangkan kubu Aburizal Bakrie melalui PTUN Jakarta Utara secara hukum belum selesai. Namun kubu Agung secara politik ingin merombak komposisi pimpinan fraksi di DPR. Tarik-menarik kekuatan itulah yang menyebabkan kondisi politik Golkar makin memanas,&quot; pungkasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8yNC8yMi82MDI5Ny80MTMwNDMxOTE0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
