<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosiolog Kecam Ide Ahok Buat Lokalisasi Prostitusi</title><description>Pembuatan lokalisasi prostitusi tak akan mengekang pertumbuhan praktik prostitusi online.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/27/338/1140420/sosiolog-kecam-ide-ahok-buat-lokalisasi-prostitusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/27/338/1140420/sosiolog-kecam-ide-ahok-buat-lokalisasi-prostitusi"/><item><title>Sosiolog Kecam Ide Ahok Buat Lokalisasi Prostitusi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/27/338/1140420/sosiolog-kecam-ide-ahok-buat-lokalisasi-prostitusi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/27/338/1140420/sosiolog-kecam-ide-ahok-buat-lokalisasi-prostitusi</guid><pubDate>Senin 27 April 2015 07:58 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/27/338/1140420/sosiolog-kecam-ide-ahok-buat-lokalisasi-prostitusi-IijOtNX9F0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sosiolog Kecam Ide Ahok Buat Lokalisasi Prostitusi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/27/338/1140420/sosiolog-kecam-ide-ahok-buat-lokalisasi-prostitusi-IijOtNX9F0.jpg</image><title>Sosiolog Kecam Ide Ahok Buat Lokalisasi Prostitusi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Maraknya bisnis prostitusi online serta penyalahgunaan rumah kos sebagai sarana prostitusi, seperti di kawasan Jakarta Selatan membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berang. Namun, bukannya mencari solusi baik, Ahok malah menggulirkan wacana untuk membuat lokalisasi prostitusi untuk mengatasi masalah itu.


Sosiolog Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar menyesalkan rencana yang akan diambil mantan Bupati Belitung Timur itu. Pasalnya, kebijakan ini malah akan menimbulkan pro kontra di masyarakat sehingga dikhawatirkan muncul konflik baru di Ibu Kota.
&quot;Ini kan sudah ditutup, kenapa harus ada lagi. Nah, ini nantinya timbul lagi deh masalah-masalah konflik sosial di masyarakat, bakal banyak yang melawan gubernur. Ini enggak ada manfaatnya,&quot; tegas Musni kepada Okezone, Minggu (26/4/2015).
Menurut Musni, dibangunnya kembali lokalisasi prostitusi tak akan mengurangi maraknya prostitusi melalui media sosial. Apalagi prostitusi online justru lebih menguntungkan daripada transaksi di lokalisasi.
&quot;Bahkan ini lebih menguntungkan, karena pelaku itu tidak perlu bayar bodyguard ataupun mucikari. Mereka kan jadi lebih bebas bergerak sendiri sepeti si Deudeuh itu,&quot; jelas Musni.
Musni menuturkan, prostitusi online saat ini justru lebih diminati ketimbang melalui lokalisasi. Selain karena harganya yang murah, pelaku prostitusi juga bisa memilih pelanggannya terlebih dahulu.
&quot;Rata-rata pelanggan yang diajak berhubungan itu yang kelas menengah, di mana mereka itu melek teknologi. Nah, ini kan menghasilkan uang lebih banyak juga, jadi hampir tak ada gunanya kalau mau ada lokalisasi lagi,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wNC8xNi8yMi82MDk1Mi80MTc2MzY3NzE4MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>JAKARTA - Maraknya bisnis prostitusi online serta penyalahgunaan rumah kos sebagai sarana prostitusi, seperti di kawasan Jakarta Selatan membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berang. Namun, bukannya mencari solusi baik, Ahok malah menggulirkan wacana untuk membuat lokalisasi prostitusi untuk mengatasi masalah itu.


Sosiolog Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar menyesalkan rencana yang akan diambil mantan Bupati Belitung Timur itu. Pasalnya, kebijakan ini malah akan menimbulkan pro kontra di masyarakat sehingga dikhawatirkan muncul konflik baru di Ibu Kota.
&quot;Ini kan sudah ditutup, kenapa harus ada lagi. Nah, ini nantinya timbul lagi deh masalah-masalah konflik sosial di masyarakat, bakal banyak yang melawan gubernur. Ini enggak ada manfaatnya,&quot; tegas Musni kepada Okezone, Minggu (26/4/2015).
Menurut Musni, dibangunnya kembali lokalisasi prostitusi tak akan mengurangi maraknya prostitusi melalui media sosial. Apalagi prostitusi online justru lebih menguntungkan daripada transaksi di lokalisasi.
&quot;Bahkan ini lebih menguntungkan, karena pelaku itu tidak perlu bayar bodyguard ataupun mucikari. Mereka kan jadi lebih bebas bergerak sendiri sepeti si Deudeuh itu,&quot; jelas Musni.
Musni menuturkan, prostitusi online saat ini justru lebih diminati ketimbang melalui lokalisasi. Selain karena harganya yang murah, pelaku prostitusi juga bisa memilih pelanggannya terlebih dahulu.
&quot;Rata-rata pelanggan yang diajak berhubungan itu yang kelas menengah, di mana mereka itu melek teknologi. Nah, ini kan menghasilkan uang lebih banyak juga, jadi hampir tak ada gunanya kalau mau ada lokalisasi lagi,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wNC8xNi8yMi82MDk1Mi80MTc2MzY3NzE4MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
