<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Cuek Kongres AS Kaji Ulang Program Nuklir </title><description>Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan tidak peduli mengenai rencana pengkajian ulang kesepakatan program nuklir Iran oleh Kongres AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/15/18/1134657/iran-cuek-kongres-as-kaji-ulang-program-nuklir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/15/18/1134657/iran-cuek-kongres-as-kaji-ulang-program-nuklir"/><item><title>Iran Cuek Kongres AS Kaji Ulang Program Nuklir </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/15/18/1134657/iran-cuek-kongres-as-kaji-ulang-program-nuklir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/15/18/1134657/iran-cuek-kongres-as-kaji-ulang-program-nuklir</guid><pubDate>Rabu 15 April 2015 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/15/18/1134657/iran-cuek-kongres-as-kaji-ulang-program-nuklir-S2OHsWD8jy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Iran tidak peduli dengan rencana pengkajian ulang kesepakatan program nuklir iRan oleh Kongres AS (Foto : Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/15/18/1134657/iran-cuek-kongres-as-kaji-ulang-program-nuklir-S2OHsWD8jy.jpg</image><title>Presiden Iran tidak peduli dengan rencana pengkajian ulang kesepakatan program nuklir iRan oleh Kongres AS (Foto : Reuters)</title></images><description>
TEHERAN &amp;ndash; Kongres Amerika Serikat (AS) akan melakukan pengkajian ulang kesepakatan program nuklir Iran. Mendengar hal itu, Presiden Iran Hassan Rouhani pun tidak peduli.
&amp;ldquo;Apa yang Senat, Kongres AS, dan yang lain katakan bukan urusan kami. Kami menginginkan rasa saling menghormati. Kami berbicara dengan kekuatan besar dan bukan dengan Kongres AS,&amp;rdquo; kata Rouhani seperti yang dikutip Reuters, Rabu (15/4/2015).
Dia juga menambahkan bahwa Iran ingin mengakhiri isolasinya dengan interaksi yang membangun dengan dunia, bukan dengan perselisihan dan konflik. Rouhani juga menuntut pencabutan sanksi yang dijatuhkan AS kepada Iran
&amp;ldquo;Jika tidak ada pencabutan sanksi, maka tidak akan ada kesepakatan. Hasil akhir negosiasi dan kesepakatan yang ditandatangani harus mengandung deklarasi yang mencabut sanksi pada Iran,&amp;rdquo; tegas Rouhani.
Pemerintah Iran menyatakan program nuklirnya bertujuan damai. Meski begitu mereka menegaskan tidak akan menerima inspeksi yang mengganggu.
Pembicaraan mengenai program nuklir Iran ini akan berlanjut pada 21 April, dengan kesepakatan akhir yang bersifat permanen diharapkan akan tercapai sebelum 30 Juni 2015.
</description><content:encoded>
TEHERAN &amp;ndash; Kongres Amerika Serikat (AS) akan melakukan pengkajian ulang kesepakatan program nuklir Iran. Mendengar hal itu, Presiden Iran Hassan Rouhani pun tidak peduli.
&amp;ldquo;Apa yang Senat, Kongres AS, dan yang lain katakan bukan urusan kami. Kami menginginkan rasa saling menghormati. Kami berbicara dengan kekuatan besar dan bukan dengan Kongres AS,&amp;rdquo; kata Rouhani seperti yang dikutip Reuters, Rabu (15/4/2015).
Dia juga menambahkan bahwa Iran ingin mengakhiri isolasinya dengan interaksi yang membangun dengan dunia, bukan dengan perselisihan dan konflik. Rouhani juga menuntut pencabutan sanksi yang dijatuhkan AS kepada Iran
&amp;ldquo;Jika tidak ada pencabutan sanksi, maka tidak akan ada kesepakatan. Hasil akhir negosiasi dan kesepakatan yang ditandatangani harus mengandung deklarasi yang mencabut sanksi pada Iran,&amp;rdquo; tegas Rouhani.
Pemerintah Iran menyatakan program nuklirnya bertujuan damai. Meski begitu mereka menegaskan tidak akan menerima inspeksi yang mengganggu.
Pembicaraan mengenai program nuklir Iran ini akan berlanjut pada 21 April, dengan kesepakatan akhir yang bersifat permanen diharapkan akan tercapai sebelum 30 Juni 2015.
</content:encoded></item></channel></rss>
