<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemiskinan Faktor Utama Imigran Bangladesh</title><description>Duta Besar RI untuk Bangladesh Iwan Wiranataadmadja membeberkan alasan warga Bangladesh menjadi imigran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/21/18/1153182/kemiskinan-faktor-utama-imigran-bangladesh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/21/18/1153182/kemiskinan-faktor-utama-imigran-bangladesh"/><item><title>Kemiskinan Faktor Utama Imigran Bangladesh</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/21/18/1153182/kemiskinan-faktor-utama-imigran-bangladesh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/21/18/1153182/kemiskinan-faktor-utama-imigran-bangladesh</guid><pubDate>Kamis 21 Mei 2015 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Ardiansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/21/18/1153182/kemiskinan-faktor-utama-imigran-bangladesh-gXjjPWE11U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dute Besar RI untuk Bangladesh Iwan Wiranataatmadja. (Foto : Ferry/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/21/18/1153182/kemiskinan-faktor-utama-imigran-bangladesh-gXjjPWE11U.jpg</image><title>Dute Besar RI untuk Bangladesh Iwan Wiranataatmadja. (Foto : Ferry/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Kemiskinan yang melanda Bangladesh menjadi faktor utama sejumlah warga di negara tersebut meninggalkan tempat tinggalnya.
&quot;Bangladesh adalah negara yang baik-baik saja. Para imigran lari akibat kemiskinan yang melanda negaranya,&quot; ujar Duta Besar RI untuk Bangladesh, Iwan Wiranataatmaja, ketika ditemui Okezone, di Jakarta, Kamis (21/5/2015).
Iwan menambahkan, para imigran tersebut ingin mencari kehidupan yang lebih baik.
Mereka datang dengan cara yang terorganisasi, yaitu membayar perantara agar bisa menuju negara yang diinginkan, bahkan ada yang sampai menjual harta yang dimiliki.
&quot;Saya melihat inti dari permasalahan ini adalah kemiskinan,&quot; tegas Dubes Iwan. Dubes Iwan menjelaskan tingkat pertumbuhan ekonomi Bangladesh mencapai 6 persen.
Namun, hanya sekira 15 persen dari 160 juta rakyat Bangladesh yang menikmatinya.
Saat ini diperkirakan ada ribuan imigran asal Bangladesh yang masih terombang-ambing di lautan, sebagian dari mereka berhasil berlabuh di Indonesia seperti di Aceh.
Dubes Iwan melanjutkan, Pemerintah Bangladesh sudah berupaya mengurangi jumlah imigran dari negaranya. Tetapi, itu belum efektif untuk dapat mencegah gelombang arus imigran keluar dari Bangladesh.
Indonesia dan Malaysia telah berkomitmen untuk membantu imigran Bangladesh dan Rohingya yang nasibnya masih terkatung-katung di tengah lautan.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Kemiskinan yang melanda Bangladesh menjadi faktor utama sejumlah warga di negara tersebut meninggalkan tempat tinggalnya.
&quot;Bangladesh adalah negara yang baik-baik saja. Para imigran lari akibat kemiskinan yang melanda negaranya,&quot; ujar Duta Besar RI untuk Bangladesh, Iwan Wiranataatmaja, ketika ditemui Okezone, di Jakarta, Kamis (21/5/2015).
Iwan menambahkan, para imigran tersebut ingin mencari kehidupan yang lebih baik.
Mereka datang dengan cara yang terorganisasi, yaitu membayar perantara agar bisa menuju negara yang diinginkan, bahkan ada yang sampai menjual harta yang dimiliki.
&quot;Saya melihat inti dari permasalahan ini adalah kemiskinan,&quot; tegas Dubes Iwan. Dubes Iwan menjelaskan tingkat pertumbuhan ekonomi Bangladesh mencapai 6 persen.
Namun, hanya sekira 15 persen dari 160 juta rakyat Bangladesh yang menikmatinya.
Saat ini diperkirakan ada ribuan imigran asal Bangladesh yang masih terombang-ambing di lautan, sebagian dari mereka berhasil berlabuh di Indonesia seperti di Aceh.
Dubes Iwan melanjutkan, Pemerintah Bangladesh sudah berupaya mengurangi jumlah imigran dari negaranya. Tetapi, itu belum efektif untuk dapat mencegah gelombang arus imigran keluar dari Bangladesh.
Indonesia dan Malaysia telah berkomitmen untuk membantu imigran Bangladesh dan Rohingya yang nasibnya masih terkatung-katung di tengah lautan.

</content:encoded></item></channel></rss>
