<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Minta Pemerintah Dor Freddy Budiman</title><description>Kembali terungkapnya peredaran narkoba yang dikendalikan Freddy Budiman dari dalam lapas harus jadi catatan pemerintah untuk eksekusi dia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/15/338/1134338/dpr-minta-pemerintah-dor-freddy-budiman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/15/338/1134338/dpr-minta-pemerintah-dor-freddy-budiman"/><item><title>DPR Minta Pemerintah Dor Freddy Budiman</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/15/338/1134338/dpr-minta-pemerintah-dor-freddy-budiman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/15/338/1134338/dpr-minta-pemerintah-dor-freddy-budiman</guid><pubDate>Rabu 15 April 2015 07:35 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/15/338/1134338/dpr-minta-pemerintah-dor-freddy-budiman-RNQJehE7ms.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR Minta Pemerintah Dor Freddy Budiman (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/15/338/1134338/dpr-minta-pemerintah-dor-freddy-budiman-RNQJehE7ms.jpg</image><title>DPR Minta Pemerintah Dor Freddy Budiman (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Terpidana mati yang mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Freddy Budiman rupanya masih menjadi aktor penting dalam peredaran narkotika di Indonesia.
&amp;nbsp;

Anggota Komisi III DPR,  Arsul Sani mengaku prihatin karena seorang terpidana masih mampu mengendalikan peredaran narkoba dari lapas. Untuk itu, dirinya mendesak pemerintah segera jalankan eksekusi mati terhadap Freddy.
&quot;Saya kira fakta ini harus jadi faktor pendorong bagi pemerintah kita dan Kejaksaan Agung untuk tidak menunda eksekusi mati (Freddy Budiman),&quot; tegas Arsul kepada Okezone, Rabu (15/4/2015).
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar VIII Surabaya itu juga menilai kalau Badan Narkotika Nasional (BNN) selalu kecolongan dalam melakukan pemberantasan narkoba di lapas. Pasalnya, hal semacam ini bukan sekali dua kali ditemukan di lapas.

Padahal, dalam setiap rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi III DPR dengan BNN, komisi hukum tersebut selalu menegur BNN untuk tidak kecolongan dalam pemberantasan narkoba di lingkungan lapas.
&quot;Itu sudah (selalu) diingatkan (ke BNN) waktu rapat dengan BNN,&quot; tegasnya.
Sebelumnya, Tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri mengeledah Lapas Cipinang, Jakarta Timur, pada Kamis 9 April 2015 malam. Dalam pengeledahan ini setidaknya ditemukan narkoba jenis baru, yakni CC4, dan pihak Bareskrim Mabes Polri juga mengamankan narapidana kasus narkoba Asiong alias Cecep dan Lim.
Keduanya diketahui merupakan anak buah dari Freddy Budiman, terpidana mati kasus narkotika yang ditahan di Lapas Nusakambangan
Freddy Budiman adalah gembong narkoba yang divonis hukuman mati. Dia dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Juli 2013 lalu, karena menjadi otak penyelundupan satu juta pil ekstasi dari Tiongkok, serta tersangkut kasus 400 ribu ekstasi asal Belanda yang melibatkan Colbert Mangara Tua. (Ari)

</description><content:encoded>JAKARTA - Terpidana mati yang mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Freddy Budiman rupanya masih menjadi aktor penting dalam peredaran narkotika di Indonesia.
&amp;nbsp;

Anggota Komisi III DPR,  Arsul Sani mengaku prihatin karena seorang terpidana masih mampu mengendalikan peredaran narkoba dari lapas. Untuk itu, dirinya mendesak pemerintah segera jalankan eksekusi mati terhadap Freddy.
&quot;Saya kira fakta ini harus jadi faktor pendorong bagi pemerintah kita dan Kejaksaan Agung untuk tidak menunda eksekusi mati (Freddy Budiman),&quot; tegas Arsul kepada Okezone, Rabu (15/4/2015).
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar VIII Surabaya itu juga menilai kalau Badan Narkotika Nasional (BNN) selalu kecolongan dalam melakukan pemberantasan narkoba di lapas. Pasalnya, hal semacam ini bukan sekali dua kali ditemukan di lapas.

Padahal, dalam setiap rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi III DPR dengan BNN, komisi hukum tersebut selalu menegur BNN untuk tidak kecolongan dalam pemberantasan narkoba di lingkungan lapas.
&quot;Itu sudah (selalu) diingatkan (ke BNN) waktu rapat dengan BNN,&quot; tegasnya.
Sebelumnya, Tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri mengeledah Lapas Cipinang, Jakarta Timur, pada Kamis 9 April 2015 malam. Dalam pengeledahan ini setidaknya ditemukan narkoba jenis baru, yakni CC4, dan pihak Bareskrim Mabes Polri juga mengamankan narapidana kasus narkoba Asiong alias Cecep dan Lim.
Keduanya diketahui merupakan anak buah dari Freddy Budiman, terpidana mati kasus narkotika yang ditahan di Lapas Nusakambangan
Freddy Budiman adalah gembong narkoba yang divonis hukuman mati. Dia dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Juli 2013 lalu, karena menjadi otak penyelundupan satu juta pil ekstasi dari Tiongkok, serta tersangkut kasus 400 ribu ekstasi asal Belanda yang melibatkan Colbert Mangara Tua. (Ari)

</content:encoded></item></channel></rss>
