<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konflik Laut China Selatan, China 'Serang Balik' Pesaingnya</title><description>China menuduh balik Filipina, dan negara-negara pesaingnya yang telah melakukan pekerjaan pembangunan ilegal di wilayah Laut China Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/30/18/1142212/konflik-laut-china-selatan-china-serang-balik-pesaingnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/04/30/18/1142212/konflik-laut-china-selatan-china-serang-balik-pesaingnya"/><item><title>Konflik Laut China Selatan, China 'Serang Balik' Pesaingnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/04/30/18/1142212/konflik-laut-china-selatan-china-serang-balik-pesaingnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/04/30/18/1142212/konflik-laut-china-selatan-china-serang-balik-pesaingnya</guid><pubDate>Kamis 30 April 2015 05:10 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/29/18/1142212/konflik-laut-china-selatan-china-serang-balik-pesaingnya-LcPn4ZYUFE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal China kerap sisir wilayah Laut China Selatan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/29/18/1142212/konflik-laut-china-selatan-china-serang-balik-pesaingnya-LcPn4ZYUFE.jpg</image><title>Kapal China kerap sisir wilayah Laut China Selatan (Foto: Reuters)</title></images><description>
BEIJING &amp;ndash; Setelah menghadapi berbagai tudingan dan kritik tentang reklamasi di wilayah Laut China Selatan dari Filipina dan Vietnam, Negeri Tirai Bambu tersebut telah &amp;lsquo;menyerang balik&amp;rsquo; para pesaingnya dalam konflik Laut China Selatan.
Hal itu dilakukan Pemerintah China dengan menuduh balik bahwa Filipina, dan negara-negara lain yang mencoba mengklaim Laut China Selatan telah melakukan pekerjaan pembangunan ilegal di wilayah tersebut.
&amp;ldquo;Untuk waktu yang lama, Filipina, Vietnam, dan negara-negara lain telah melakukan reklamasi di pulau-pulau China secara ilegal,&amp;rdquo; ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/4/2015).
&amp;ldquo;Contohnya, yang terjadi di Kepulauan Nansha. Mereka telah membangun bandara dan infrastruktur tetap lainnya. Di Pulau Thitu, Filipina terbukti membangun sebuah bandara.&amp;rdquo; lanjut Hong Lei.
Sementara itu,  di Ibu Kota Manila, seorang pejabat senior Angkatan Darat membantah bahwa Pemerintah Filipina telah melakukan pekerjaan reklamasi ilegal.
&amp;ldquo;Jika China telah menyatakan seperti itu, maka buktikanlah. Kami tidak melakukan reklamasi ilegal karena pulau itu adalah milik Filipina,&amp;rdquo; ujar salah seorang pejabat senior Angkatan Darat Filipina yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Seperti diberitakan, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan telah menentang China dalam konflik Laut China Selatan. Negara-negara itu bersaing untuk mengklaim wilayah tersebut.
Pada Sabtu 18 April, Pemerintah Filipina bahkan terang-terangan meminta dukungan militer dan diplomatik Amerika Serikat (AS) untuk menangkis ancaman China dalam konflik Laut China Selatan.

</description><content:encoded>
BEIJING &amp;ndash; Setelah menghadapi berbagai tudingan dan kritik tentang reklamasi di wilayah Laut China Selatan dari Filipina dan Vietnam, Negeri Tirai Bambu tersebut telah &amp;lsquo;menyerang balik&amp;rsquo; para pesaingnya dalam konflik Laut China Selatan.
Hal itu dilakukan Pemerintah China dengan menuduh balik bahwa Filipina, dan negara-negara lain yang mencoba mengklaim Laut China Selatan telah melakukan pekerjaan pembangunan ilegal di wilayah tersebut.
&amp;ldquo;Untuk waktu yang lama, Filipina, Vietnam, dan negara-negara lain telah melakukan reklamasi di pulau-pulau China secara ilegal,&amp;rdquo; ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/4/2015).
&amp;ldquo;Contohnya, yang terjadi di Kepulauan Nansha. Mereka telah membangun bandara dan infrastruktur tetap lainnya. Di Pulau Thitu, Filipina terbukti membangun sebuah bandara.&amp;rdquo; lanjut Hong Lei.
Sementara itu,  di Ibu Kota Manila, seorang pejabat senior Angkatan Darat membantah bahwa Pemerintah Filipina telah melakukan pekerjaan reklamasi ilegal.
&amp;ldquo;Jika China telah menyatakan seperti itu, maka buktikanlah. Kami tidak melakukan reklamasi ilegal karena pulau itu adalah milik Filipina,&amp;rdquo; ujar salah seorang pejabat senior Angkatan Darat Filipina yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Seperti diberitakan, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan telah menentang China dalam konflik Laut China Selatan. Negara-negara itu bersaing untuk mengklaim wilayah tersebut.
Pada Sabtu 18 April, Pemerintah Filipina bahkan terang-terangan meminta dukungan militer dan diplomatik Amerika Serikat (AS) untuk menangkis ancaman China dalam konflik Laut China Selatan.

</content:encoded></item></channel></rss>
