<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mensos: 5.900 Anak Indonesia Ditelantarkan Orangtuanya</title><description>Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyebut terdapat sekira 4,1 juta anak terlantar se-Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/15/338/1150410/mensos-5-900-anak-indonesia-ditelantarkan-orangtuanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/15/338/1150410/mensos-5-900-anak-indonesia-ditelantarkan-orangtuanya"/><item><title>Mensos: 5.900 Anak Indonesia Ditelantarkan Orangtuanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/15/338/1150410/mensos-5-900-anak-indonesia-ditelantarkan-orangtuanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/15/338/1150410/mensos-5-900-anak-indonesia-ditelantarkan-orangtuanya</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2015 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/15/338/1150410/mensos-5-900-anak-indonesia-ditelantarkan-orantuanya-KNBUAkjBIn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/15/338/1150410/mensos-5-900-anak-indonesia-ditelantarkan-orantuanya-KNBUAkjBIn.jpg</image><title>(Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Terungkapnya kasus penelantaran anak menambah panjang catatan sikap durhaka orangtua. Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyebut terdapat sekira 4,1 juta anak terlantar se-Indonesia. Khusus kasus yang menimpa AD (8) dan keempat saudara perempuannya, tercatat sekira 5.900 perkara serupa. Sementara anak yang bermasalah dengan hukum sebanyak 3.600-an.
&quot;Data dari Pusdatin Kemensos segitu, sedangkan balita terlantar ada 1,2 juta dan anak jalanan ada  34 ribu,&quot; jelas Khofifah di Jalan Karya Bhakti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2015).
Untuk itu, dalam Rakornas Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), Khofifah meminta agar pemetaan masalah ditiap regional Dinas Sosial (Dinsos) dilakukan dengan sungguh-sungguh. Mantan menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itupun menginginkan nantinya RAPBN dan RAPBD setempat dapat melakukan pembagian biaya untuk menangani persoalan anak.
&quot;Region barat sudah minggu lalu, tengah kemarin penutupan, timur 21 Mei besok di Makassar. Saya minta Dinsos lakukan pemetaan. Kalau sudah, maka intervensi lebih terang, RAPBN, RAPBD bisa share budgeting,&quot; imbuhnya.
Ia berharap, setelah pemetaan tersebut, pemerintah mendapatkan data yang lebih komprehensif terkait kategori anak terlantar. Khusus kasus AD dan keempat saudaranya, Khofifah menilai adanya kecenderungan tanggung jawab orangtua yang tereduksi.
&quot;Posisi seperti ini, kan mesti dilihat, apakah persoalan personality, ganguan sosial, atau apa, itulah mengapa kita maksimalkan PKSA, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan anak lebih komprehensif,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Terungkapnya kasus penelantaran anak menambah panjang catatan sikap durhaka orangtua. Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyebut terdapat sekira 4,1 juta anak terlantar se-Indonesia. Khusus kasus yang menimpa AD (8) dan keempat saudara perempuannya, tercatat sekira 5.900 perkara serupa. Sementara anak yang bermasalah dengan hukum sebanyak 3.600-an.
&quot;Data dari Pusdatin Kemensos segitu, sedangkan balita terlantar ada 1,2 juta dan anak jalanan ada  34 ribu,&quot; jelas Khofifah di Jalan Karya Bhakti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2015).
Untuk itu, dalam Rakornas Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), Khofifah meminta agar pemetaan masalah ditiap regional Dinas Sosial (Dinsos) dilakukan dengan sungguh-sungguh. Mantan menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itupun menginginkan nantinya RAPBN dan RAPBD setempat dapat melakukan pembagian biaya untuk menangani persoalan anak.
&quot;Region barat sudah minggu lalu, tengah kemarin penutupan, timur 21 Mei besok di Makassar. Saya minta Dinsos lakukan pemetaan. Kalau sudah, maka intervensi lebih terang, RAPBN, RAPBD bisa share budgeting,&quot; imbuhnya.
Ia berharap, setelah pemetaan tersebut, pemerintah mendapatkan data yang lebih komprehensif terkait kategori anak terlantar. Khusus kasus AD dan keempat saudaranya, Khofifah menilai adanya kecenderungan tanggung jawab orangtua yang tereduksi.
&quot;Posisi seperti ini, kan mesti dilihat, apakah persoalan personality, ganguan sosial, atau apa, itulah mengapa kita maksimalkan PKSA, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan anak lebih komprehensif,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
