<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendakian ke Merapi Diperketat, Pendaki Pemula Perlu Diedukasi</title><description>Pasca terjatuhnya Eri Yunanto (21) ke kawah Merapi, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) akan memperketat syarat pendakian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/19/510/1152134/pendakian-ke-merapi-diperketat-pendaki-pemula-perlu-diedukasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/19/510/1152134/pendakian-ke-merapi-diperketat-pendaki-pemula-perlu-diedukasi"/><item><title>Pendakian ke Merapi Diperketat, Pendaki Pemula Perlu Diedukasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/19/510/1152134/pendakian-ke-merapi-diperketat-pendaki-pemula-perlu-diedukasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/19/510/1152134/pendakian-ke-merapi-diperketat-pendaki-pemula-perlu-diedukasi</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2015 19:19 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/19/510/1152134/pendakian-ke-merapi-diperketat-pendaki-pemula-perlu-diedukasi-6zfoijXVfW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim SAR Gunung Merapi (Foto: KRJogja.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/19/510/1152134/pendakian-ke-merapi-diperketat-pendaki-pemula-perlu-diedukasi-6zfoijXVfW.jpg</image><title>Tim SAR Gunung Merapi (Foto: KRJogja.com)</title></images><description>
BOYOLALI - Pasca terjatuhnya Eri Yunanto (21) ke dalam kawah Merapi, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) akan memperketat syarat pendakian. Edukasi kepada pendaki pemula perlu diberikan agar kejadian serupa tak terulang.
Pelaksana Harian Kepala BTNGM, Tri Atmojo, Selasa (19/5/2015) mengatakan, selama ini sudah diberlakukan larangan pendaki untuk naik ke puncak Merapi. Pendaki hanya boleh naik sampai ke kawasan pasar bubrah. Namun 'stereotip' di kalangan pendaki pemula, bila mendaki harus sampai puncak membuat larangan tersebut kerap diabaikan. Dia mencontohkan, pada momen pendakian ramai seperti tahun baru atau tujuh belasan, sangat banyak pendaki yang naik sampai ke puncak.
&quot;Papan larangan di atas sudah dipasang. Peringatan lisan dan tertulis sudah diberikan. Tapi tetap banyak yang melanggar,&quot; kata Tri.
Diakuinya, kendala untuk memantau kepatuhan pendaki cukup sulit. Penempatan petugas di puncak tiap hari jelas tidak memungkinkan. Juga mustahil bila harus membuat pagar di kawasan puncak. Salah satu solusi yang paling mungkin yakni dengan mengedukasi pendaki, terutama pendaki pemula, untuk menaati syarat-syarat pendakian. Sejak booming pendakian gunung beberapa waktu ini, mayoritas pendaki Merapi adalah pendaki pemula yang belum mempunyai pengetahuan yang mumpuni tentang pendakian, baik tentang perilaku di gunung hingga bekal logistik dan peralatan yang memadai.
&quot;Kalau naik sekadar untuk selfie, saya rasa itu irrasional. Masalahnya budaya populer saat ini mendorong ke arah situ. Harus ada edukasi ke arah itu,&quot; tambahnya.
Menyusul penutupan pendakian Merapi untuk proses evakuasi Eri, dia belum menentukan kapan pendakian akan kembali dibuka. Usai evakuasi selesai dilakukan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi, terutama untuk menimbang kembali prosedur-prosedur pendakian kepada para pendaki.
&quot;Yang jelas, pendaki mesti mengikuti instruksi petugas yang pastinya lebih tahu karakter Merapi,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
BOYOLALI - Pasca terjatuhnya Eri Yunanto (21) ke dalam kawah Merapi, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) akan memperketat syarat pendakian. Edukasi kepada pendaki pemula perlu diberikan agar kejadian serupa tak terulang.
Pelaksana Harian Kepala BTNGM, Tri Atmojo, Selasa (19/5/2015) mengatakan, selama ini sudah diberlakukan larangan pendaki untuk naik ke puncak Merapi. Pendaki hanya boleh naik sampai ke kawasan pasar bubrah. Namun 'stereotip' di kalangan pendaki pemula, bila mendaki harus sampai puncak membuat larangan tersebut kerap diabaikan. Dia mencontohkan, pada momen pendakian ramai seperti tahun baru atau tujuh belasan, sangat banyak pendaki yang naik sampai ke puncak.
&quot;Papan larangan di atas sudah dipasang. Peringatan lisan dan tertulis sudah diberikan. Tapi tetap banyak yang melanggar,&quot; kata Tri.
Diakuinya, kendala untuk memantau kepatuhan pendaki cukup sulit. Penempatan petugas di puncak tiap hari jelas tidak memungkinkan. Juga mustahil bila harus membuat pagar di kawasan puncak. Salah satu solusi yang paling mungkin yakni dengan mengedukasi pendaki, terutama pendaki pemula, untuk menaati syarat-syarat pendakian. Sejak booming pendakian gunung beberapa waktu ini, mayoritas pendaki Merapi adalah pendaki pemula yang belum mempunyai pengetahuan yang mumpuni tentang pendakian, baik tentang perilaku di gunung hingga bekal logistik dan peralatan yang memadai.
&quot;Kalau naik sekadar untuk selfie, saya rasa itu irrasional. Masalahnya budaya populer saat ini mendorong ke arah situ. Harus ada edukasi ke arah itu,&quot; tambahnya.
Menyusul penutupan pendakian Merapi untuk proses evakuasi Eri, dia belum menentukan kapan pendakian akan kembali dibuka. Usai evakuasi selesai dilakukan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi, terutama untuk menimbang kembali prosedur-prosedur pendakian kepada para pendaki.
&quot;Yang jelas, pendaki mesti mengikuti instruksi petugas yang pastinya lebih tahu karakter Merapi,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
