<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Skenario Kemlu Terjunkan Tim Evakuasi WNI ke Yaman</title><description>Kementerian Luar Negeri RI upayakan skenario pemberangkatan Tim Percepatan Evakuasi WNI dari Indonesia menuju Yaman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/01/18/1127833/skenario-kemlu-terjunkan-tim-evakuasi-wni-ke-yaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/01/18/1127833/skenario-kemlu-terjunkan-tim-evakuasi-wni-ke-yaman"/><item><title>Skenario Kemlu Terjunkan Tim Evakuasi WNI ke Yaman</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/01/18/1127833/skenario-kemlu-terjunkan-tim-evakuasi-wni-ke-yaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/01/18/1127833/skenario-kemlu-terjunkan-tim-evakuasi-wni-ke-yaman</guid><pubDate>Rabu 01 April 2015 19:59 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/01/18/1127833/skenario-kemlu-terjunkan-tim-evakuasi-wni-ke-yaman-til5ZNZ5bK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skenario Kemlu Terjunkan Tim Evakuasi WNI ke Yaman (Foto: Aji/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/01/18/1127833/skenario-kemlu-terjunkan-tim-evakuasi-wni-ke-yaman-til5ZNZ5bK.jpg</image><title>Skenario Kemlu Terjunkan Tim Evakuasi WNI ke Yaman (Foto: Aji/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah membentuk Tim Percepatan Evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Yaman. Tim itu dibentuk untuk membantu pihak KBRI Yaman mengungsikan para WNI keluar Yaman, dan mencari tempat yang lebih aman.
&amp;ldquo;Tim ini akan dibentuk menjadi dua gelombang. Tim pertama terdiri dari 15 orang gabungan dari Kemlu, Polri, TNI AU, dan BIN. Mereka akan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma dini hari ini menuju salah satu bandara yang aman di Kota Sanaa menggunakan pesawat Boeing 737 milik TNI AU,&amp;rdquo; ujar Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, saat ditemui kalangan media, di Jakarta, Rabu (1/4/2015).
&amp;ldquo;Tim kedua, terdiri dari delapan orang, akan bertolak besok pada pukul 19.00. Tim ini akan menuju bandara di Kota Salalah, perbatasan Yaman-Oman. Jadi, nantinya Kota Salalah akan menjadi base pesawat TNI AU, atau titik berkumpul Tim pertama dan kedua. Kenapa kami memilih Kota Salalah di Oman, pertama karena Negara Oman dinilai lebih aman. Kedua, di sana ada bandara internasional yang tidak terlalu sibuk. Ketiga, Oman kami nilai netral. Tidak memihak Yaman, maupun koalisi Arab Saudi,&amp;rdquo; lanjutnya.
Akan ada empat checkpoint dalam penjemputan WNI di Yaman. Checkpoint itu ada di Kota Salalah, perbatasan Yaman-Oman, Kota Al Hudaidah, Yaman, Kota Al Mukalla, Provinsi Hadramawt, Yaman, dan Kota Jizan, Arab Saudi.
&amp;ldquo;Jadi di empat tempat tadi terdapat Safe House yang dipersiapkan teman-teman KBRI di sana. Jadi semua WNI yang masih berada di daerah yang dinilai rawan, akan diungsikan sementara ke Safe House terdekat,&amp;rdquo; ujar Lalu Muhammad Iqbal.
Pria yang akrab disapa Iqbal itu menambahkan, rencana untuk mengirimkan tim untuk membantu pihak KBRI Yaman sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Sebelumnya, Kemlu sudah berkomunikasi dengan Duta Besar (Dubes) Yaman, Oman, dan Arab Saudi, untuk meminta bantuan.
&amp;ldquo;Jadi, kami meminta bantuan dan fasilitas kepada mereka perihal upaya evakuasi untuk mengirimkan tim dari Indonesia. Karena tentu saja pesawat kami perlu izin masuk dan flight clearance untuk mendarat di bandara-bandara yang memungkinkan di sana. Jadi, teman-teman di tim pertama dan kedua baru bisa berangkat kalau sudah dapat Visa multiple dari tiga negara tersebut. Alhamdulillah saat ini kami sudah dapat semua itu,&amp;rdquo; ujar Iqbal.
&amp;ldquo;Jadi itulah skenario yang telah kami rencanakan. Namun, skenario ini sifatnya dinamis, pasti masih akan ada banyak perubahan ketika menghadapi kondisi baru ketika tim kami sampai di Yaman,&amp;rdquo; tambahnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah membentuk Tim Percepatan Evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Yaman. Tim itu dibentuk untuk membantu pihak KBRI Yaman mengungsikan para WNI keluar Yaman, dan mencari tempat yang lebih aman.
&amp;ldquo;Tim ini akan dibentuk menjadi dua gelombang. Tim pertama terdiri dari 15 orang gabungan dari Kemlu, Polri, TNI AU, dan BIN. Mereka akan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma dini hari ini menuju salah satu bandara yang aman di Kota Sanaa menggunakan pesawat Boeing 737 milik TNI AU,&amp;rdquo; ujar Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, saat ditemui kalangan media, di Jakarta, Rabu (1/4/2015).
&amp;ldquo;Tim kedua, terdiri dari delapan orang, akan bertolak besok pada pukul 19.00. Tim ini akan menuju bandara di Kota Salalah, perbatasan Yaman-Oman. Jadi, nantinya Kota Salalah akan menjadi base pesawat TNI AU, atau titik berkumpul Tim pertama dan kedua. Kenapa kami memilih Kota Salalah di Oman, pertama karena Negara Oman dinilai lebih aman. Kedua, di sana ada bandara internasional yang tidak terlalu sibuk. Ketiga, Oman kami nilai netral. Tidak memihak Yaman, maupun koalisi Arab Saudi,&amp;rdquo; lanjutnya.
Akan ada empat checkpoint dalam penjemputan WNI di Yaman. Checkpoint itu ada di Kota Salalah, perbatasan Yaman-Oman, Kota Al Hudaidah, Yaman, Kota Al Mukalla, Provinsi Hadramawt, Yaman, dan Kota Jizan, Arab Saudi.
&amp;ldquo;Jadi di empat tempat tadi terdapat Safe House yang dipersiapkan teman-teman KBRI di sana. Jadi semua WNI yang masih berada di daerah yang dinilai rawan, akan diungsikan sementara ke Safe House terdekat,&amp;rdquo; ujar Lalu Muhammad Iqbal.
Pria yang akrab disapa Iqbal itu menambahkan, rencana untuk mengirimkan tim untuk membantu pihak KBRI Yaman sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Sebelumnya, Kemlu sudah berkomunikasi dengan Duta Besar (Dubes) Yaman, Oman, dan Arab Saudi, untuk meminta bantuan.
&amp;ldquo;Jadi, kami meminta bantuan dan fasilitas kepada mereka perihal upaya evakuasi untuk mengirimkan tim dari Indonesia. Karena tentu saja pesawat kami perlu izin masuk dan flight clearance untuk mendarat di bandara-bandara yang memungkinkan di sana. Jadi, teman-teman di tim pertama dan kedua baru bisa berangkat kalau sudah dapat Visa multiple dari tiga negara tersebut. Alhamdulillah saat ini kami sudah dapat semua itu,&amp;rdquo; ujar Iqbal.
&amp;ldquo;Jadi itulah skenario yang telah kami rencanakan. Namun, skenario ini sifatnya dinamis, pasti masih akan ada banyak perubahan ketika menghadapi kondisi baru ketika tim kami sampai di Yaman,&amp;rdquo; tambahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
