<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Reshuffle Kabinet Kerja, Peluang Jokowi Perbaiki Kinerja</title><description>Presiden harus melakukan&amp;nbsp;reshuffle&amp;nbsp;Kabinet Kerja. Ini adalah kesempatan Jokowi untuk memperbaiki kinerjanya yang dinilai masih amburadul.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/07/337/1145931/reshuffle-kabinet-kerja-peluang-jokowi-perbaiki-kinerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/07/337/1145931/reshuffle-kabinet-kerja-peluang-jokowi-perbaiki-kinerja"/><item><title>Reshuffle Kabinet Kerja, Peluang Jokowi Perbaiki Kinerja</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/07/337/1145931/reshuffle-kabinet-kerja-peluang-jokowi-perbaiki-kinerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/07/337/1145931/reshuffle-kabinet-kerja-peluang-jokowi-perbaiki-kinerja</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2015 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Saifulloh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/07/337/1145931/reshuffle-kabinet-kerja-peluang-jokowi-perbaiki-kinerja-sp5HAyQhCN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/07/337/1145931/reshuffle-kabinet-kerja-peluang-jokowi-perbaiki-kinerja-sp5HAyQhCN.jpg</image><title>(Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat menilai bahwa Presiden Joko Widodo harus melakukan reshuffle Kabinet Kerja.  Ini adalah kesempatan Jokowi untuk memperbaiki kinerjanya yang dinilai masih amburadul.
&amp;ldquo;Jokowi mutlak harus me-reshuffle kabinetnya  karena ini adalah chance Jokowi yang harus diambil untuk memperbaiki kinerjanya yang amburadul, meski tidak bisa serta merta bisa meningkatkan kepercayaan rakyat kepadanya,&amp;rdquo; kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Brawijaya Malang, Anang Sujoko kepada media, Kamis  ( 7/5/2015). Kepercayaan  rakyat akan meningkat  jika pengganti menteri yang di-reshuffle dapat membuktikan kemampuannya.
Menurut Anang, reshuffle tidak mudah dilakukan karena pemerintahan Jokowi selama ini terlalu sarat dengan bagi-bagi kekuasaan. &amp;ldquo;Jadi Jokowi harus jeli memilih pengganti menteri jika benar-benar akan melakukan reshuffle,&amp;rdquo; kata Anang.
Anang juga berpendapat bahwa banyak di antara para menteri di kabinet  yang tidak menunjukkan kemampuan dasar  sebagai  seorang menteri. &amp;ldquo;Management leadership beberapa menteri tidak menunjukkan kapabilitas seorang pejabat publik,&amp;rdquo; kata Anang.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Mada Sukmajati mengatakan bahwa reshuffle tak lepas dari mekanisme monitoring dan evaluasi kinerja kabinet.
&amp;ldquo;Memang ada beberapa kementerian yang sudah menunjukkan kualitas kinerjanya seperti Kementerian Perikanan. Sedangkan ada kementrian yang sering  disorot karena kebijakannya seperti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia,&amp;rdquo; kata Mada. Menurut Mada, kriteria monitoring dan evaluasi kabinet harus jelas karena bisa menjadi bumerang bagi Jokowi sendiri.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat menilai bahwa Presiden Joko Widodo harus melakukan reshuffle Kabinet Kerja.  Ini adalah kesempatan Jokowi untuk memperbaiki kinerjanya yang dinilai masih amburadul.
&amp;ldquo;Jokowi mutlak harus me-reshuffle kabinetnya  karena ini adalah chance Jokowi yang harus diambil untuk memperbaiki kinerjanya yang amburadul, meski tidak bisa serta merta bisa meningkatkan kepercayaan rakyat kepadanya,&amp;rdquo; kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Brawijaya Malang, Anang Sujoko kepada media, Kamis  ( 7/5/2015). Kepercayaan  rakyat akan meningkat  jika pengganti menteri yang di-reshuffle dapat membuktikan kemampuannya.
Menurut Anang, reshuffle tidak mudah dilakukan karena pemerintahan Jokowi selama ini terlalu sarat dengan bagi-bagi kekuasaan. &amp;ldquo;Jadi Jokowi harus jeli memilih pengganti menteri jika benar-benar akan melakukan reshuffle,&amp;rdquo; kata Anang.
Anang juga berpendapat bahwa banyak di antara para menteri di kabinet  yang tidak menunjukkan kemampuan dasar  sebagai  seorang menteri. &amp;ldquo;Management leadership beberapa menteri tidak menunjukkan kapabilitas seorang pejabat publik,&amp;rdquo; kata Anang.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Mada Sukmajati mengatakan bahwa reshuffle tak lepas dari mekanisme monitoring dan evaluasi kinerja kabinet.
&amp;ldquo;Memang ada beberapa kementerian yang sudah menunjukkan kualitas kinerjanya seperti Kementerian Perikanan. Sedangkan ada kementrian yang sering  disorot karena kebijakannya seperti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia,&amp;rdquo; kata Mada. Menurut Mada, kriteria monitoring dan evaluasi kabinet harus jelas karena bisa menjadi bumerang bagi Jokowi sendiri.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
