<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diundang ke Istana, HMI: Rencana Aksi 20 Mei Tak Berubah!</title><description>Ketum Pengurus Besar HMI, M Arief Rosyid Hasan, memastikan bahwa pertemuan dengan Presiden Jokowi tak akan mengubah rencana aksi 20 Mei.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/18/337/1151411/diundang-ke-istana-hmi-rencana-aksi-20-mei-tak-berubah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/18/337/1151411/diundang-ke-istana-hmi-rencana-aksi-20-mei-tak-berubah"/><item><title>Diundang ke Istana, HMI: Rencana Aksi 20 Mei Tak Berubah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/18/337/1151411/diundang-ke-istana-hmi-rencana-aksi-20-mei-tak-berubah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/18/337/1151411/diundang-ke-istana-hmi-rencana-aksi-20-mei-tak-berubah</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2015 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/18/337/1151411/diundang-ke-istana-hmi-rencana-aksi-20-mei-tak-berubah-H33h9e1SBz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Aksi Demo Mahasiswa HMI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/18/337/1151411/diundang-ke-istana-hmi-rencana-aksi-20-mei-tak-berubah-H33h9e1SBz.jpg</image><title>Ilustrasi Aksi Demo Mahasiswa HMI (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Selain mengundang sejumlah aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengundang organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke Istana Negara.

Pertemuan yang direncanakan pukul 17.00 WIB, Senin (18/5/2015), disinyalir untuk &quot;meredam&quot; rencana aksi besar-besaran yang akan dilaksanakan pada 20 Mei 2015. Selain sebagai peringatan atas gerakan reformasi, aksi tersebut juga untuk menyerukan tuntutan perbaikan dalam pemerintahan saat ini.

Ketua Umum Pengurus Besar HMI, M Arief Rosyid Hasan, mengatakan, agenda itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan pihaknya dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) beberapa waktu lalu. Saat itu, mereka ingin menyampaikan langsung beberapa tuntutan kepada Jokowi.

&quot;Sepertinya itu follow-up dari pertemuan dengan Wantimpres, yang ingin diadakan pertemuan antara semua elemen, ingin menyampaikan langsung ke Jokowi,&quot; kata Arief kepada Okezone, di Jakarta, Senin (18/5/2015).

Meski begitu, Arief memastikan bahwa pertemuan tersebut tak akan mengubah rencana aksi 20 Mei. Pasalnya, mereka tidak ingin independensi yang ada hilang karena satu pertemuan itu.

&quot;Kami baru tadi konpers, minta semua kader se-Nusantara untuk tidak terpengaruh, tetap aksi. Tidak mengubah, sudah ditegasin bahwa independensi tidak bakalan hilang hanya dengan duduk bareng Jokowi,&quot; tegasnya.

Pertemuan itu, kata Arief, bisa diartikan sebagai wadah bagi kedua belah pihak untuk bisa bertukar informasi secara langsung. &quot;Bahwa itu sarana untuk bertemu secara langsung, perlu diapresiasi namun tidak mengubah rencana aksi,&quot; simpulnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Selain mengundang sejumlah aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengundang organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke Istana Negara.

Pertemuan yang direncanakan pukul 17.00 WIB, Senin (18/5/2015), disinyalir untuk &quot;meredam&quot; rencana aksi besar-besaran yang akan dilaksanakan pada 20 Mei 2015. Selain sebagai peringatan atas gerakan reformasi, aksi tersebut juga untuk menyerukan tuntutan perbaikan dalam pemerintahan saat ini.

Ketua Umum Pengurus Besar HMI, M Arief Rosyid Hasan, mengatakan, agenda itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan pihaknya dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) beberapa waktu lalu. Saat itu, mereka ingin menyampaikan langsung beberapa tuntutan kepada Jokowi.

&quot;Sepertinya itu follow-up dari pertemuan dengan Wantimpres, yang ingin diadakan pertemuan antara semua elemen, ingin menyampaikan langsung ke Jokowi,&quot; kata Arief kepada Okezone, di Jakarta, Senin (18/5/2015).

Meski begitu, Arief memastikan bahwa pertemuan tersebut tak akan mengubah rencana aksi 20 Mei. Pasalnya, mereka tidak ingin independensi yang ada hilang karena satu pertemuan itu.

&quot;Kami baru tadi konpers, minta semua kader se-Nusantara untuk tidak terpengaruh, tetap aksi. Tidak mengubah, sudah ditegasin bahwa independensi tidak bakalan hilang hanya dengan duduk bareng Jokowi,&quot; tegasnya.

Pertemuan itu, kata Arief, bisa diartikan sebagai wadah bagi kedua belah pihak untuk bisa bertukar informasi secara langsung. &quot;Bahwa itu sarana untuk bertemu secara langsung, perlu diapresiasi namun tidak mengubah rencana aksi,&quot; simpulnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
