<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Penangkapan Ustadz Basri Versi Santri</title><description>Ustadz Muhammad Basri MA ditangkap Densus 88 saat sedang dalam perjalanan pulang dari pasar bersama anaknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/25/340/1139765/kronologi-penangkapan-ustadz-basri-versi-santri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/25/340/1139765/kronologi-penangkapan-ustadz-basri-versi-santri"/><item><title>Kronologi Penangkapan Ustadz Basri Versi Santri</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/25/340/1139765/kronologi-penangkapan-ustadz-basri-versi-santri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/25/340/1139765/kronologi-penangkapan-ustadz-basri-versi-santri</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2015 06:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/24/340/1139765/kronologi-penangkapan-ustad-basri-versi-santri-zG1e1OsOnp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Densus 88 Antiteror (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/24/340/1139765/kronologi-penangkapan-ustad-basri-versi-santri-zG1e1OsOnp.jpg</image><title>Ilustrasi Densus 88 Antiteror (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Ustadz Muhammad Basri MA, pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Tanfidzul Alquran ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Dia diduga terlibat kelompok militan ISIS.
Pemerhati kontra-terorisme Harits Abu Ulya, mendapat informasi kronologi penangkapan Ustadz Basri dari para santrinya melalui pesan singkat.
&quot;Saya mendapat SMS dari para santri kalau Ustadz Basri diculik tim Densus 88 jam 09.00 WITA di Jalan Manuruki sekitar 50 meter dari kantor Lurah Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar,&quot; ungkap Harits kepada Okezone, Sabtu (25/4/2015).
Berdasarkan pesan yang diterimanya, Ustadz Basri diculik ketika hendak pulang dari pasar bersama anaknya Ashal yang berumur tiga tahun.
&quot;Menurut saksi mata dari warga, motor beliau ditabrak sehingga terjatuh. Kemudian tangan diinjak lalu diborgol disertai dengan todongan senjata laras panjang lalu dinaikkan ke mobil dan meninggalkan motor dan anaknya,&quot; jelas Harits.
Direktur The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA) itu menambahkan, para santri mendapat informasi jika anak Ustadz Basri menangis saat menyaksikan aksi penangkapan oleh Densus 88. Bahkan, warga langsung membawanya saat anggota polisi ada yang menodongkan senjata api ke arah Ustad Basri.
&quot;Sang anak menagis dan berkata Abah (Ayah) ku ditembak, Abahku ditembak. Kami santri bersama jamaah pegajian beliau sangat mengharapkan Komnas HAM agar segera mencari tahu keberadaan beliau dann mengusut tuntas kejahatan yang dlakukan Densus 88,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Ustadz Muhammad Basri MA, pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Tanfidzul Alquran ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Dia diduga terlibat kelompok militan ISIS.
Pemerhati kontra-terorisme Harits Abu Ulya, mendapat informasi kronologi penangkapan Ustadz Basri dari para santrinya melalui pesan singkat.
&quot;Saya mendapat SMS dari para santri kalau Ustadz Basri diculik tim Densus 88 jam 09.00 WITA di Jalan Manuruki sekitar 50 meter dari kantor Lurah Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar,&quot; ungkap Harits kepada Okezone, Sabtu (25/4/2015).
Berdasarkan pesan yang diterimanya, Ustadz Basri diculik ketika hendak pulang dari pasar bersama anaknya Ashal yang berumur tiga tahun.
&quot;Menurut saksi mata dari warga, motor beliau ditabrak sehingga terjatuh. Kemudian tangan diinjak lalu diborgol disertai dengan todongan senjata laras panjang lalu dinaikkan ke mobil dan meninggalkan motor dan anaknya,&quot; jelas Harits.
Direktur The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA) itu menambahkan, para santri mendapat informasi jika anak Ustadz Basri menangis saat menyaksikan aksi penangkapan oleh Densus 88. Bahkan, warga langsung membawanya saat anggota polisi ada yang menodongkan senjata api ke arah Ustad Basri.
&quot;Sang anak menagis dan berkata Abah (Ayah) ku ditembak, Abahku ditembak. Kami santri bersama jamaah pegajian beliau sangat mengharapkan Komnas HAM agar segera mencari tahu keberadaan beliau dann mengusut tuntas kejahatan yang dlakukan Densus 88,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
