<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golkar: Gaya Komunikasi Ahok Tidak Melanggar Etika</title><description>Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sering berkata kasar di depan media. Etika Ahok akhirnya disorot.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/02/338/1127916/golkar-gaya-komunikasi-ahok-tidak-melanggar-etika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/02/338/1127916/golkar-gaya-komunikasi-ahok-tidak-melanggar-etika"/><item><title>Golkar: Gaya Komunikasi Ahok Tidak Melanggar Etika</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/02/338/1127916/golkar-gaya-komunikasi-ahok-tidak-melanggar-etika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/02/338/1127916/golkar-gaya-komunikasi-ahok-tidak-melanggar-etika</guid><pubDate>Kamis 02 April 2015 05:45 WIB</pubDate><dc:creator>Abu Sahma Pane</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/01/338/1127916/golkar-gaya-komunikasi-ahok-tidak-melanggar-etika-ih1p61euFd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">GUbernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/01/338/1127916/golkar-gaya-komunikasi-ahok-tidak-melanggar-etika-ih1p61euFd.jpg</image><title>GUbernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama. (dok.Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok)dituding sering berbicara kasar di media. Oleh karena itu, DPRD DKI mengundang pakar komunikasi untuk menelaah gaya komunikasi Ahok tersebut. Hasilnya, gaya komunikasi pria asal Belitung itu dinyatakan tidak melanggar etika pejabat.
&amp;nbsp;

&amp;ldquo;DPRD kan sudah konsultasi dengan pakar komunikasi. Itu ditelaah dengan Undang-Undang yang mengatur norma dan etika pejabat. Kesimpulannya, Ahok dinilai belum melanggar norma atau etika,&amp;rdquo; ujar  Ketua Fraksi Golkar di DPRD DKI, Zainuddin kepada Okezone, Kamis (2/4/2015).
Ia menambahkan, meski belum melanggar etika dan norma pejabat, komunikasi Ahok di depan publik tetap dinilai buruk. Oleh karena itu, hasil konsultasi DPRD dengan pakar komunikasi meminta Ahok memperbaiki gaya komunikasinya.
&amp;ldquo;Kita tidak hanya minta masukan dari pakar komunikasi, namun juga dari sejumlah tokoh Jakarta. Rekomendasinya ya meminta Ahok memperbaiki komunikasinya,&amp;rdquo; ujar Zainudin.
Sebelumnya, gaya komunikasi Ahok disorot usai ia mengumpat dengan bahasa &amp;lsquo;toilet&amp;rsquo; dalam sebuah wawancara yang ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta. Sehari kemudian, Ahok minta maaf. Bahkan pilihan bahasanya kini lebih selektif. Misalnya mengganti kata &amp;lsquo;gue&amp;rsquo; dengan &amp;lsquo;saya&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;aku&amp;rsquo;.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Effendi Gazali memuji Ahok yang mengakui kesalahannya. Namun, Effendi tetap memperingatkan Ahok untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Sebab, itu akan merusak kredibilitasnya sebagai pejabat antikorupsi.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8xMy8yMi81OTk1NC80MTA4MzQzMTU5MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok)dituding sering berbicara kasar di media. Oleh karena itu, DPRD DKI mengundang pakar komunikasi untuk menelaah gaya komunikasi Ahok tersebut. Hasilnya, gaya komunikasi pria asal Belitung itu dinyatakan tidak melanggar etika pejabat.
&amp;nbsp;

&amp;ldquo;DPRD kan sudah konsultasi dengan pakar komunikasi. Itu ditelaah dengan Undang-Undang yang mengatur norma dan etika pejabat. Kesimpulannya, Ahok dinilai belum melanggar norma atau etika,&amp;rdquo; ujar  Ketua Fraksi Golkar di DPRD DKI, Zainuddin kepada Okezone, Kamis (2/4/2015).
Ia menambahkan, meski belum melanggar etika dan norma pejabat, komunikasi Ahok di depan publik tetap dinilai buruk. Oleh karena itu, hasil konsultasi DPRD dengan pakar komunikasi meminta Ahok memperbaiki gaya komunikasinya.
&amp;ldquo;Kita tidak hanya minta masukan dari pakar komunikasi, namun juga dari sejumlah tokoh Jakarta. Rekomendasinya ya meminta Ahok memperbaiki komunikasinya,&amp;rdquo; ujar Zainudin.
Sebelumnya, gaya komunikasi Ahok disorot usai ia mengumpat dengan bahasa &amp;lsquo;toilet&amp;rsquo; dalam sebuah wawancara yang ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta. Sehari kemudian, Ahok minta maaf. Bahkan pilihan bahasanya kini lebih selektif. Misalnya mengganti kata &amp;lsquo;gue&amp;rsquo; dengan &amp;lsquo;saya&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;aku&amp;rsquo;.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Effendi Gazali memuji Ahok yang mengakui kesalahannya. Namun, Effendi tetap memperingatkan Ahok untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Sebab, itu akan merusak kredibilitasnya sebagai pejabat antikorupsi.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8xMy8yMi81OTk1NC80MTA4MzQzMTU5MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
