<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNN Ungkap Identitas 10 Tahanan Narkoba yang Kabur</title><description>Para tahanan yang kabur merupakan jaringan Aceh dan Sandiago Hills.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/31/338/1127333/bnn-ungkap-identitas-10-tahanan-narkoba-yang-kabur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/31/338/1127333/bnn-ungkap-identitas-10-tahanan-narkoba-yang-kabur"/><item><title>BNN Ungkap Identitas 10 Tahanan Narkoba yang Kabur</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/31/338/1127333/bnn-ungkap-identitas-10-tahanan-narkoba-yang-kabur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/31/338/1127333/bnn-ungkap-identitas-10-tahanan-narkoba-yang-kabur</guid><pubDate>Selasa 31 Maret 2015 22:12 WIB</pubDate><dc:creator>Ajid Hendarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/31/338/1127333/bnn-ungkap-identitas-10-tahanan-narkoba-yang-kabur-3fUGmQ4s5Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BNN Ungkap Identitas 10 Tahanan Narkoba yang Kabur (Foto: Ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/31/338/1127333/bnn-ungkap-identitas-10-tahanan-narkoba-yang-kabur-3fUGmQ4s5Q.jpg</image><title>BNN Ungkap Identitas 10 Tahanan Narkoba yang Kabur (Foto: Ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA - Sepuluh orang tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang melarikan diri dengan cara menjebol tembok penjara bagian belakang, sekira puku 03.00 WIB, Selasa (31/3/2015) hingga saat ini masih diburu.
&amp;nbsp;

Adapun tersangka yang kabur tersebut diketahui jaringan Aceh yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu seberat 77,3 Kg. Di mana sebanyak lima orang berhasil ditangkap pada tanggal 15 Februari 2015.&amp;nbsp;
Kemudian, dua orang lainnya merupakan tahanan atas kasus sabu seberat 25,2 Kg. Mereka mengedarkan sabu di sekitar pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Mereka diciduk pada 19 Maret 2015 saat melakukan transaksi narkotika di area pemakaman mewah San Diego Hills, Karawang.
&quot;Kelima nama jaringan Aceh tersebut yakni, Abdullah alias Dulah (35), Langsa Baro Aceh Timur, Samsul Bahri alias Kombet (42), Julok Aceh Timur, Hamdani Razali (36), Darul Aman, Aceh Timur, Hasan Basri (35), Idi, Aceh Timur, Usman alias Raoh (42), Peurelak Barat, Aceh Timur,&quot; ujar Kepala Humas BNN Kombes Pol Slamet Pribadi, kepada wartawan di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/03/11/18844/117637_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ilustrasi

Kemudian, sambung Slamet, identitas tahanan lainnya yakni, dua orang Jaringan San Diego Hills yaitu, Apip Apriansyah (33) yang berdomisili di Jalan H. Doel No.26 RT 02/RW 05 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok dan M. Husein (42) di Puti Matangkuli di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, dan Jalan Perumahan Griya Indah, Kelurahan Karawang Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.
Slamet menambahkan, selain jaringan Aceh dan Jaringan San Diego Hills yang melarikan diri, ada pula tiga tahanan lainya yang tidak terkait dengan dua jaringan tersebut.
&quot;Selain lima orang tahanan jaringan Aceh dan kedua tahanan Jaringan San Diego Hills, ada ketiga tiga tahanan lainnya yang ikut melarikan diri. Yakni, Erik Yustin (39) beralamat di Perumahan Griya Katulampa Blok D 1 No.3 Kelurahan Katulampa, Kabupaten Bogor, yang ditangkap pada 30 Januari 2015 di daerah Cempaka Wangi, Jakarta Pusat. Karena terlibat dalam peredaran sabu sebanyak 7,6 Kg,&quot; ujarnya.
Erick merupakan kaki tangan dari Sylvester Obiekwe, seorang napi Nusakambangan yang mengendalikan narkotika dari dalam penjara. Kemudian, Harry Radiawana alias Pak De (74) berdomisili di Jalan Merpati Raya Bekasi Barat. Dia terlibat dalam transaksi narkotika jenis sabu seberat 5.327,3 gram dan 127 butir ekstasi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada 4 Februari 2015.
Terakhir, Franky Gozali alias Thomas (34), dia tinggal di Jalan Andi Tonro 1 No. 4 Makassar, Jalan Serba No. 15 RT 04/RW 2 Kecamatan Maricaya Makassar. Franky merupakan tahanan titipan dari BNNP DKI Jakarta. Franky terlibat peredaran sabu seberat 1,5 Kg. Berkas kasus Franky sudah dinyatakan P21 dan akan diserahkan ke Kejaksaan pada kamis pekan ini.
Slamet mengimbau, seluruh tahanan yang telah melarikan diri agar secepatnya menyerahkan diri sebelum pihak BNN melakukan tindakan yang lebih tegas kepada mereka.
&quot;Bagi sepuluh tahanan yang melarikan diri, jika mendengar dari pemberitaan ini, baiknya segera menyerahkan diri. Sebelum BNN lebih melakukan tindakan yang lebih tegas kepada mereka. Segera menyerahkan diri ke BNN, kembali ke penyidik, kembali ke tahanan,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8zMS8yMi82MDQ3NS80MTQzODY4Nzg0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sepuluh orang tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang melarikan diri dengan cara menjebol tembok penjara bagian belakang, sekira puku 03.00 WIB, Selasa (31/3/2015) hingga saat ini masih diburu.
&amp;nbsp;

Adapun tersangka yang kabur tersebut diketahui jaringan Aceh yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu seberat 77,3 Kg. Di mana sebanyak lima orang berhasil ditangkap pada tanggal 15 Februari 2015.&amp;nbsp;
Kemudian, dua orang lainnya merupakan tahanan atas kasus sabu seberat 25,2 Kg. Mereka mengedarkan sabu di sekitar pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Mereka diciduk pada 19 Maret 2015 saat melakukan transaksi narkotika di area pemakaman mewah San Diego Hills, Karawang.
&quot;Kelima nama jaringan Aceh tersebut yakni, Abdullah alias Dulah (35), Langsa Baro Aceh Timur, Samsul Bahri alias Kombet (42), Julok Aceh Timur, Hamdani Razali (36), Darul Aman, Aceh Timur, Hasan Basri (35), Idi, Aceh Timur, Usman alias Raoh (42), Peurelak Barat, Aceh Timur,&quot; ujar Kepala Humas BNN Kombes Pol Slamet Pribadi, kepada wartawan di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/03/11/18844/117637_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ilustrasi

Kemudian, sambung Slamet, identitas tahanan lainnya yakni, dua orang Jaringan San Diego Hills yaitu, Apip Apriansyah (33) yang berdomisili di Jalan H. Doel No.26 RT 02/RW 05 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok dan M. Husein (42) di Puti Matangkuli di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, dan Jalan Perumahan Griya Indah, Kelurahan Karawang Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.
Slamet menambahkan, selain jaringan Aceh dan Jaringan San Diego Hills yang melarikan diri, ada pula tiga tahanan lainya yang tidak terkait dengan dua jaringan tersebut.
&quot;Selain lima orang tahanan jaringan Aceh dan kedua tahanan Jaringan San Diego Hills, ada ketiga tiga tahanan lainnya yang ikut melarikan diri. Yakni, Erik Yustin (39) beralamat di Perumahan Griya Katulampa Blok D 1 No.3 Kelurahan Katulampa, Kabupaten Bogor, yang ditangkap pada 30 Januari 2015 di daerah Cempaka Wangi, Jakarta Pusat. Karena terlibat dalam peredaran sabu sebanyak 7,6 Kg,&quot; ujarnya.
Erick merupakan kaki tangan dari Sylvester Obiekwe, seorang napi Nusakambangan yang mengendalikan narkotika dari dalam penjara. Kemudian, Harry Radiawana alias Pak De (74) berdomisili di Jalan Merpati Raya Bekasi Barat. Dia terlibat dalam transaksi narkotika jenis sabu seberat 5.327,3 gram dan 127 butir ekstasi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada 4 Februari 2015.
Terakhir, Franky Gozali alias Thomas (34), dia tinggal di Jalan Andi Tonro 1 No. 4 Makassar, Jalan Serba No. 15 RT 04/RW 2 Kecamatan Maricaya Makassar. Franky merupakan tahanan titipan dari BNNP DKI Jakarta. Franky terlibat peredaran sabu seberat 1,5 Kg. Berkas kasus Franky sudah dinyatakan P21 dan akan diserahkan ke Kejaksaan pada kamis pekan ini.
Slamet mengimbau, seluruh tahanan yang telah melarikan diri agar secepatnya menyerahkan diri sebelum pihak BNN melakukan tindakan yang lebih tegas kepada mereka.
&quot;Bagi sepuluh tahanan yang melarikan diri, jika mendengar dari pemberitaan ini, baiknya segera menyerahkan diri. Sebelum BNN lebih melakukan tindakan yang lebih tegas kepada mereka. Segera menyerahkan diri ke BNN, kembali ke penyidik, kembali ke tahanan,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8zMS8yMi82MDQ3NS80MTQzODY4Nzg0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
