<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kontroversi Cium Tangan Era SBY &amp; Jokowi</title><description>Presiden Jokowi adalah tokoh yang sering mencium tangan pimpinan Partai Politik. Menterinya pun meniru kebiasaan Jokowi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/02/337/1127919/kontroversi-cium-tangan-era-sby-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/02/337/1127919/kontroversi-cium-tangan-era-sby-jokowi"/><item><title>Kontroversi Cium Tangan Era SBY &amp; Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/02/337/1127919/kontroversi-cium-tangan-era-sby-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/02/337/1127919/kontroversi-cium-tangan-era-sby-jokowi</guid><pubDate>Kamis 02 April 2015 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Abu Sahma Pane</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/01/337/1127919/kontroversi-cium-tangan-era-sby-jokowi-Fak7vAltwB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi saat mencium tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/01/337/1127919/kontroversi-cium-tangan-era-sby-jokowi-Fak7vAltwB.jpg</image><title>Presiden Jokowi saat mencium tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. (dok.Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Aksi cium tangan di antara pejabat dan politikus, dinilai bukan sebagai sikap hormat layaknya anak pada orang tua. Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Bakir Ihsan justru menilainya sebagai sikap politis. Aksi cium tangan itu akhirnya menuai kontroversi.
&amp;nbsp;

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal sebagai tokoh yang gemar mencium tangan penguasa di Partai Politik dan di Pemerintahan. Jelang Pemilihan 2014, ia sering mencium tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Pada 2012 lalu, pria kelahiran Solo itu juga tertangkap kamera mencium tangan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.
Pada akhirnya, untuk mencegah kontroversi, Jokowi diminta berhenti mencium tangan pejabat atau politikus di depan publik.
Enam bulan setelah Jokowi menjabat Presiden, kontroversi cium tangan pejabat kembali muncul. Pekan ini, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi, mencium  tangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di sela-sela Sidang Kabinet.
Pengamat Politik Bakir Ihsan menilai Aksi Yuddy itu politis. Sebab Puan berasal dari partai penguasa (PDIP) dan Yuddy dari partai pendukung penguasa, Partai Hanura.
&quot;Cium tangan dalam tradisi masyarakat kita merupakan simbol terima kasih atau penghormatan. Tapi saya melihat perilaku pejabat-politisi seperti Yuddy sebagai tindakan politis,&amp;rdquo; tuturnya.
Pada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kontroversi cium tangan juga sering mencuat. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dikritik karena mencium tangan SBY. Cium tangan Margiono dinilai merendahkan wibawa pers.
Tidak hanya itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI, Letjen Budiman juga dikritik karena mencium tangan SBY. Sebab dalam tradisi militer tidak ada sikap hormat dengan mencium tangan.
Ketua Umum PSSI 2010, Nurdin Halid ikut mencium tangan SBY usai laga Indonesia vs Filipina dalam lanjutan Piala AFF. Selepas itu Nurdin dikecam publik lewat media social twitter.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8yNy8yMi82MDQwNi80MTM3NTQzNDQyMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Aksi cium tangan di antara pejabat dan politikus, dinilai bukan sebagai sikap hormat layaknya anak pada orang tua. Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Bakir Ihsan justru menilainya sebagai sikap politis. Aksi cium tangan itu akhirnya menuai kontroversi.
&amp;nbsp;

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal sebagai tokoh yang gemar mencium tangan penguasa di Partai Politik dan di Pemerintahan. Jelang Pemilihan 2014, ia sering mencium tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Pada 2012 lalu, pria kelahiran Solo itu juga tertangkap kamera mencium tangan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.
Pada akhirnya, untuk mencegah kontroversi, Jokowi diminta berhenti mencium tangan pejabat atau politikus di depan publik.
Enam bulan setelah Jokowi menjabat Presiden, kontroversi cium tangan pejabat kembali muncul. Pekan ini, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi, mencium  tangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di sela-sela Sidang Kabinet.
Pengamat Politik Bakir Ihsan menilai Aksi Yuddy itu politis. Sebab Puan berasal dari partai penguasa (PDIP) dan Yuddy dari partai pendukung penguasa, Partai Hanura.
&quot;Cium tangan dalam tradisi masyarakat kita merupakan simbol terima kasih atau penghormatan. Tapi saya melihat perilaku pejabat-politisi seperti Yuddy sebagai tindakan politis,&amp;rdquo; tuturnya.
Pada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kontroversi cium tangan juga sering mencuat. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dikritik karena mencium tangan SBY. Cium tangan Margiono dinilai merendahkan wibawa pers.
Tidak hanya itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI, Letjen Budiman juga dikritik karena mencium tangan SBY. Sebab dalam tradisi militer tidak ada sikap hormat dengan mencium tangan.
Ketua Umum PSSI 2010, Nurdin Halid ikut mencium tangan SBY usai laga Indonesia vs Filipina dalam lanjutan Piala AFF. Selepas itu Nurdin dikecam publik lewat media social twitter.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8yNy8yMi82MDQwNi80MTM3NTQzNDQyMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
