<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Panjaitan Buat Amerika Serikat Terkejut</title><description>Di Gedung Putih, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan mengatakan Indonesia dukung Palestina merdeka. Itu bikin Amerika Serikat terkejut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/20/337/1137168/luhut-panjaitan-buat-amerika-serikat-terkejut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/20/337/1137168/luhut-panjaitan-buat-amerika-serikat-terkejut"/><item><title>Luhut Panjaitan Buat Amerika Serikat Terkejut</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/20/337/1137168/luhut-panjaitan-buat-amerika-serikat-terkejut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/20/337/1137168/luhut-panjaitan-buat-amerika-serikat-terkejut</guid><pubDate>Senin 20 April 2015 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/20/337/1137168/luhut-panjaitan-buat-amerika-serikat-terkejut-KV0j7zSPfZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut Panjaitan pantau persiapan KAA. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/20/337/1137168/luhut-panjaitan-buat-amerika-serikat-terkejut-KV0j7zSPfZ.jpg</image><title>Luhut Panjaitan pantau persiapan KAA. (dok.Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan saat dirinya menyambangi Gedung Putih di Amerika Serikat sempat membicarakan tentang kemerdekaan Palestina.
Padahal, Negeri Adidaya itu tidak mengakui keberadaan Palestina sebagai sebuah negara, mereka lebih berpihak kepada Israel.
&quot;Di sana (Amerika Serikat) saya bertemu Kepala Pusat Keamanan Amerika Susan Rice. Kepada Beliau, saya menyatakan bahwa Indonesia punya sikap ingin melihat Palestina merdeka,&quot; ujar Luhut dalam laman pribadinya www.luhutpandjaitan.com, Senin (20/4/2015).
Luhut mengatakan, Susan Rice saat itu terkejut karena Amerika Serikat tidak mengakui adanya negara Palestina.
&quot;Tapi, saya katakan bahwa itulah sikap dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Palestina. Supaya Anda tidak kaget, kami akan mendukung Palestina menjadi anggota PBB dan ingin membuka kedutaan di Ramallah,&amp;rdquo; kata Luhut menirukan perkataan yang sempat disampaikan.
Sejatinya, kata Luhut, komitmen Presiden Jokowi untuk mendorong kemerdekaan Palestina sejak sebelum menjadi presiden, atau tepatnya saat kampanye Pilpres 2014.
&quot;Tentunya ini langkah yang konkret, meski tak mudah dilakukan. Bahkan, tiga tokoh peraih Nobel Perdamaian tak berhasil memerdekakan Palestina, yakni Shimon Peres dan Yitzhak Rabin dari Israel serta Yasser Arafat dari Palestina,&quot; terangnya.
Luhut menuturkan, saat ini Indonesia coba memaksimalkan peran sebagai juru damai bagi kemerdekaan Palestina. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Luhut mendorong supaya peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA) menghasilkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
&quot;Kita juga berharap Palestina menjadi anggota PBB penuh,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wNC8yMC8yMi82MDk5NS80MTgzNjQ1NzgzMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;


</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan saat dirinya menyambangi Gedung Putih di Amerika Serikat sempat membicarakan tentang kemerdekaan Palestina.
Padahal, Negeri Adidaya itu tidak mengakui keberadaan Palestina sebagai sebuah negara, mereka lebih berpihak kepada Israel.
&quot;Di sana (Amerika Serikat) saya bertemu Kepala Pusat Keamanan Amerika Susan Rice. Kepada Beliau, saya menyatakan bahwa Indonesia punya sikap ingin melihat Palestina merdeka,&quot; ujar Luhut dalam laman pribadinya www.luhutpandjaitan.com, Senin (20/4/2015).
Luhut mengatakan, Susan Rice saat itu terkejut karena Amerika Serikat tidak mengakui adanya negara Palestina.
&quot;Tapi, saya katakan bahwa itulah sikap dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Palestina. Supaya Anda tidak kaget, kami akan mendukung Palestina menjadi anggota PBB dan ingin membuka kedutaan di Ramallah,&amp;rdquo; kata Luhut menirukan perkataan yang sempat disampaikan.
Sejatinya, kata Luhut, komitmen Presiden Jokowi untuk mendorong kemerdekaan Palestina sejak sebelum menjadi presiden, atau tepatnya saat kampanye Pilpres 2014.
&quot;Tentunya ini langkah yang konkret, meski tak mudah dilakukan. Bahkan, tiga tokoh peraih Nobel Perdamaian tak berhasil memerdekakan Palestina, yakni Shimon Peres dan Yitzhak Rabin dari Israel serta Yasser Arafat dari Palestina,&quot; terangnya.
Luhut menuturkan, saat ini Indonesia coba memaksimalkan peran sebagai juru damai bagi kemerdekaan Palestina. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Luhut mendorong supaya peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA) menghasilkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
&quot;Kita juga berharap Palestina menjadi anggota PBB penuh,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wNC8yMC8yMi82MDk5NS80MTgzNjQ1NzgzMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;


</content:encoded></item></channel></rss>
