<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warganya Gabung ISIS, Denmark Curhat ke NU</title><description>
Kedatangan Dubes Kerajaan Denmark, Casper untuk meminta masukan dalam mengatasi merebaknya radikalisme pada pemeluk Islam di negaranya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/08/337/1130685/warganya-gabung-isis-denmark-curhat-ke-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/08/337/1130685/warganya-gabung-isis-denmark-curhat-ke-nu"/><item><title>Warganya Gabung ISIS, Denmark Curhat ke NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/08/337/1130685/warganya-gabung-isis-denmark-curhat-ke-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/08/337/1130685/warganya-gabung-isis-denmark-curhat-ke-nu</guid><pubDate>Rabu 08 April 2015 02:21 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Saifulloh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/08/337/1130685/warganya-gabung-isis-denmark-curhat-ke-nu-y6DmjKUGe2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/08/337/1130685/warganya-gabung-isis-denmark-curhat-ke-nu-y6DmjKUGe2.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge,  bersilaturahim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kedatangan Casper untuk meminta masukan dalam mengatasi merebaknya radikalisme pada pemeluk Islam di negaranya.

&amp;ldquo;Sejauh ini sudah ada sekitar 125 orang warga negara kami yang bergabung dengan ISIS, sebagian besar adalah warga negara keturunan Palestina,&amp;rdquo; kata Casper membuka pembicaraannya dengan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Selasa (7/4/2015).
Casper menambahkan, bergabungnya sejumlah warga negara Denmark dengan ISIS menjadi keprihatinan tersendiri, dan mendapatkan perhatian serius pemerintahannya untuk diatasi. &amp;ldquo;Mereka memang warga negara keturunan, tapi lahir, besar, dan menempuh pendidikan di Denmark. Itu menimbulkan keprihatinan pada kami,&amp;rdquo; bebernya.
Untuk bisa mengatasi kondisi yang tengah dihadapi negaranya, Casper mengaku meminta masukan ke NU, yang dinilainya mampu menjadi tameng atas kondisi sama yang dialami Indonesia.
&amp;ldquo;Di Indonesia juga ada radikalisme, tepatnya sejak tahun 1980-an ketika faham Wahabi mulai masuk. Itu perlu diamati, dan di Indonesia ada BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) yang melakukannya,&amp;rdquo; jawab Kiai Said.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/03/23/19003/118591_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Lebih jauh untuk penanganan radikalisme di Indonesia, Kiai Said meminta agar Denmark bisa mengedepankan langkah deradikalisasi, yaitu mengajak kembali ke Islam yang mengedepankan sikap moderat.
&amp;ldquo;NU memiliki cabang di luar negeri, di beberapa negara di Eropa juga ada, seperti Jerman, Belanda, dan lain-lain. Mereka juga aktif membantu negara setempat mengatasi radikalisme yang ada,&amp;rdquo; tegas Kiai Said.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge,  bersilaturahim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kedatangan Casper untuk meminta masukan dalam mengatasi merebaknya radikalisme pada pemeluk Islam di negaranya.

&amp;ldquo;Sejauh ini sudah ada sekitar 125 orang warga negara kami yang bergabung dengan ISIS, sebagian besar adalah warga negara keturunan Palestina,&amp;rdquo; kata Casper membuka pembicaraannya dengan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Selasa (7/4/2015).
Casper menambahkan, bergabungnya sejumlah warga negara Denmark dengan ISIS menjadi keprihatinan tersendiri, dan mendapatkan perhatian serius pemerintahannya untuk diatasi. &amp;ldquo;Mereka memang warga negara keturunan, tapi lahir, besar, dan menempuh pendidikan di Denmark. Itu menimbulkan keprihatinan pada kami,&amp;rdquo; bebernya.
Untuk bisa mengatasi kondisi yang tengah dihadapi negaranya, Casper mengaku meminta masukan ke NU, yang dinilainya mampu menjadi tameng atas kondisi sama yang dialami Indonesia.
&amp;ldquo;Di Indonesia juga ada radikalisme, tepatnya sejak tahun 1980-an ketika faham Wahabi mulai masuk. Itu perlu diamati, dan di Indonesia ada BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) yang melakukannya,&amp;rdquo; jawab Kiai Said.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/03/23/19003/118591_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Lebih jauh untuk penanganan radikalisme di Indonesia, Kiai Said meminta agar Denmark bisa mengedepankan langkah deradikalisasi, yaitu mengajak kembali ke Islam yang mengedepankan sikap moderat.
&amp;ldquo;NU memiliki cabang di luar negeri, di beberapa negara di Eropa juga ada, seperti Jerman, Belanda, dan lain-lain. Mereka juga aktif membantu negara setempat mengatasi radikalisme yang ada,&amp;rdquo; tegas Kiai Said.
</content:encoded></item></channel></rss>
