<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cameron Menangi Pemilu Inggris, Para Pesaing Mundur</title><description>David Cameron kembali menduduki kuris Perdana Menteri Inggris setalah partainya berhasil memenangi pemilu 2015.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/08/18/1146903/cameron-menangi-pemilu-inggris-para-pesaing-mundur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/08/18/1146903/cameron-menangi-pemilu-inggris-para-pesaing-mundur"/><item><title>Cameron Menangi Pemilu Inggris, Para Pesaing Mundur</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/08/18/1146903/cameron-menangi-pemilu-inggris-para-pesaing-mundur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/08/18/1146903/cameron-menangi-pemilu-inggris-para-pesaing-mundur</guid><pubDate>Jum'at 08 Mei 2015 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/08/18/1146903/cameron-menangi-pemilu-inggris-para-pesaing-mundur-5qcSlFobXT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Inggris David Cameron bersama istrinya Samantha meninggalkan tempat pemungutan suara. (Foto : Reiuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/08/18/1146903/cameron-menangi-pemilu-inggris-para-pesaing-mundur-5qcSlFobXT.jpg</image><title>Perdana Menteri Inggris David Cameron bersama istrinya Samantha meninggalkan tempat pemungutan suara. (Foto : Reiuters)</title></images><description>
LONDON - Pemilihan umum (pemilu) Inggris berlangsung dramatis setelah David Cameron kembali menduduki jabatan Perdana Menteri (PM) untuk masa jabatan yang kedua secara berturut-turut. Partai Partai Konservatif yang dipimpin Cameron berhasil mencatat kemenangan.
Kemenangan ini diraih setelah Partai Konservatif atau yang sering disebut Tory di Inggris, berhasil merebut 331 kursi di Parlemen mengalahkan Partai Buruh yang hanya mendapatkan 232 kursi, disusul dengan Scottish National Party (SNP) dengan 56 kursi.
Hasil lainnya, Partai Plaid Cymru mendapat tiga kursi sedangkan Partai Hijau, dan Partai Kebebasan Inggris (UKIP) masing-masing mendapatkan satu kursi.
&amp;ldquo;Saya ingin menyatukan negara ini secepatnya dengan menerapkan apa yang telah kami janjikan dan bekerja sama dengan partai lainnya. Hal ini berlaku juga untuk Wales dan Skotlandia,&amp;rdquo; kata Cameron dalam pidato kemenangannya.
&amp;ldquo;Singkatnya, saya ingin partai saya dan pemerintahan yang akan saya pimpin untuk merebut kembali mantel yang seharusnya tidak pernah hilang dari kita - mantel Kesatuan Bangsa, Satu Inggris. Seperti itulah saya akan memerintah jika saya cukup beruntung dapat membentuk pemerintahan dalam beberapa hari ke depan,&amp;rdquo; lanjutnya, sebagaimana yang dilansir BBC, Jumat (8/5/2015).
Menyusul kemenangan Cameron tersebut, para pemimpin partai pesaingnya ramai-ramai mengundurkan diri.
Ed Miliband, Nick Clegg, dan Nigel Farage yang memimpin Partai Buruh, Liberal Demokrat, dan Partai Kebebasan Inggris (UKIP) menyatakan pengunduran diri mereka. Ketiganya mundur hanya dalam waktu 52 menit, yang dimulai dengan pengunduran diri Farage yang disusul Clegg dan ditutup dengan Miliband.
Ketiganya tampak sangat kecewa dengan hasil pemilihan kali ini. Miliband mengatakan dirinya bertanggung jawab atas kekalahan Partai Buruh yang sebenarnya diunggulkan untuk memenangkan pemilu Inggris. Clegg menyatakan bahwa Inggris berada dalam masa kelam karena kemenangan Tory. Sedangkan Farage menyatakan akan mundur dari politik untuk sementara waktu.

</description><content:encoded>
LONDON - Pemilihan umum (pemilu) Inggris berlangsung dramatis setelah David Cameron kembali menduduki jabatan Perdana Menteri (PM) untuk masa jabatan yang kedua secara berturut-turut. Partai Partai Konservatif yang dipimpin Cameron berhasil mencatat kemenangan.
Kemenangan ini diraih setelah Partai Konservatif atau yang sering disebut Tory di Inggris, berhasil merebut 331 kursi di Parlemen mengalahkan Partai Buruh yang hanya mendapatkan 232 kursi, disusul dengan Scottish National Party (SNP) dengan 56 kursi.
Hasil lainnya, Partai Plaid Cymru mendapat tiga kursi sedangkan Partai Hijau, dan Partai Kebebasan Inggris (UKIP) masing-masing mendapatkan satu kursi.
&amp;ldquo;Saya ingin menyatukan negara ini secepatnya dengan menerapkan apa yang telah kami janjikan dan bekerja sama dengan partai lainnya. Hal ini berlaku juga untuk Wales dan Skotlandia,&amp;rdquo; kata Cameron dalam pidato kemenangannya.
&amp;ldquo;Singkatnya, saya ingin partai saya dan pemerintahan yang akan saya pimpin untuk merebut kembali mantel yang seharusnya tidak pernah hilang dari kita - mantel Kesatuan Bangsa, Satu Inggris. Seperti itulah saya akan memerintah jika saya cukup beruntung dapat membentuk pemerintahan dalam beberapa hari ke depan,&amp;rdquo; lanjutnya, sebagaimana yang dilansir BBC, Jumat (8/5/2015).
Menyusul kemenangan Cameron tersebut, para pemimpin partai pesaingnya ramai-ramai mengundurkan diri.
Ed Miliband, Nick Clegg, dan Nigel Farage yang memimpin Partai Buruh, Liberal Demokrat, dan Partai Kebebasan Inggris (UKIP) menyatakan pengunduran diri mereka. Ketiganya mundur hanya dalam waktu 52 menit, yang dimulai dengan pengunduran diri Farage yang disusul Clegg dan ditutup dengan Miliband.
Ketiganya tampak sangat kecewa dengan hasil pemilihan kali ini. Miliband mengatakan dirinya bertanggung jawab atas kekalahan Partai Buruh yang sebenarnya diunggulkan untuk memenangkan pemilu Inggris. Clegg menyatakan bahwa Inggris berada dalam masa kelam karena kemenangan Tory. Sedangkan Farage menyatakan akan mundur dari politik untuk sementara waktu.

</content:encoded></item></channel></rss>
