<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Pendamping Terpidana Mati</title><description>Rohaniawan seperti pendeta dalam agama Nasrani, acap jadi orang terakhir yang mendampingi para terpidana mati dan punya banyak kisah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/29/337/1141575/kisah-pendamping-terpidana-mati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/29/337/1141575/kisah-pendamping-terpidana-mati"/><item><title>Kisah Pendamping Terpidana Mati</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/29/337/1141575/kisah-pendamping-terpidana-mati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/29/337/1141575/kisah-pendamping-terpidana-mati</guid><pubDate>Rabu 29 April 2015 05:36 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/28/337/1141575/kisah-pendamping-terpidana-mati-NOMshA4j1Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/28/337/1141575/kisah-pendamping-terpidana-mati-NOMshA4j1Q.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Menghadapi ajal yang &amp;lsquo;dititipkan&amp;rsquo; terhadap para eksekutor, tentu membutuhkan persiapan batin yang luar biasa. Sebab itu, para terpidana mati, biasanya disediakan pendamping menurut kepercayaan masing-masing sebelum mereka diserahkan kepada regu tembak.
Pendeta Anderas Nurmandala berpengalaman mendampingi terpidana mati. &amp;ldquo;Saya sejak 1994 mendampingi terpidana mati,&amp;rdquo; ujar Andreas.
Saking banyaknya terpidana mati yang ia dampingi, ingatannya sampai lupa berapa jumlahnya. Meski begitu, ia bersedia menceritakan pengalamannya saat mendampingi Astini pada 2006 silam.
Astini merupakan pembunuh tetangganya, Puji Astuti. Kasus itu hanya gara-gara Astuti tidak membayar utangnya. Saat di penjara sejak 1999, Astini sedih karena jarang dibesuk keluarganya. Sejak saat itu, Andres bersedia mendampinginya.
&amp;ldquo;Dia juga mengeluh, karena tidak ada yang peduli (mengurus) ketiga anaknya, dua laki-laki dan satu perempuan. Sedangkan ia sudah dipenjara&amp;rdquo; kisah Andreas.
Ketiga buah hati Astini pun lantas berada dalam tanggungan Andreas. Bahkan, ia mengaku telah menyekolahkan putra-putri Astini hingga tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Andreas turut menyesalkan eksekusi yang tetap dilakukan terhadap seseorang yang telah bertaubat. Ia juga masih ingat, ketika salah satu terpidana kasus narkoba yang ia dampingi, bahkan telah membuat obat penangkal bagi para pecandu barang haram tersebut.
&amp;ldquo;Apa perlu orang sudah taubat dieksekusi (mati)? Yang sakit juga? Ada lho, terpidana kasus narkoba yang berhasil menemukan obat penangkal bagi para pecandu,&amp;rdquo; bebernya.
Saat ini, Andreas mengabdikan hidupnya untuk melayani para narapidana. Tak hanya itu, bahkan ia juga melakukan pemberdayaan terhadap para pelaku kejahatan tersebut di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Menghadapi ajal yang &amp;lsquo;dititipkan&amp;rsquo; terhadap para eksekutor, tentu membutuhkan persiapan batin yang luar biasa. Sebab itu, para terpidana mati, biasanya disediakan pendamping menurut kepercayaan masing-masing sebelum mereka diserahkan kepada regu tembak.
Pendeta Anderas Nurmandala berpengalaman mendampingi terpidana mati. &amp;ldquo;Saya sejak 1994 mendampingi terpidana mati,&amp;rdquo; ujar Andreas.
Saking banyaknya terpidana mati yang ia dampingi, ingatannya sampai lupa berapa jumlahnya. Meski begitu, ia bersedia menceritakan pengalamannya saat mendampingi Astini pada 2006 silam.
Astini merupakan pembunuh tetangganya, Puji Astuti. Kasus itu hanya gara-gara Astuti tidak membayar utangnya. Saat di penjara sejak 1999, Astini sedih karena jarang dibesuk keluarganya. Sejak saat itu, Andres bersedia mendampinginya.
&amp;ldquo;Dia juga mengeluh, karena tidak ada yang peduli (mengurus) ketiga anaknya, dua laki-laki dan satu perempuan. Sedangkan ia sudah dipenjara&amp;rdquo; kisah Andreas.
Ketiga buah hati Astini pun lantas berada dalam tanggungan Andreas. Bahkan, ia mengaku telah menyekolahkan putra-putri Astini hingga tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Andreas turut menyesalkan eksekusi yang tetap dilakukan terhadap seseorang yang telah bertaubat. Ia juga masih ingat, ketika salah satu terpidana kasus narkoba yang ia dampingi, bahkan telah membuat obat penangkal bagi para pecandu barang haram tersebut.
&amp;ldquo;Apa perlu orang sudah taubat dieksekusi (mati)? Yang sakit juga? Ada lho, terpidana kasus narkoba yang berhasil menemukan obat penangkal bagi para pecandu,&amp;rdquo; bebernya.
Saat ini, Andreas mengabdikan hidupnya untuk melayani para narapidana. Tak hanya itu, bahkan ia juga melakukan pemberdayaan terhadap para pelaku kejahatan tersebut di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
</content:encoded></item></channel></rss>
