<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI Tawarkan Bantuan Penyidik ke KPK</title><description>TNI mengaku siap mengerahkan anggotanya menjadi penyidik bila diperlukan pemerintah, termasuk bila ditempatkan di KPK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/05/337/1144716/tni-tawarkan-bantuan-penyidik-ke-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/05/337/1144716/tni-tawarkan-bantuan-penyidik-ke-kpk"/><item><title>TNI Tawarkan Bantuan Penyidik ke KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/05/337/1144716/tni-tawarkan-bantuan-penyidik-ke-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/05/337/1144716/tni-tawarkan-bantuan-penyidik-ke-kpk</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2015 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/05/337/1144716/tni-tawarkan-bantuan-penyidik-ke-kpk-LwY9TgTnqT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TNI tawarkan bantuan penyidik ke KPK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/05/337/1144716/tni-tawarkan-bantuan-penyidik-ke-kpk-LwY9TgTnqT.jpg</image><title>TNI tawarkan bantuan penyidik ke KPK (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pascapenangkapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), oleh Kepolisian, tersiar wacana lembaga antirasuah tersebut bakal memakai penyidik dari unsur militer.
Menanggapi hal tersebut, Kapuspen TNI, Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan, pihaknya siap jika pemerintah meminta prajuritnya menjadi penyidik. Bahkan, ia menegaskan bahwa aparat militer tidak hanya berurusan dengan perang.
&quot;Di kita itu (TNI) ada ahli hukum, polisinya ada, penuntut juga ada,&quot; jelas Fuad kepada wartawan usai acara peresmian Museum Penerangan TNI, di Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2015).
Meski demikian, TNI lanjut Fuad, hanya berprinsip membantu pemerintah. Sebab itu, saat nantinya ditempatkan di KPK, prajuritnya akan berbuat profesional.
&quot;TNI prinsipnya membantu pemerintah, kita siapkan semuanya, kapan saja diminta kita siap, KPK butuh berapa kita punya,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/04/16/19290/120727_medium.jpg&quot; alt=&quot;Warga Kehormatan TNI&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Seperti diketahui, penyidik senior KPK dari unsur Kepolisian, Novel Baswedan saat ini tengah diproses hukum. Mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu diperiksa lantaran aksi penganiayaan yang menyebabkan pemburu sarang burung walet meninggal dunia pada 2004 silam.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pascapenangkapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), oleh Kepolisian, tersiar wacana lembaga antirasuah tersebut bakal memakai penyidik dari unsur militer.
Menanggapi hal tersebut, Kapuspen TNI, Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan, pihaknya siap jika pemerintah meminta prajuritnya menjadi penyidik. Bahkan, ia menegaskan bahwa aparat militer tidak hanya berurusan dengan perang.
&quot;Di kita itu (TNI) ada ahli hukum, polisinya ada, penuntut juga ada,&quot; jelas Fuad kepada wartawan usai acara peresmian Museum Penerangan TNI, di Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2015).
Meski demikian, TNI lanjut Fuad, hanya berprinsip membantu pemerintah. Sebab itu, saat nantinya ditempatkan di KPK, prajuritnya akan berbuat profesional.
&quot;TNI prinsipnya membantu pemerintah, kita siapkan semuanya, kapan saja diminta kita siap, KPK butuh berapa kita punya,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/04/16/19290/120727_medium.jpg&quot; alt=&quot;Warga Kehormatan TNI&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Seperti diketahui, penyidik senior KPK dari unsur Kepolisian, Novel Baswedan saat ini tengah diproses hukum. Mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu diperiksa lantaran aksi penganiayaan yang menyebabkan pemburu sarang burung walet meninggal dunia pada 2004 silam.
</content:encoded></item></channel></rss>
