<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes Australia Sudah Kembali ke Negaranya</title><description>Dubes Australia Paul Grigson terbang menuju Australia pada Minggu malam untuk berkonsultasi dengan Menlu Australia Julie Bishop.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/04/18/1144039/dubes-australia-sudah-kembali-ke-negaranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/04/18/1144039/dubes-australia-sudah-kembali-ke-negaranya"/><item><title>Dubes Australia Sudah Kembali ke Negaranya</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/04/18/1144039/dubes-australia-sudah-kembali-ke-negaranya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/04/18/1144039/dubes-australia-sudah-kembali-ke-negaranya</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2015 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Pamela Sarnia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/04/18/1144039/dubes-australia-sudah-kembali-ke-australia-NNj12iXctd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Duta Besar Australia Paul Grigson Ditarik Kembali ke Australia (Foto: SMH)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/04/18/1144039/dubes-australia-sudah-kembali-ke-australia-NNj12iXctd.jpg</image><title>Duta Besar Australia Paul Grigson Ditarik Kembali ke Australia (Foto: SMH)</title></images><description>PERTH - Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, memutuskan kembali ke negaranya pada Minggu 3 Mei 2015, malam, sebagai respons atas pelaksanaan eksekusi mati duo Bali Nine. Pesawat yang ditumpangi Grigson terbang langsung menuju Perth, Australia.
Sesampainya di Perth, Grigson dijadwalkan berkonsultasi dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop.
Kembalinya Grigson ke Australia tidak bersifat permanen. Dia akan kembali ke Jakarta pada 12 Mei 2015. Kunjungannya ke Jakarta bertujuan untuk membahas kemungkinan penghentian bantuan Australia untuk Indonesia.
Seperti diberitakan The Sydney Morning Herald, Senin (4/5/2015), selain penarikan Dubes, Pemerintah Australia juga menghentikan kunjungan kementerian ke Indonesia.
Pemerintah Australia menarik duta besarnya untuk menyampaikan protes keras atas eksekusi mati dua warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Kedua anggota sindikat narkoba Bali Nine ini divonis hukuman mati karena menyelundupkan narkoba ke Bali pada 2005.
Pasca-eksekusi mati, Pemerintah Australia terus menyampaikan protes karena upaya mereka untuk menghentikan eksekusi mati diabaikan Pemerintah Indonesia. Meski demikian, Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott mengatakan Australia tetap ingin menjaga hubungan baik dengan Indonesia.</description><content:encoded>PERTH - Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, memutuskan kembali ke negaranya pada Minggu 3 Mei 2015, malam, sebagai respons atas pelaksanaan eksekusi mati duo Bali Nine. Pesawat yang ditumpangi Grigson terbang langsung menuju Perth, Australia.
Sesampainya di Perth, Grigson dijadwalkan berkonsultasi dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop.
Kembalinya Grigson ke Australia tidak bersifat permanen. Dia akan kembali ke Jakarta pada 12 Mei 2015. Kunjungannya ke Jakarta bertujuan untuk membahas kemungkinan penghentian bantuan Australia untuk Indonesia.
Seperti diberitakan The Sydney Morning Herald, Senin (4/5/2015), selain penarikan Dubes, Pemerintah Australia juga menghentikan kunjungan kementerian ke Indonesia.
Pemerintah Australia menarik duta besarnya untuk menyampaikan protes keras atas eksekusi mati dua warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Kedua anggota sindikat narkoba Bali Nine ini divonis hukuman mati karena menyelundupkan narkoba ke Bali pada 2005.
Pasca-eksekusi mati, Pemerintah Australia terus menyampaikan protes karena upaya mereka untuk menghentikan eksekusi mati diabaikan Pemerintah Indonesia. Meski demikian, Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott mengatakan Australia tetap ingin menjaga hubungan baik dengan Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
