<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Kritik Revolusi Mental Jokowi</title><description>SBY kritik revolusi mental Jokowi. Menurutnya, revolusi mental harus mengutamakan keseimbangan disegala hal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/25/337/1139919/sby-kritik-revolusi-mental-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/25/337/1139919/sby-kritik-revolusi-mental-jokowi"/><item><title>SBY Kritik Revolusi Mental Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/25/337/1139919/sby-kritik-revolusi-mental-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/25/337/1139919/sby-kritik-revolusi-mental-jokowi</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2015 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Zubaidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/25/337/1139919/sby-kritik-revolusi-mental-jokowi-4yra11ob9X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/25/337/1139919/sby-kritik-revolusi-mental-jokowi-4yra11ob9X.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Revolusi mental sebagai jargon yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengandung nilai yang tinggi. Namun tidak jarang tokoh nasional mengkritisi jargon tersebut.
Menurut mantan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudoyono, Jokowi harus mengutamakan keseimbangan di segala hal saat menerapkan revolusi mental tersebut.
SBY mengatakan, kehidupan bangsa yang harmonis merupakan cerminan revolusi mental untuk kemajuan suatu bangsa.
&quot;Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, itu harus disikapi dengan bijak, benih konflik di dalamnya pasti ada, maka perlu konsiliasi dan keseimbangan dalam bingkai kemajemukan bangsa,&quot; terangnya saat menjadi keynote speaker diskusi publik di Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2015).
Stabilitas dan kebebasan bangsa dan negara, menurut SBY, mutlak dibutuhkan, di samping juga konflik yang terjadi harus segera dicegah dan diselesaikan.
&quot;Kebebasan boleh, tapi hormati aturan dan ketentuan hukum. Harus ada keseimbangan yang absolut, demokrasi yang seimbang,&quot; imbuhnya.

Dengan demikian, sebuah negara yang harmonis menjamin ketentraman dan kenyamanan warga negara, serta dihormati negara lain.
&quot;Yang jelas di bawah kepemimpinan Pak Jokowi Indonesia harus maju, tapi tolong jangan ada yang dikorbankan, jangan sampai kita dimusuhi olah negara lain. Selama itu (kebijakan) bisa ditemukan titik tengahnya,&quot; lanjutnya.
Oleh karena itu, SBY dengan tegas memberi catatan penting bahwa dalam menerapkan revolusi mental keseimbangan kebijakan mutlak ditekankan.
&quot;Karena dalam hidup kita ada etika dan estetika, itu juga harus seimbang, pilihan adalah pilihan, termasuk juga saat kita memilih jalan ketiga,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Revolusi mental sebagai jargon yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengandung nilai yang tinggi. Namun tidak jarang tokoh nasional mengkritisi jargon tersebut.
Menurut mantan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudoyono, Jokowi harus mengutamakan keseimbangan di segala hal saat menerapkan revolusi mental tersebut.
SBY mengatakan, kehidupan bangsa yang harmonis merupakan cerminan revolusi mental untuk kemajuan suatu bangsa.
&quot;Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, itu harus disikapi dengan bijak, benih konflik di dalamnya pasti ada, maka perlu konsiliasi dan keseimbangan dalam bingkai kemajemukan bangsa,&quot; terangnya saat menjadi keynote speaker diskusi publik di Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2015).
Stabilitas dan kebebasan bangsa dan negara, menurut SBY, mutlak dibutuhkan, di samping juga konflik yang terjadi harus segera dicegah dan diselesaikan.
&quot;Kebebasan boleh, tapi hormati aturan dan ketentuan hukum. Harus ada keseimbangan yang absolut, demokrasi yang seimbang,&quot; imbuhnya.

Dengan demikian, sebuah negara yang harmonis menjamin ketentraman dan kenyamanan warga negara, serta dihormati negara lain.
&quot;Yang jelas di bawah kepemimpinan Pak Jokowi Indonesia harus maju, tapi tolong jangan ada yang dikorbankan, jangan sampai kita dimusuhi olah negara lain. Selama itu (kebijakan) bisa ditemukan titik tengahnya,&quot; lanjutnya.
Oleh karena itu, SBY dengan tegas memberi catatan penting bahwa dalam menerapkan revolusi mental keseimbangan kebijakan mutlak ditekankan.
&quot;Karena dalam hidup kita ada etika dan estetika, itu juga harus seimbang, pilihan adalah pilihan, termasuk juga saat kita memilih jalan ketiga,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
