<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK: Kasus Kondensat Proyek Perdana Satgas Anti Korupsi</title><description>KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung akan  bersama-sama mengusut dugaan korupsi penjualan kondensat yang melibatkan PT TPPI dan SKK Migas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/08/337/1146447/kpk-kasus-kondensat-proyek-perdana-satgas-anti-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/08/337/1146447/kpk-kasus-kondensat-proyek-perdana-satgas-anti-korupsi"/><item><title>KPK: Kasus Kondensat Proyek Perdana Satgas Anti Korupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/08/337/1146447/kpk-kasus-kondensat-proyek-perdana-satgas-anti-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/08/337/1146447/kpk-kasus-kondensat-proyek-perdana-satgas-anti-korupsi</guid><pubDate>Jum'at 08 Mei 2015 08:53 WIB</pubDate><dc:creator>Feri Agus Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/08/337/1146447/kpk-kasus-kondensat-proyek-perdana-satgas-anti-korupsi-N7CWXi600J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/08/337/1146447/kpk-kasus-kondensat-proyek-perdana-satgas-anti-korupsi-N7CWXi600J.jpg</image><title>Ilustrasi. (dok.Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri dan Kejaksaan Agung akan bersama-sama mengusut dugaan korupsi penjualan kondensat atau minyak mentah tahun 2008-2010 oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan SKK Migas.
Perkara tersebut direncanakan menjadi proyek perdana yang akan ditangani Satgas Anti Korupsi dari tiga lembaga penegak hukum tersebut.
&quot;Ada perencanaan joint investigation dalam penanganan kasus ini (kasus dugaan korupsi penjualan kondensat) sesuai kesepakatan Pimpinan KPK, Kapolri dan Jaksa Agung,&quot; ujar Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji, Jumat (8/5/2015).
Menurutnya, KPK segera berdikusi dengan Bareskrim dan Kejakgung terkait penanganan kasus di SKK Migas tersebut. Dalam penanganan perkara ini, lanjutnya memang harus hati-hati mengingat kerugian negara mencapai Rp2 triliun.
&quot;Masih akan dibicarakan, kasus-kasus yang memang memiliki potensi grand corruption,&quot; tuturnya.
Namun, Indriyanto belum bisa bicara terlalu jauh. Pasalnya, untuk teknis penanganan perkara baru akan didiskusikan bersama.
&quot;Detail pelaksanaan satgas akan dibicarakan pada tataran level teknis, dan Bareskrim memang memberikan basis awal penyidikan yang telah berjalan,&quot; tandasnya.
Sebelumnya, adik Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo sempat dikait-kaitkan dalam kasus ini lantaran memiliki saham PT TPPI. Namun, hal itu dibantahnya. Ia mengatakan sejak 1998 dirinya bukan lagi pemilik TPPI. Sebab saat itu ia sudah menjual sahamnya.
Hashim mengakui bahwa TPPI merupakan perusahaan yang didirikannya bersama Njoo Kok Kiong (An Njoo) dan Honggo Wendratno pada tahun 1995.&amp;lrm; Dimana Hashim menaruh saham sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh Al Njoo dan Honggo.
Pada tahun 1998, Hashim kemudian menyerahkan seluruh saham miliknya kepada BPPN lantaran adanya persoalan utang piutang grup Tirtamas (milik Hashim) kepada beberapa pihak yang sebagian besar adalah pihak BUMN maupun institusi keuangan negara.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri dan Kejaksaan Agung akan bersama-sama mengusut dugaan korupsi penjualan kondensat atau minyak mentah tahun 2008-2010 oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan SKK Migas.
Perkara tersebut direncanakan menjadi proyek perdana yang akan ditangani Satgas Anti Korupsi dari tiga lembaga penegak hukum tersebut.
&quot;Ada perencanaan joint investigation dalam penanganan kasus ini (kasus dugaan korupsi penjualan kondensat) sesuai kesepakatan Pimpinan KPK, Kapolri dan Jaksa Agung,&quot; ujar Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji, Jumat (8/5/2015).
Menurutnya, KPK segera berdikusi dengan Bareskrim dan Kejakgung terkait penanganan kasus di SKK Migas tersebut. Dalam penanganan perkara ini, lanjutnya memang harus hati-hati mengingat kerugian negara mencapai Rp2 triliun.
&quot;Masih akan dibicarakan, kasus-kasus yang memang memiliki potensi grand corruption,&quot; tuturnya.
Namun, Indriyanto belum bisa bicara terlalu jauh. Pasalnya, untuk teknis penanganan perkara baru akan didiskusikan bersama.
&quot;Detail pelaksanaan satgas akan dibicarakan pada tataran level teknis, dan Bareskrim memang memberikan basis awal penyidikan yang telah berjalan,&quot; tandasnya.
Sebelumnya, adik Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo sempat dikait-kaitkan dalam kasus ini lantaran memiliki saham PT TPPI. Namun, hal itu dibantahnya. Ia mengatakan sejak 1998 dirinya bukan lagi pemilik TPPI. Sebab saat itu ia sudah menjual sahamnya.
Hashim mengakui bahwa TPPI merupakan perusahaan yang didirikannya bersama Njoo Kok Kiong (An Njoo) dan Honggo Wendratno pada tahun 1995.&amp;lrm; Dimana Hashim menaruh saham sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh Al Njoo dan Honggo.
Pada tahun 1998, Hashim kemudian menyerahkan seluruh saham miliknya kepada BPPN lantaran adanya persoalan utang piutang grup Tirtamas (milik Hashim) kepada beberapa pihak yang sebagian besar adalah pihak BUMN maupun institusi keuangan negara.

</content:encoded></item></channel></rss>
