<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sultan HB X: Sabda Raja yang Beredar Salah!</title><description>Sultan HB X menegaskan sabda raja yang beredar di masyarakat salah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/07/340/1145991/sultan-hb-x-sabda-raja-yang-beredar-salah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/07/340/1145991/sultan-hb-x-sabda-raja-yang-beredar-salah"/><item><title>Sultan HB X: Sabda Raja yang Beredar Salah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/07/340/1145991/sultan-hb-x-sabda-raja-yang-beredar-salah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/07/340/1145991/sultan-hb-x-sabda-raja-yang-beredar-salah</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2015 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/07/340/1145991/sultan-hb-x-sabda-raja-yang-beredar-salah-uxNBIKciki.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/07/340/1145991/sultan-hb-x-sabda-raja-yang-beredar-salah-uxNBIKciki.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi Okezone</title></images><description>
YOGYAKARTA - Fakta mengejutkan keluar dari Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X yang menyatakan lima poin sabda raja yang beredar di masyarakat melalui media massa tidak sesuai apa yang dikeluarkannya pada 30 April 2015.
&quot;Yang dimuat di media tentang lima poin itu salah semua,&quot; kata Sultan yang ditemui di Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (7/5/2015).
Gubernur DIY itu menyayangkan sikap adik-adiknya yang sudah berkomentar di media terkait sabda raja tersebut. Padahal, adik-adiknya tidak ikut dalam pengucapan sabda raja itu.
&quot;Mereka diundang dua kali tidak hadir, bagaimana mereka tahu,&quot; ucapnya.
Ia juga menyayangkan banyaknya spekulasi terkait sabda raja oleh adik-adiknya, sehingga menyebabkan polemik semakin meluas.
&quot;Adik-adik itu jangan hanya menggunakan ini (menunjuk kepala), harus menggunakan ini (memegang dada). Kalau baca menggunakan ini (menunjuk kepala) mesti keliru, maka seharusnya menggunakan ini (kembali menunjuk dada),&quot; ucapnya.
Ngarso dalem itu menjelaskan, dalam falsafah Jawa, ketika membaca situasi tidak pernah menggunakan pikiran tetapi menggunakan perasaan.
&quot;Orang Jawa itu tidak pernah berbicara mbok kita berpikir tetapi mbok kita menggalih (tetap menggunakan hati),&quot; paparnya.
</description><content:encoded>
YOGYAKARTA - Fakta mengejutkan keluar dari Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X yang menyatakan lima poin sabda raja yang beredar di masyarakat melalui media massa tidak sesuai apa yang dikeluarkannya pada 30 April 2015.
&quot;Yang dimuat di media tentang lima poin itu salah semua,&quot; kata Sultan yang ditemui di Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (7/5/2015).
Gubernur DIY itu menyayangkan sikap adik-adiknya yang sudah berkomentar di media terkait sabda raja tersebut. Padahal, adik-adiknya tidak ikut dalam pengucapan sabda raja itu.
&quot;Mereka diundang dua kali tidak hadir, bagaimana mereka tahu,&quot; ucapnya.
Ia juga menyayangkan banyaknya spekulasi terkait sabda raja oleh adik-adiknya, sehingga menyebabkan polemik semakin meluas.
&quot;Adik-adik itu jangan hanya menggunakan ini (menunjuk kepala), harus menggunakan ini (memegang dada). Kalau baca menggunakan ini (menunjuk kepala) mesti keliru, maka seharusnya menggunakan ini (kembali menunjuk dada),&quot; ucapnya.
Ngarso dalem itu menjelaskan, dalam falsafah Jawa, ketika membaca situasi tidak pernah menggunakan pikiran tetapi menggunakan perasaan.
&quot;Orang Jawa itu tidak pernah berbicara mbok kita berpikir tetapi mbok kita menggalih (tetap menggunakan hati),&quot; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
