<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diplomat Korea Utara Bersikap Kasar di Forum PBB</title><description>Diplomat Korea Utara Ri Song-chol bersikap kasar dengan berteriak di  depan forum PBB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/01/18/1143051/diplomat-korea-utara-bersikap-kasar-di-forum-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/01/18/1143051/diplomat-korea-utara-bersikap-kasar-di-forum-pbb"/><item><title>Diplomat Korea Utara Bersikap Kasar di Forum PBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/01/18/1143051/diplomat-korea-utara-bersikap-kasar-di-forum-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/01/18/1143051/diplomat-korea-utara-bersikap-kasar-di-forum-pbb</guid><pubDate>Jum'at 01 Mei 2015 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Pamela Sarnia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/01/18/1143051/diplomat-korea-utara-bersikap-kasar-di-forum-pbb-WRIm7kzhzc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perserikatan Bangsa-Bangsa (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/01/18/1143051/diplomat-korea-utara-bersikap-kasar-di-forum-pbb-WRIm7kzhzc.jpg</image><title>Perserikatan Bangsa-Bangsa (Foto: Reuters)</title></images><description>

NEW YORK - Diplomat Korea Utara Ri Song-chol bersikap kasar di  depan forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Song-chol meneriakkan  kata-kata kasar di depan wakil negara-negara lain dan menimbulkan  kerusuhan.
Seperti dilaporkan oleh South China Morning Post, Jumat (1/5/2015), kata-kata yang  dilontarkan Song-chol antara lain &quot;Tutup mulut!&quot;, &quot;Bebaskan Korea  Utara!&quot;, &quot;Setuju dengan Kim Jong-un!&quot; dan &quot;Bahkan binatang saja tahu  bagaimana cara menunggu giliran!&quot;
Duta PBB dari Amerika Serikat (AS), Samantha Power, coba menenangkan diplomat Korea Utara yang emosional itu.
Segera setelah diplomat Song-chol berhenti berbicara dan kesempatan  berbicara diberikan kepada Jay Jo, diplomat Korea Utara itu berdiri dan  keluar dari ruangan.
Korea Utara mengirim tiga diplomatnya untuk menghadiri pembahasan  dengan AS dan Korea Selatan mengenai hak asasi manusia di  Korea Utara.
Kerusuhan dimulai beberapa menit setelah Asisten Sekretaris Jenderal  Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Ivan Simonovic, mengatakan kepada peserta  forum bahwa Korea Utara telah menunjukkan &quot;tanda-tanda baru dalam  keterlibatan&quot; dengan masalah HAM selama beberapa bulan belakangan ini.
&quot;Senjata pemusnah massal yang sesungguhnya di Korea Utara adalah bagaimana pemimpinnya memperlakukan rakyatnya,&quot; kata Power.

</description><content:encoded>

NEW YORK - Diplomat Korea Utara Ri Song-chol bersikap kasar di  depan forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Song-chol meneriakkan  kata-kata kasar di depan wakil negara-negara lain dan menimbulkan  kerusuhan.
Seperti dilaporkan oleh South China Morning Post, Jumat (1/5/2015), kata-kata yang  dilontarkan Song-chol antara lain &quot;Tutup mulut!&quot;, &quot;Bebaskan Korea  Utara!&quot;, &quot;Setuju dengan Kim Jong-un!&quot; dan &quot;Bahkan binatang saja tahu  bagaimana cara menunggu giliran!&quot;
Duta PBB dari Amerika Serikat (AS), Samantha Power, coba menenangkan diplomat Korea Utara yang emosional itu.
Segera setelah diplomat Song-chol berhenti berbicara dan kesempatan  berbicara diberikan kepada Jay Jo, diplomat Korea Utara itu berdiri dan  keluar dari ruangan.
Korea Utara mengirim tiga diplomatnya untuk menghadiri pembahasan  dengan AS dan Korea Selatan mengenai hak asasi manusia di  Korea Utara.
Kerusuhan dimulai beberapa menit setelah Asisten Sekretaris Jenderal  Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Ivan Simonovic, mengatakan kepada peserta  forum bahwa Korea Utara telah menunjukkan &quot;tanda-tanda baru dalam  keterlibatan&quot; dengan masalah HAM selama beberapa bulan belakangan ini.
&quot;Senjata pemusnah massal yang sesungguhnya di Korea Utara adalah bagaimana pemimpinnya memperlakukan rakyatnya,&quot; kata Power.

</content:encoded></item></channel></rss>
