<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Praktik Prostitusi Saritem &quot;Lingkaran Setan&quot;</title><description>Selama ini ada semacam &quot;lingkaran setan&quot; di lokalisasi Saritem Bandung yang sulit untuk diputus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/25/525/1154760/praktik-prostitusi-saritem-lingkaran-setan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/05/25/525/1154760/praktik-prostitusi-saritem-lingkaran-setan"/><item><title>Praktik Prostitusi Saritem &quot;Lingkaran Setan&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/05/25/525/1154760/praktik-prostitusi-saritem-lingkaran-setan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/05/25/525/1154760/praktik-prostitusi-saritem-lingkaran-setan</guid><pubDate>Senin 25 Mei 2015 13:16 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/25/525/1154760/praktik-prostitusi-saritem-lingkaran-setan-ge9CG5Dty2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjaja seks komersial (PSK) di Saritem Bandung (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/25/525/1154760/praktik-prostitusi-saritem-lingkaran-setan-ge9CG5Dty2.jpg</image><title>Penjaja seks komersial (PSK) di Saritem Bandung (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>
BANDUNG - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Jawa Barat Netty Heryawan menuturkan, selama ini ada semacam &quot;lingkaran setan&quot; di lokalisasi Saritem Bandung yang sulit untuk diputus.
Hal itu dikarenakan adanya saling keterlibatan antara mucikari, PSK, pengguna jasa PSK, hingga oknum aparat.
&amp;ldquo;Ini seperti teori supply and demand untuk prostitusi. Jadi artinya, kalau kita melakukan razia terhadap PSK dan mucikari, tentu kita harus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pengguna PSK di sana,&amp;rdquo; kata Netty di sela-sela peringatan Hari Konsumen Nasional di halaman Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka Kota Bandung, kemarin.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan aparat kepolisian harus mencari solusi untuk memecahkan teori supply and demand dalam &quot;lingkaran setan&quot; prostitusi Saritem Bandung ini.
&amp;ldquo;Idealnya, karena itu penyimpangan moralitas, saya ingin Pemkot Bandung dan pihak-pihak yang lainnya bekerjasama untuk mencari solusinya untuk ini (Saritem). Semua pihak saling bersinergi dalam menangani masalah sosial ini agar tidak terjadi lagi hal-hal yang dianggap penyimpangan moralitas ini,&amp;rdquo; ucap Netty.
Untuk diketahui, Polrestabes Bandung melakukan razia besar-besaran di kawasan prostitusi Saritem, Kecamatan Andir, Kota Bandung pada Rabu 20 Mei 2015 malam.
Dari razia tersebut sebanyak 169 PSK Saritem dan 28 mucikari digiring ke Mapolrestabes Bandung. Kasubag Humas Polrestabes Bandung Renny Marthaliana mengatakan, setelah dilakukan penggerebekan tersebut, bekas kawasan lokalisasi yang terkenal di Kota Bandung itu sudah bersih dari praktik prostitusi.
&amp;ldquo;Jadi untuk para PSK sudah kami amankan berikut para mucikarinya. Sekarang, Saritem sudah ditutup,&amp;rdquo; kata Renny beberapa waktu lalu.
</description><content:encoded>
BANDUNG - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Jawa Barat Netty Heryawan menuturkan, selama ini ada semacam &quot;lingkaran setan&quot; di lokalisasi Saritem Bandung yang sulit untuk diputus.
Hal itu dikarenakan adanya saling keterlibatan antara mucikari, PSK, pengguna jasa PSK, hingga oknum aparat.
&amp;ldquo;Ini seperti teori supply and demand untuk prostitusi. Jadi artinya, kalau kita melakukan razia terhadap PSK dan mucikari, tentu kita harus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pengguna PSK di sana,&amp;rdquo; kata Netty di sela-sela peringatan Hari Konsumen Nasional di halaman Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka Kota Bandung, kemarin.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan aparat kepolisian harus mencari solusi untuk memecahkan teori supply and demand dalam &quot;lingkaran setan&quot; prostitusi Saritem Bandung ini.
&amp;ldquo;Idealnya, karena itu penyimpangan moralitas, saya ingin Pemkot Bandung dan pihak-pihak yang lainnya bekerjasama untuk mencari solusinya untuk ini (Saritem). Semua pihak saling bersinergi dalam menangani masalah sosial ini agar tidak terjadi lagi hal-hal yang dianggap penyimpangan moralitas ini,&amp;rdquo; ucap Netty.
Untuk diketahui, Polrestabes Bandung melakukan razia besar-besaran di kawasan prostitusi Saritem, Kecamatan Andir, Kota Bandung pada Rabu 20 Mei 2015 malam.
Dari razia tersebut sebanyak 169 PSK Saritem dan 28 mucikari digiring ke Mapolrestabes Bandung. Kasubag Humas Polrestabes Bandung Renny Marthaliana mengatakan, setelah dilakukan penggerebekan tersebut, bekas kawasan lokalisasi yang terkenal di Kota Bandung itu sudah bersih dari praktik prostitusi.
&amp;ldquo;Jadi untuk para PSK sudah kami amankan berikut para mucikarinya. Sekarang, Saritem sudah ditutup,&amp;rdquo; kata Renny beberapa waktu lalu.
</content:encoded></item></channel></rss>
