<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terima S-300, Negara Lain Berpikir Ulang Serang Iran</title><description>Jika Iran sudah menerima rudal S-300 Rusia, Negara lain akan berpikir dua kali untuk serang Iran. Hal itu disampaikan Menlu Rusia, Lavrov.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/28/18/1140875/terima-s-300-negara-lain-berpikir-ulang-serang-iran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/28/18/1140875/terima-s-300-negara-lain-berpikir-ulang-serang-iran"/><item><title>Terima S-300, Negara Lain Berpikir Ulang Serang Iran</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/28/18/1140875/terima-s-300-negara-lain-berpikir-ulang-serang-iran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/28/18/1140875/terima-s-300-negara-lain-berpikir-ulang-serang-iran</guid><pubDate>Selasa 28 April 2015 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/27/18/1140875/terima-s-300-negara-lain-berpikir-ulang-serang-iran-oUAYjHS21c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sistem pertahanan udara rudal S-300 (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/27/18/1140875/terima-s-300-negara-lain-berpikir-ulang-serang-iran-oUAYjHS21c.jpg</image><title>Sistem pertahanan udara rudal S-300 (Foto: Reuters)</title></images><description>
MOSKOW &amp;ndash; Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov mengatakan, negara-negara lain akan berpikir dua kali untuk menyerang Iran, jika sistem pertahanan udara rudal S-300 milik Rusia telah sampai ke Iran.
&amp;ldquo;Saya pikir, bagi siapa pun yang ingin menyerang Iran akan berpikir dua kali untuk melakukannya. Hal itu akan terjadi jika Iran telah menerima rudal S-300,&amp;rdquo; ujar Menlu Rusia, Sergey Lavrov, seperti diberitakan Sputnik, Selasa (28/4/2015).
Sebagaimana diberitakan, pada Senin 13 April, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mencabut larangan untuk menjual senjata kepada Pemerintah Iran.
Dengan keputusan itu, Rusia dilaporkan akan segera menjual dan mengirimkan sistem pertahanan udara rudal S-300 ke Iran. Mendengar hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), John Kerry, menyatakan keberatan dengan keputusan Rusia kirim rudal ke Iran.
Menlu Kerry berpendapat, langkah itu dapat membahayakan rencana untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan akhir progam nuklir. Tidak hanya AS, Pemerintah Israel juga tidak setuju dengan keputusan yang diambil Presiden Putin.
Menurut Menteri Urusan Strategis Israel, Yuval Steinitz, rudal S-300 Rusia akan membuat pertahanan militer Iran semakin tangguh.

</description><content:encoded>
MOSKOW &amp;ndash; Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov mengatakan, negara-negara lain akan berpikir dua kali untuk menyerang Iran, jika sistem pertahanan udara rudal S-300 milik Rusia telah sampai ke Iran.
&amp;ldquo;Saya pikir, bagi siapa pun yang ingin menyerang Iran akan berpikir dua kali untuk melakukannya. Hal itu akan terjadi jika Iran telah menerima rudal S-300,&amp;rdquo; ujar Menlu Rusia, Sergey Lavrov, seperti diberitakan Sputnik, Selasa (28/4/2015).
Sebagaimana diberitakan, pada Senin 13 April, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mencabut larangan untuk menjual senjata kepada Pemerintah Iran.
Dengan keputusan itu, Rusia dilaporkan akan segera menjual dan mengirimkan sistem pertahanan udara rudal S-300 ke Iran. Mendengar hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), John Kerry, menyatakan keberatan dengan keputusan Rusia kirim rudal ke Iran.
Menlu Kerry berpendapat, langkah itu dapat membahayakan rencana untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan akhir progam nuklir. Tidak hanya AS, Pemerintah Israel juga tidak setuju dengan keputusan yang diambil Presiden Putin.
Menurut Menteri Urusan Strategis Israel, Yuval Steinitz, rudal S-300 Rusia akan membuat pertahanan militer Iran semakin tangguh.

</content:encoded></item></channel></rss>
