<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Sakit Tak Mampu Tampung Mayat Korban Gempa  </title><description>Rumah sakit di Kathmandu tidak mampu lagi menampung korban gempa Nepal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/27/18/1140432/rumah-sakit-tak-mampu-tampung-mayat-korban-gempa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/27/18/1140432/rumah-sakit-tak-mampu-tampung-mayat-korban-gempa"/><item><title>Rumah Sakit Tak Mampu Tampung Mayat Korban Gempa  </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/27/18/1140432/rumah-sakit-tak-mampu-tampung-mayat-korban-gempa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/27/18/1140432/rumah-sakit-tak-mampu-tampung-mayat-korban-gempa</guid><pubDate>Senin 27 April 2015 09:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/27/18/1140432/rumah-sakit-tak-mampu-tampung-mayat-korban-gempa-gweY8nn1F9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban gempa Nepal sedang memasak di sebuah tenda darurat yang didirikan. (Foto : Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/27/18/1140432/rumah-sakit-tak-mampu-tampung-mayat-korban-gempa-gweY8nn1F9.jpg</image><title>Korban gempa Nepal sedang memasak di sebuah tenda darurat yang didirikan. (Foto : Reuters)</title></images><description>
KATHMANDU &amp;ndash; Gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang terjadi di Nepal, Sabtu 25 April 2015, merenggut ribuan nyawa manusia. Bencana itu dilaporkan mempengaruhi kehidupan sekira enam juta  orang di Nepal.
Petugas kesehatan di ibu kota Kathmandu merawat para korban gempa Nepal dengan mendirikan tenda-tenda darurat di wilayah sekitar karena rumah sakit tidak mampu lagi menampung orang-orang yang terluka dan tewas. Rumah sakit juga kekurangan obat-obatan, ransum darurat, dan tempat untuk meletakkan mayat-mayat para korban.
Meskipun Pemerintah Nepal dilaporkan terlambat dalam mengirimkan bantuan, namun Palang Merah, pemerintah negara-negara dunia, dan lembaga bantuan lainnya telah mengirimkan staf medis, bantuan makanan dan obat-obatan, dan tim penyelamat untuk membantu para korban.
Reporter Al Jazeera, Andrew Simmons yang melaporkan dari Kathmandu, Senin (27/4/2015), melaporkan tim penyelamat dan staf medis mencoba untuk menjangkau para korban yang berada di bagian lain Nepal. Usaha ini terhambat dengan sesaknya bandar udara.
Pihak Palang Merah khawatir mengenai kondisi para korban gempa Nepal yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang terletak berdekatan dengan episentrum gempa. Wilayah-wilayah itu terputus karena jalan yang rusak, dan sambungan telefon yang mati.

</description><content:encoded>
KATHMANDU &amp;ndash; Gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang terjadi di Nepal, Sabtu 25 April 2015, merenggut ribuan nyawa manusia. Bencana itu dilaporkan mempengaruhi kehidupan sekira enam juta  orang di Nepal.
Petugas kesehatan di ibu kota Kathmandu merawat para korban gempa Nepal dengan mendirikan tenda-tenda darurat di wilayah sekitar karena rumah sakit tidak mampu lagi menampung orang-orang yang terluka dan tewas. Rumah sakit juga kekurangan obat-obatan, ransum darurat, dan tempat untuk meletakkan mayat-mayat para korban.
Meskipun Pemerintah Nepal dilaporkan terlambat dalam mengirimkan bantuan, namun Palang Merah, pemerintah negara-negara dunia, dan lembaga bantuan lainnya telah mengirimkan staf medis, bantuan makanan dan obat-obatan, dan tim penyelamat untuk membantu para korban.
Reporter Al Jazeera, Andrew Simmons yang melaporkan dari Kathmandu, Senin (27/4/2015), melaporkan tim penyelamat dan staf medis mencoba untuk menjangkau para korban yang berada di bagian lain Nepal. Usaha ini terhambat dengan sesaknya bandar udara.
Pihak Palang Merah khawatir mengenai kondisi para korban gempa Nepal yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang terletak berdekatan dengan episentrum gempa. Wilayah-wilayah itu terputus karena jalan yang rusak, dan sambungan telefon yang mati.

</content:encoded></item></channel></rss>
