<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gertakan Australia Soal Penghentian Bantuan untuk Indonesia</title><description>Pemerintah Australia telah merencanakan untuk memotong dana bantuan untuk Indonesia dan beberapa negara lain dalam APBN Australia 2015.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/06/18/1145093/gertakan-australia-soal-penghentian-bantuan-untuk-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/06/18/1145093/gertakan-australia-soal-penghentian-bantuan-untuk-indonesia"/><item><title>Gertakan Australia Soal Penghentian Bantuan untuk Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/06/18/1145093/gertakan-australia-soal-penghentian-bantuan-untuk-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/06/18/1145093/gertakan-australia-soal-penghentian-bantuan-untuk-indonesia</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2015 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/05/18/1145093/gertakan-australia-soal-penghentian-bantuan-untuk-indonesia-HJbpG8wOGA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tony Abbott bersama dengan Joe Hockey. (Foto : Sydney Morning Herald)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/05/18/1145093/gertakan-australia-soal-penghentian-bantuan-untuk-indonesia-HJbpG8wOGA.jpg</image><title>Tony Abbott bersama dengan Joe Hockey. (Foto : Sydney Morning Herald)</title></images><description>
CANBERRA &amp;ndash; Pemerintah Australia berencana untuk memotong pemberian dana bantuan kepada Pemerintah Indonesia. Hal itu disampaikan Direktur Dewan Pembangunan Internasional Australia, Marc Purcell.
Menurutnya, hal itu terungkap dari pengumuman yang disampaikan oleh Anggota Parlemen sekaligus Bendahara Pemerintah Australia, Joe Hockey. Saat ini, para anggota parlemen bersama dengan Perdana Menteri (PM) Tony Abbott sedang membahas pemotongan dana bantuan untuk Pemerintah Indonesia serta negara-negara lain, dan akan dimasukan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Australia 2015.
&amp;ldquo;Faktanya, dana bantuan ke Indonesia memang akan dipotong dalam anggaran terbaru (2015), itu sebagai bagian dari total pemotongan anggaran yang mencapai USD 1 miliar untuk bantuan ke negara-negara lainnya, seperti yang diumumkan oleh Joe Hockey,&amp;rdquo; ujar Marc Purcell, seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Rabu (6/5/2015).
&amp;ldquo;Saya pikir Pemerintah Australia tidak akan sepenuhnya menghentikan dana bantuan ke Indonesia. Namun, dari pembicaraan PM Abbott dengan anggota parlemen, sepertinya mereka akan memotong anggaran dana bantuan kepada negara-negara lain, termasuk Indonesia,&amp;rdquo; lanjutnya.
Purcell menambahkan, saat ini banyak pengamat di Australia mengatakan bahwa mayoritas warga Australia menginginkan Indonesia terkena dampak penghentian bantuan dari Pemerintah Australia.
&amp;ldquo;Banyak pendapat publik yang menginginkan Indonesia terkena dampak penghentian bantuan dari Pemerintah Australia. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan itu nantinya malah akan beresiko terhadap hubungan diplomatik RI-Australia. Mungkin saat ini itulah hal yang sedang dipusingkan oleh Menlu Bishop,&amp;rdquo; ujar Purcell.
Ternyata, Indonesia bukan satu-satunya negara yang terkena imbas pemotongan dana bantuan dalam anggaran Australia 2015. Beberapa negara Afrika seperti Botswana, Kenya, Zimbabwe, Angola dan Ethiopia turut terkena pemotongan bantuan.
Negara-negara Afrika itu merasa terpukul dengan adanya pemotongan bantuan. Duta Besar negara-negara Afrika di Australia dilaporkan meminta Pemerintah Australia untuk tidak memotong anggaran dana bantuan untuk mereka, setidaknya untuk saat ini, karena mereka sangat membutuhkan bantuan itu.
&quot;Mereka &amp;lsquo;memohon&amp;rsquo; kepada Pemerintah Australia untuk tidak memotong anggaran dana bantuan ke negara mereka, karena tingkat kemiskinan yang cukup tinggi,&quot; ungkap seorang anggota Parlemen dari Partai Liberal yang turut hadir dalam pertemuan antara Dubes negara-negara Afrika dengan Pemerintah Australia.

</description><content:encoded>
CANBERRA &amp;ndash; Pemerintah Australia berencana untuk memotong pemberian dana bantuan kepada Pemerintah Indonesia. Hal itu disampaikan Direktur Dewan Pembangunan Internasional Australia, Marc Purcell.
Menurutnya, hal itu terungkap dari pengumuman yang disampaikan oleh Anggota Parlemen sekaligus Bendahara Pemerintah Australia, Joe Hockey. Saat ini, para anggota parlemen bersama dengan Perdana Menteri (PM) Tony Abbott sedang membahas pemotongan dana bantuan untuk Pemerintah Indonesia serta negara-negara lain, dan akan dimasukan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Australia 2015.
&amp;ldquo;Faktanya, dana bantuan ke Indonesia memang akan dipotong dalam anggaran terbaru (2015), itu sebagai bagian dari total pemotongan anggaran yang mencapai USD 1 miliar untuk bantuan ke negara-negara lainnya, seperti yang diumumkan oleh Joe Hockey,&amp;rdquo; ujar Marc Purcell, seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Rabu (6/5/2015).
&amp;ldquo;Saya pikir Pemerintah Australia tidak akan sepenuhnya menghentikan dana bantuan ke Indonesia. Namun, dari pembicaraan PM Abbott dengan anggota parlemen, sepertinya mereka akan memotong anggaran dana bantuan kepada negara-negara lain, termasuk Indonesia,&amp;rdquo; lanjutnya.
Purcell menambahkan, saat ini banyak pengamat di Australia mengatakan bahwa mayoritas warga Australia menginginkan Indonesia terkena dampak penghentian bantuan dari Pemerintah Australia.
&amp;ldquo;Banyak pendapat publik yang menginginkan Indonesia terkena dampak penghentian bantuan dari Pemerintah Australia. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan itu nantinya malah akan beresiko terhadap hubungan diplomatik RI-Australia. Mungkin saat ini itulah hal yang sedang dipusingkan oleh Menlu Bishop,&amp;rdquo; ujar Purcell.
Ternyata, Indonesia bukan satu-satunya negara yang terkena imbas pemotongan dana bantuan dalam anggaran Australia 2015. Beberapa negara Afrika seperti Botswana, Kenya, Zimbabwe, Angola dan Ethiopia turut terkena pemotongan bantuan.
Negara-negara Afrika itu merasa terpukul dengan adanya pemotongan bantuan. Duta Besar negara-negara Afrika di Australia dilaporkan meminta Pemerintah Australia untuk tidak memotong anggaran dana bantuan untuk mereka, setidaknya untuk saat ini, karena mereka sangat membutuhkan bantuan itu.
&quot;Mereka &amp;lsquo;memohon&amp;rsquo; kepada Pemerintah Australia untuk tidak memotong anggaran dana bantuan ke negara mereka, karena tingkat kemiskinan yang cukup tinggi,&quot; ungkap seorang anggota Parlemen dari Partai Liberal yang turut hadir dalam pertemuan antara Dubes negara-negara Afrika dengan Pemerintah Australia.

</content:encoded></item></channel></rss>
