<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi Lanjutkan Serangan Udara ke Yaman</title><description>Hanya beberapa jam setelah mengumumkan penghentian serangan udara ke Yaman, Arab Saudi kembali memimpin pengeboman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/23/18/1138718/arab-saudi-lanjutkan-serangan-udara-ke-yaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/23/18/1138718/arab-saudi-lanjutkan-serangan-udara-ke-yaman"/><item><title>Arab Saudi Lanjutkan Serangan Udara ke Yaman</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/23/18/1138718/arab-saudi-lanjutkan-serangan-udara-ke-yaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/23/18/1138718/arab-saudi-lanjutkan-serangan-udara-ke-yaman</guid><pubDate>Kamis 23 April 2015 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/23/18/1138718/arab-saudi-lanjutkan-serangan-udara-ke-yaman-cE7nhBe9u8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebuah bangunan rusak parah setelah dihantam serangan udara yang dipimpin Arab Saudi, 22 April 2015 (Foto : Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/23/18/1138718/arab-saudi-lanjutkan-serangan-udara-ke-yaman-cE7nhBe9u8.jpg</image><title>Sebuah bangunan rusak parah setelah dihantam serangan udara yang dipimpin Arab Saudi, 22 April 2015 (Foto : Reuters)</title></images><description>
ADEN - Arab Saudi kembali memimpin serangan udara yang menargetkan Kelompok Houthi di Yaman, hanya beberapa jam setelah Riyadh mengumumkan penghentian serangan udara yang telah berlangsung selama empat pekan.
Wakil Gubernur Aden, Nayef al bakri mengatakan bahwa serangan udara tersebut menyasar tank-tank yang digunakan oleh Kelompok Houthi dan sekutu mereka di kota pelabuhan di Selatan Yaman tersebut.
Kelompok Houthi berhasil merebut markas Pasukan Lapis Baja Ke-35 di Taiz. Pasukan ini sebelumnya telah menyatakan berpihak pada Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi. Sesaat setelah markas direbut, serangan udara yang dipimpin Saudi langsung menghantam markas tersebut.
Dilaporkan puluhan orang meninggal dan mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Rabu, 22 April 2015 tersebut.
Serangan udara yang dipimpin Saudi tersebut menyulut protes dari kelompok Houthi dan pro houthi di Sana&amp;rsquo;a.
&amp;ldquo;Kami mengutuk pengeboman yang menyasar rakyat sipil dan wilayah pemukiman,&amp;rdquo; kata seorang anggota pasukan pro Houthi, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (23/2/2015).
&amp;ldquo;Mengapa kalian tidak menghadapi kami di darat? Kami akan selalu menghadapi kalian, rakyat Yaman keras seperti batu,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sementara itu di wilayah Selatan Yaman, pasukan pro Presiden Mansour Hadi justru menyayangkan penghentian serangan udara koalisi teluk. Mereka menyatakan membutuhkan bantuan untuk melawan Kelompok Houthi.
&amp;ldquo;Keputusan penghentian serangan udara aneh dan mengejutkan. Para pejuang kami berhasil mendapatkan kemajuan, tapi kami butuh lebih banyak bantuan udara Saudi, saat ini kami mendengar Houthi dan pasukan (mantan Presiden Ali Abdullah ) Saleh telah bergerak di berbagai tempat,&amp;rdquo; kata seorang penduduk Aden, Saleh Saleem al Ba Aqeel.

</description><content:encoded>
ADEN - Arab Saudi kembali memimpin serangan udara yang menargetkan Kelompok Houthi di Yaman, hanya beberapa jam setelah Riyadh mengumumkan penghentian serangan udara yang telah berlangsung selama empat pekan.
Wakil Gubernur Aden, Nayef al bakri mengatakan bahwa serangan udara tersebut menyasar tank-tank yang digunakan oleh Kelompok Houthi dan sekutu mereka di kota pelabuhan di Selatan Yaman tersebut.
Kelompok Houthi berhasil merebut markas Pasukan Lapis Baja Ke-35 di Taiz. Pasukan ini sebelumnya telah menyatakan berpihak pada Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi. Sesaat setelah markas direbut, serangan udara yang dipimpin Saudi langsung menghantam markas tersebut.
Dilaporkan puluhan orang meninggal dan mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Rabu, 22 April 2015 tersebut.
Serangan udara yang dipimpin Saudi tersebut menyulut protes dari kelompok Houthi dan pro houthi di Sana&amp;rsquo;a.
&amp;ldquo;Kami mengutuk pengeboman yang menyasar rakyat sipil dan wilayah pemukiman,&amp;rdquo; kata seorang anggota pasukan pro Houthi, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (23/2/2015).
&amp;ldquo;Mengapa kalian tidak menghadapi kami di darat? Kami akan selalu menghadapi kalian, rakyat Yaman keras seperti batu,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sementara itu di wilayah Selatan Yaman, pasukan pro Presiden Mansour Hadi justru menyayangkan penghentian serangan udara koalisi teluk. Mereka menyatakan membutuhkan bantuan untuk melawan Kelompok Houthi.
&amp;ldquo;Keputusan penghentian serangan udara aneh dan mengejutkan. Para pejuang kami berhasil mendapatkan kemajuan, tapi kami butuh lebih banyak bantuan udara Saudi, saat ini kami mendengar Houthi dan pasukan (mantan Presiden Ali Abdullah ) Saleh telah bergerak di berbagai tempat,&amp;rdquo; kata seorang penduduk Aden, Saleh Saleem al Ba Aqeel.

</content:encoded></item></channel></rss>
