<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jero Wacik: Pak SBY Bantulah Saya</title><description>Mantan Menteri ESDM Jero Wacik memohon pertolongan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah resmi ditahan KPK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/05/337/1145068/jero-wacik-pak-sby-bantulah-saya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/05/337/1145068/jero-wacik-pak-sby-bantulah-saya"/><item><title>Jero Wacik: Pak SBY Bantulah Saya</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/05/337/1145068/jero-wacik-pak-sby-bantulah-saya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/05/337/1145068/jero-wacik-pak-sby-bantulah-saya</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2015 20:55 WIB</pubDate><dc:creator>Feri Agus Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/05/337/1145068/jero-wacik-memohon-pertolongan-sby-8CbcuOXzD7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jero Wacik Ditahan (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/05/337/1145068/jero-wacik-memohon-pertolongan-sby-8CbcuOXzD7.jpg</image><title>Jero Wacik Ditahan (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik memohon pertolongan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah resmi ditahan KPK.
&quot;Pak SBY yang juga Presiden ke-6, saya diperlakukan seperti ini. Mohon dibantu bapak, saya tidak tahu apa yang mesti saya lakukan. Saya merasa ini ketidakadilan,&quot; ungkap Jero di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2015).

Politikus Partai Demokrat ini berharap mendapat perlakuan yang adil sebagai warga negara Indonesia di hadapan hukum. Karenanya, Jero Wacik mengaku sempat menolak untuk menandatangani berita acara penahanan yang disodorkan oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut.
Lebih lanjut, dia yang juga merupakan tersangka saat menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) pada era Presiden SBY ini memohon doa keluarga di Bali dan masyarakat Indonesia agar terus diberikan kesabaran dalam menjalani proses hukum ini.
&quot;Terakhir kepada istri, anak-anak, keluarga di Bali, masyarakat Indonesia mohon doanya agar saya tabah dan tawakal, serta sabar menjalani proses hukum ini. Kepada media juga,&quot; urainya.
Sebelumnya diberitakan, setelah resmi ditahan KPK, Jero Wacik meminta  bantuan ke Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla  (Jokowi-JK), karena merasa diperlakukan tak adil.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik memohon pertolongan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah resmi ditahan KPK.
&quot;Pak SBY yang juga Presiden ke-6, saya diperlakukan seperti ini. Mohon dibantu bapak, saya tidak tahu apa yang mesti saya lakukan. Saya merasa ini ketidakadilan,&quot; ungkap Jero di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2015).

Politikus Partai Demokrat ini berharap mendapat perlakuan yang adil sebagai warga negara Indonesia di hadapan hukum. Karenanya, Jero Wacik mengaku sempat menolak untuk menandatangani berita acara penahanan yang disodorkan oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut.
Lebih lanjut, dia yang juga merupakan tersangka saat menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) pada era Presiden SBY ini memohon doa keluarga di Bali dan masyarakat Indonesia agar terus diberikan kesabaran dalam menjalani proses hukum ini.
&quot;Terakhir kepada istri, anak-anak, keluarga di Bali, masyarakat Indonesia mohon doanya agar saya tabah dan tawakal, serta sabar menjalani proses hukum ini. Kepada media juga,&quot; urainya.
Sebelumnya diberitakan, setelah resmi ditahan KPK, Jero Wacik meminta  bantuan ke Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla  (Jokowi-JK), karena merasa diperlakukan tak adil.
</content:encoded></item></channel></rss>
