<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintahan Israel Terbentuk, Netanyahu: Saatnya Bekerja!</title><description>PM Israel, Benjamin Netanyahu, berhasil membentuk pemerintahan  baru setelah melalui negosiasi yang alot dengan elite politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/07/18/1145857/pemerintahan-israel-terbentuk-netanyahu-saatnya-bekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/07/18/1145857/pemerintahan-israel-terbentuk-netanyahu-saatnya-bekerja"/><item><title>Pemerintahan Israel Terbentuk, Netanyahu: Saatnya Bekerja!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/07/18/1145857/pemerintahan-israel-terbentuk-netanyahu-saatnya-bekerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/07/18/1145857/pemerintahan-israel-terbentuk-netanyahu-saatnya-bekerja</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2015 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Ardiansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/07/18/1145857/pemerintahan-israel-terbentuk-netanyahu-saatnya-bekerja-U9D7jlN6EJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Benyamin Netanyahu (Kiri) dan Naftali Benett (Kanan) (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/07/18/1145857/pemerintahan-israel-terbentuk-netanyahu-saatnya-bekerja-U9D7jlN6EJ.jpg</image><title>Benyamin Netanyahu (Kiri) dan Naftali Benett (Kanan) (Foto: Reuters)</title></images><description>
TEL AVIV &amp;ndash; Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya berhasil membentuk pemerintahan baru setelah melalui negosiasi yang alot dengan elite politik di sana.
&amp;ldquo;Saya beri tahu kepada rakyat Israel, jika pemerintahan baru telah terbentuk. Kami telah memberitahu ini kepada Presiden dan Ketua Parlemen Israel,&amp;rdquo;  ujar PM Netanyahu, seperti dilansir Al Jazeera, Kamis (7/5/2015).
PM Netanyahu menambahkan jika susunan kabinetnya akan diumumkan pekan depan. Ia merasa komposisi orang yang akan duduk di kabinet merupakan susunan yang sempurna.
&amp;ldquo;Negosiasi sudah berakhir, saatnya untuk bekerja,&amp;rdquo; ujar Ketua Partai Jewish Home, Naftali Bennett, yang merupakan salah satu anggota koalisi.
Sebelumnya, PM Netanyahu terancam gagal untuk membentuk pemerintahan baru usai Ketua Partai Yisrael Beitenu, Avigdor Lieberman, mengundurkan dari koalisi pemerintahan. Padahal batas waktu untuk membentuk pemerintahan adalah Rabu, 6 Mei 2015.
Kini jumlah kursi di parlemen anggota koalisi PM Netanyahu berjumlah 61. Jumlah ini cukup untuk membentuk pemerintahan karena total anggota Parlemen berjumlah 120 orang.
PM Netanyahu akan menghadapi tugas yang berat, mengingat proses perdamaian di Palestina belum selesai. Selain itu, Israel kini dihadapkan kepada merosotnya tingkat pertumbuhan ekonomi dan kasus rasisme yang masih dijumpai di Negeri Yahudi tersebut.
</description><content:encoded>
TEL AVIV &amp;ndash; Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya berhasil membentuk pemerintahan baru setelah melalui negosiasi yang alot dengan elite politik di sana.
&amp;ldquo;Saya beri tahu kepada rakyat Israel, jika pemerintahan baru telah terbentuk. Kami telah memberitahu ini kepada Presiden dan Ketua Parlemen Israel,&amp;rdquo;  ujar PM Netanyahu, seperti dilansir Al Jazeera, Kamis (7/5/2015).
PM Netanyahu menambahkan jika susunan kabinetnya akan diumumkan pekan depan. Ia merasa komposisi orang yang akan duduk di kabinet merupakan susunan yang sempurna.
&amp;ldquo;Negosiasi sudah berakhir, saatnya untuk bekerja,&amp;rdquo; ujar Ketua Partai Jewish Home, Naftali Bennett, yang merupakan salah satu anggota koalisi.
Sebelumnya, PM Netanyahu terancam gagal untuk membentuk pemerintahan baru usai Ketua Partai Yisrael Beitenu, Avigdor Lieberman, mengundurkan dari koalisi pemerintahan. Padahal batas waktu untuk membentuk pemerintahan adalah Rabu, 6 Mei 2015.
Kini jumlah kursi di parlemen anggota koalisi PM Netanyahu berjumlah 61. Jumlah ini cukup untuk membentuk pemerintahan karena total anggota Parlemen berjumlah 120 orang.
PM Netanyahu akan menghadapi tugas yang berat, mengingat proses perdamaian di Palestina belum selesai. Selain itu, Israel kini dihadapkan kepada merosotnya tingkat pertumbuhan ekonomi dan kasus rasisme yang masih dijumpai di Negeri Yahudi tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
