<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Kirim Rudal Udara Mutakhir ke Iran</title><description>Pemerintah Rusia kembali akan mengirimkan sistem pertahanan udara, rudal S-300, ke Iran. Pemerintah AS keberatan dengan keputusan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/14/18/1133676/rusia-kirim-rudal-udara-mutakhir-ke-iran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/14/18/1133676/rusia-kirim-rudal-udara-mutakhir-ke-iran"/><item><title>Rusia Kirim Rudal Udara Mutakhir ke Iran</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/14/18/1133676/rusia-kirim-rudal-udara-mutakhir-ke-iran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/14/18/1133676/rusia-kirim-rudal-udara-mutakhir-ke-iran</guid><pubDate>Selasa 14 April 2015 07:57 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/14/18/1133676/rusia-kirim-rudal-udara-mutakhir-ke-iran-PIJJrywBZc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sistem pertahanan rudal udara S-300 (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/14/18/1133676/rusia-kirim-rudal-udara-mutakhir-ke-iran-PIJJrywBZc.jpg</image><title>Sistem pertahanan rudal udara S-300 (Foto: AP)</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Vladimir Putin, Presiden Rusia kirim rudal mutakhirnya ke Iran. Pengiriman S-300, yang merupakan salah satu senjata pertahanan paling ampuh di dunia sebagai tanda dibukanya kerjasama senjata Rusia-Iran.
Rudal udara S-300 memiliki jangkauan tembak hingga 200 kilometer. Rudal udara mutakhir itu juga memiliki kemampuan melacak dan menyerang beberapa target secara bersamaan. Rudal udara S-300 milik Rusia merupakan salah satu senjata pertahanan udara paling ampuh di dunia.
&amp;ldquo;Rudal udara S-300 adalah senjata eksklusif untuk pertahanan udara. Rudal ini tidak dapat dipakai untuk tujuan penyerangan. Saya yakin senjata pertahanan ini tidak akan membahayakan keamanan negara mana pun, termasuk Israel,&amp;rdquo; ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (14/4/2015).
Menyikapi hal itu, Menlu Amerika Serikat (AS) John Kerry menyatakan keberatan dengan keputusan Rusia kirim rudal ke Negara Iran. Ia bahkan telah menelefon Menlu Lavrov. &amp;ldquo;Saya pikir langkah itu bisa membahayakan rencana untuk akhirnya mencabut sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan akhir program nuklir,&amp;rdquo; ujar Menlu Kerry.
Sebelumnya, Rusia sebenarnya telah menyepakati kontrak untuk menjual rudal udara S-300 ke Iran pada 2007. Namun, kontrak itu ditangguhkan selama tiga tahun karena AS dan Israel menyatakan keberatan. Presiden Putin pada Senin 13 April dilaporkan telah mencabut larangan tersebut.</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Vladimir Putin, Presiden Rusia kirim rudal mutakhirnya ke Iran. Pengiriman S-300, yang merupakan salah satu senjata pertahanan paling ampuh di dunia sebagai tanda dibukanya kerjasama senjata Rusia-Iran.
Rudal udara S-300 memiliki jangkauan tembak hingga 200 kilometer. Rudal udara mutakhir itu juga memiliki kemampuan melacak dan menyerang beberapa target secara bersamaan. Rudal udara S-300 milik Rusia merupakan salah satu senjata pertahanan udara paling ampuh di dunia.
&amp;ldquo;Rudal udara S-300 adalah senjata eksklusif untuk pertahanan udara. Rudal ini tidak dapat dipakai untuk tujuan penyerangan. Saya yakin senjata pertahanan ini tidak akan membahayakan keamanan negara mana pun, termasuk Israel,&amp;rdquo; ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (14/4/2015).
Menyikapi hal itu, Menlu Amerika Serikat (AS) John Kerry menyatakan keberatan dengan keputusan Rusia kirim rudal ke Negara Iran. Ia bahkan telah menelefon Menlu Lavrov. &amp;ldquo;Saya pikir langkah itu bisa membahayakan rencana untuk akhirnya mencabut sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan akhir program nuklir,&amp;rdquo; ujar Menlu Kerry.
Sebelumnya, Rusia sebenarnya telah menyepakati kontrak untuk menjual rudal udara S-300 ke Iran pada 2007. Namun, kontrak itu ditangguhkan selama tiga tahun karena AS dan Israel menyatakan keberatan. Presiden Putin pada Senin 13 April dilaporkan telah mencabut larangan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
