<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ritual Buang-Buang untuk Buaya &quot;Penjaga&quot; Sungai Kapuas</title><description>Ritual Buang-Buang diyakini bisa membuat Buaya yang kerap disebut Kembaran di Sungai Kapuas tidak menggangu aktivitas masyarakat sekitar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/30/340/1126037/ritual-buang-buang-untuk-buaya-penjaga-sungai-kapuas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/30/340/1126037/ritual-buang-buang-untuk-buaya-penjaga-sungai-kapuas"/><item><title>Ritual Buang-Buang untuk Buaya &quot;Penjaga&quot; Sungai Kapuas</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/30/340/1126037/ritual-buang-buang-untuk-buaya-penjaga-sungai-kapuas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/30/340/1126037/ritual-buang-buang-untuk-buaya-penjaga-sungai-kapuas</guid><pubDate>Senin 30 Maret 2015 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Prihatini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/29/340/1126037/ritual-buang-buang-untuk-buaya-penjaga-sungai-kapuas-i54oeR3FsG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ritual Buang-Buang untuk Buaya Penjaga Sungai Kapuas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/29/340/1126037/ritual-buang-buang-untuk-buaya-penjaga-sungai-kapuas-i54oeR3FsG.jpg</image><title>Ritual Buang-Buang untuk Buaya Penjaga Sungai Kapuas (Foto: Okezone)</title></images><description>
PONTIANAK - Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dipercaya masyarakat sekitar memiliki penjaga yang biasa disebut sebagai Kembaran Mak Tua, seorang nenek yang sudah meninggal dunia. Kembaran bagi masyarakat setempat merupakan sosok buaya yang kerap muncul namun tak mengganggu.
Kemunculan Kembaran ini diyakini masyarakat tak lepas dari ritual Buang-Buang yang sudah dilakukan puluhan tahun masyarakat Kampung Bansir dan sekitar pesisir Sungai Kapuas.
Hal itu diamini oleh tokoh pemuda setempat yang bernama Atut.
&quot;Kalau masyarakat lupa dengan ritual &quot;buang-buang&quot; biasanya buaya langsung muncul. Tapi jika sudah dilakukan oleh tetua di kampung, buaya itu langsung pergi,&quot; katanya lagi.
Atut menambahkan, ritual Buang-Buang itu isinya berupa minyak, telur ayam kampung, benang, paku dan beras kuning.
Ia juga menambahkan buaya tersebut tidak pernah sama sekali mengganggu meski muncul di saat masyarakat melakukan aktivitas seperti mencuci, berenang maupun memancing di Sungai Kapuas.
&quot;Paling buaya muncul berjarak tiga atau beberapa meter dari tempat kami mencuci atau memancing, tetapi ia hanya menunjukkan kepalanya saja. Dari saya kecil memang buaya tidak pernah mengganggu manusia asli Pontianak,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>
PONTIANAK - Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dipercaya masyarakat sekitar memiliki penjaga yang biasa disebut sebagai Kembaran Mak Tua, seorang nenek yang sudah meninggal dunia. Kembaran bagi masyarakat setempat merupakan sosok buaya yang kerap muncul namun tak mengganggu.
Kemunculan Kembaran ini diyakini masyarakat tak lepas dari ritual Buang-Buang yang sudah dilakukan puluhan tahun masyarakat Kampung Bansir dan sekitar pesisir Sungai Kapuas.
Hal itu diamini oleh tokoh pemuda setempat yang bernama Atut.
&quot;Kalau masyarakat lupa dengan ritual &quot;buang-buang&quot; biasanya buaya langsung muncul. Tapi jika sudah dilakukan oleh tetua di kampung, buaya itu langsung pergi,&quot; katanya lagi.
Atut menambahkan, ritual Buang-Buang itu isinya berupa minyak, telur ayam kampung, benang, paku dan beras kuning.
Ia juga menambahkan buaya tersebut tidak pernah sama sekali mengganggu meski muncul di saat masyarakat melakukan aktivitas seperti mencuci, berenang maupun memancing di Sungai Kapuas.
&quot;Paling buaya muncul berjarak tiga atau beberapa meter dari tempat kami mencuci atau memancing, tetapi ia hanya menunjukkan kepalanya saja. Dari saya kecil memang buaya tidak pernah mengganggu manusia asli Pontianak,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
