<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Buruh Sumut Demo Naik Odong-Odong</title><description>Aksi buruh mengunakan odong-odong ternyata banyak diikuti para pekerja dari kaum perempuan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/04/340/1144313/ribuan-buruh-sumut-demo-naik-odong-odong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/04/340/1144313/ribuan-buruh-sumut-demo-naik-odong-odong"/><item><title>Ribuan Buruh Sumut Demo Naik Odong-Odong</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/04/340/1144313/ribuan-buruh-sumut-demo-naik-odong-odong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/04/340/1144313/ribuan-buruh-sumut-demo-naik-odong-odong</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2015 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Erie Prasetyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/04/340/1144313/ribuan-buruh-sumut-demo-naik-odong-odong-5fSVSqAvrm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/04/340/1144313/ribuan-buruh-sumut-demo-naik-odong-odong-5fSVSqAvrm.jpg</image><title>Foto: Okezone ilustrasi</title></images><description>
MEDAN &amp;ndash; Ribuan buruh dari berbagai pabrik di Sumatera Utara (Sumut) hari ini melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Sumut.
Ada yang berbeda dengan demo memperingati hari buruh Internasional kali ini, di mana ribuan buruh menggeruduk kantor DPRD Sumut dengan menumpangi kendaraan odong-odong.
Buruh yang sebagian adalah kaum wanita terlihat duduk manis di dalam odong-odong saat para buruh laki-laki melakukan orasi di depan kantor DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (4/5/2015).
Ada sekira 15 odong-odong yang dikerahkan untuk mengangkut demonstran ke kantor DPRD Sumut, namun ada juga kendaraan angkot dan juga sepeda motor yang digunakan para buruh.
Salah seorang buruh bernama Fatimah mengatakan senang menumpangi kendaraan odong-odong yang biasa ditumpangi untuk hiburan namun pada saat ini digunakan untuk demo.
&quot;Asyik menumpangi odong-odong. Kalau kita naik angkot kan panas di dalamnya, tapi kalau di odong-odong kan banyak anginnya,&quot; ujar Fatimah.
Sementara itu, dalam unjuk rasa tersebut orator aksi menyatakan Dinas Tenaga Kerja Sumut tidak melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang melanggar aturan dan perundang-undangan.
&quot;Buruh kontrak merajalela tanpa mengacu kepada undang-undang. Banyak masalah buruh, terlebih himpitan ekonomi dari mahalnya biaya hidup,&quot; ujar salah seorang orator, Lambok.


</description><content:encoded>
MEDAN &amp;ndash; Ribuan buruh dari berbagai pabrik di Sumatera Utara (Sumut) hari ini melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Sumut.
Ada yang berbeda dengan demo memperingati hari buruh Internasional kali ini, di mana ribuan buruh menggeruduk kantor DPRD Sumut dengan menumpangi kendaraan odong-odong.
Buruh yang sebagian adalah kaum wanita terlihat duduk manis di dalam odong-odong saat para buruh laki-laki melakukan orasi di depan kantor DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (4/5/2015).
Ada sekira 15 odong-odong yang dikerahkan untuk mengangkut demonstran ke kantor DPRD Sumut, namun ada juga kendaraan angkot dan juga sepeda motor yang digunakan para buruh.
Salah seorang buruh bernama Fatimah mengatakan senang menumpangi kendaraan odong-odong yang biasa ditumpangi untuk hiburan namun pada saat ini digunakan untuk demo.
&quot;Asyik menumpangi odong-odong. Kalau kita naik angkot kan panas di dalamnya, tapi kalau di odong-odong kan banyak anginnya,&quot; ujar Fatimah.
Sementara itu, dalam unjuk rasa tersebut orator aksi menyatakan Dinas Tenaga Kerja Sumut tidak melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang melanggar aturan dan perundang-undangan.
&quot;Buruh kontrak merajalela tanpa mengacu kepada undang-undang. Banyak masalah buruh, terlebih himpitan ekonomi dari mahalnya biaya hidup,&quot; ujar salah seorang orator, Lambok.


</content:encoded></item></channel></rss>
