<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Baltimore Rusuh, Iran Kritik Pemerintah AS</title><description>Kerusuhan Baltimore buat AS jadi sorotan dunia. Salah satu komentar pedas muncul dari Pemerintah Iran. Iran mengkritik penegak hukum AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/29/18/1142076/baltimore-rusuh-iran-kritik-pemerintah-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/29/18/1142076/baltimore-rusuh-iran-kritik-pemerintah-as"/><item><title>Baltimore Rusuh, Iran Kritik Pemerintah AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/29/18/1142076/baltimore-rusuh-iran-kritik-pemerintah-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/29/18/1142076/baltimore-rusuh-iran-kritik-pemerintah-as</guid><pubDate>Rabu 29 April 2015 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/29/18/1142076/baltimore-rusuh-iran-kritik-pemerintah-as-u2jV5VugXL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Foto: IB Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/29/18/1142076/baltimore-rusuh-iran-kritik-pemerintah-as-u2jV5VugXL.jpg</image><title>Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Foto: IB Times)</title></images><description>
TEHERAN &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) kini menjadi sorotan dunia setelah terjadi kerusuhan di Kota Baltimore. Salah satu komentar pedas muncul dari Pemerintah Iran melalui pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Hosseini Khamenei.
Khamenei menyatakan Iran sangat mengutuk keras aksi brutal polisi AS. Pria yang merupakan pemimpin tertinggi Iran itu juga menegaskan Pemerintah Iran mengkritik para penegak hukum di AS sebagai penindas, dan memakai kekuasaannya secara berlebihan.
Khamenei bahkan memberikan pernyataan yang kontroversial melalui akun Twitter-nya. &amp;ldquo;Peristiwa itu (kerusuhan Baltimore) konyol, bahkan meskipun Presiden AS berkulit hitam, tindak kriminal terhadap orang yang berkulit hitam masih saja terus terjadi,&amp;rdquo; demikian tulis Khamenei melalui akun Twitter-nya, sebagaimana dikutip IB Times, Rabu (29/4/2015).
&amp;ldquo;Polisi AS menganiaya orang hingga tewas tanpa alasan yang jelas. Itu jenis kekuasaan yang tidak menjamin keamanan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan, kerusuhan besar pecah di Kota Baltimore pada Senin 27 April, sesaat setelah pemakaman seorang pemuda kulit hitam, Freddie Gray, yang tewas karena luka yang dialami saat ditahan oleh pihak kepolisian AS.
Ratusan penjarahan toko-toko, dan pembakaran bangunan terjadi di Baltimore. Para pengunjuk rasa juga melempari polisi dengan batu dan bom molotov. Akibat hal tersebut, sedikitnya 15 petugas kepolisian AS terluka. Hingga kini, pihak kepolisian AS telah menangkap 27 orang yang diduga sebagai provokator.
Ribuan polisi AS dan Garda Nasional dilaporkan masih dikerahkan untuk mengatasi kerusuhan di Baltimore. Wali Kota Baltimore Stephanie Rawlings-Blake juga masih memberlakukan jam malam terhadap warganya.

</description><content:encoded>
TEHERAN &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) kini menjadi sorotan dunia setelah terjadi kerusuhan di Kota Baltimore. Salah satu komentar pedas muncul dari Pemerintah Iran melalui pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Hosseini Khamenei.
Khamenei menyatakan Iran sangat mengutuk keras aksi brutal polisi AS. Pria yang merupakan pemimpin tertinggi Iran itu juga menegaskan Pemerintah Iran mengkritik para penegak hukum di AS sebagai penindas, dan memakai kekuasaannya secara berlebihan.
Khamenei bahkan memberikan pernyataan yang kontroversial melalui akun Twitter-nya. &amp;ldquo;Peristiwa itu (kerusuhan Baltimore) konyol, bahkan meskipun Presiden AS berkulit hitam, tindak kriminal terhadap orang yang berkulit hitam masih saja terus terjadi,&amp;rdquo; demikian tulis Khamenei melalui akun Twitter-nya, sebagaimana dikutip IB Times, Rabu (29/4/2015).
&amp;ldquo;Polisi AS menganiaya orang hingga tewas tanpa alasan yang jelas. Itu jenis kekuasaan yang tidak menjamin keamanan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan, kerusuhan besar pecah di Kota Baltimore pada Senin 27 April, sesaat setelah pemakaman seorang pemuda kulit hitam, Freddie Gray, yang tewas karena luka yang dialami saat ditahan oleh pihak kepolisian AS.
Ratusan penjarahan toko-toko, dan pembakaran bangunan terjadi di Baltimore. Para pengunjuk rasa juga melempari polisi dengan batu dan bom molotov. Akibat hal tersebut, sedikitnya 15 petugas kepolisian AS terluka. Hingga kini, pihak kepolisian AS telah menangkap 27 orang yang diduga sebagai provokator.
Ribuan polisi AS dan Garda Nasional dilaporkan masih dikerahkan untuk mengatasi kerusuhan di Baltimore. Wali Kota Baltimore Stephanie Rawlings-Blake juga masih memberlakukan jam malam terhadap warganya.

</content:encoded></item></channel></rss>
